15 Herbal Potensial Sebagai Imunomodulator
Tanggal Posting : Sabtu, 10 Juli 2021 | 12:14
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 412 Kali
15 Herbal Potensial Sebagai Imunomodulator
Indonesia sangat kaya dengan bahan baku herbal untuk obat. Untuk meningkatkan imunitas tubuh tersedia banyak pilihan, simak yuks apa saja herbal tersebut.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Berikut ini sejumlah herbal yang memiliki manfaat untuk imunomodulator yang dapat meningkatkan imunitas tubuh. Kajian empiris dan ilmiah yang disampaikan oleh dr. Dian Elco Nora,M.Si (Herb) dari Perkumpulan Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI).

Indonesia terdiri yang dari 34 Provinsi, 514 Kab/Kota berpenduduk lebih dari 270 juta jiwa. Mempunyai 17.508 pulau dan lebih dari 1.300 suku, banyak menggunakan cara tradisional yang secara kultur daerah untuk menyehatkan tubuh.

Potensi Tanaman Obat & Jamu: Terdapat 2.848 spesies yang berhasil diidentifikasi sebagai tanaman obat (RISTOJA 2017). Pada 2010, orang Indonesia yang mengkonsumsi herbal untuk kesehatan sebesar 59,12 %.

Pada 2013, rumah tangga yang menggunakan cara tradisional untuk menjaga kesehatan sebesar 30.4%. Pada 2018, masyarakat yang menggunakan cara tradisional untuk mejaga kesehatannya sebesar 44,3%.

Sejumlah Herbal yang Berpotensi sebagai Imunomodulator, antara lain:

  • Kencur. Mengandung flavanoid yang bersifat stimulator untuk meningkatkan kemampuan efek mikrobisidal dan fagositosis / penelanan
  • Sambiloto. meningkatkan produksi Limfosit B yang akan mengikat antigen dan meningkatkan proses fagositosis
  • Kelor. Meningkatkan sel T Helper yang berfungsi untuk mengaktifkan makrofag untuk melakukan fagositosis
  • Jahe. meningkatkan aktivitas sel Natural Killer dalam melisis target produksi IL-6, meningkatkan induksi proliferasi sel pembentuk Antibodi
  • Pegagan. Meningkatkan produksi IL2 dan meningkatkan indeks fagositosis
  • Temulawak dan Kunyit. Menstimulasi pembentukan sel T, Natural Killer sel, makrofag
  • Sirih. Meningkatkan aktifitas fagositosis
  • Meniran (Pylantus Niruri). Memodulasi sistem imun melalui proliferasi dan aktivasi limfosit T dan B
  • Kayu Manis. Meningkatkan sel T Helper yang berfungsi untuk mengaktifkan makrofag untuk melakukan fagositosis
  • Bawang Putih. Menghambat pembentukan dinding sel bakteri
  • Sereh, Lemon dan Jambu Biji. Sebagai antioksidan
  • Jintan Hitam. Meningkatkan jumlah dan fungsi Sel T Killer

Media Jamu, Nomor Satu

Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f)

Bukti Empiris. Dari Cabe Puyang, tumbuhan ini digunakan untuk radang tonsil, borok,tipus, demam, gatal-gatal, digigit serangga atau ular berbisa, kencing manis, disentri, radang telinga, radang usus buntu, masuk angin, darah kotor. Baik dalam menghambat aktivitas virus -> Mengurangi gejala dan durasi penyakit flu akibat virus (Melchior et al, 1997).

Kandungan Senyawa Aktif. Andrografolida, deoksiandrografolida, 11,12-didehidro- 14 deoksiandrografolida, neoandrografolida, andrographisida, deoksiandrographisida dan andropanosida (Badan POM RI, 2010b; World Health Organization, 2002).

Sambiloto juga mengandung senyawa kimia Alkaloid, Karbohidrat, resin, Saponin,Flavonoid, Steroid, Glikosida dan Tannin(Agrawal&Pandey, 2019). Studi In Silico/Molecular Docking: Berpotensi menghambat mekanisme sintesis RNA dan replikasi SARS-CoV-2 (Wu et al, 2020).

Aktivitas Ekstrak Sambiloto: Terbukti aman dan berkhasiat mengurangi gejala ARTI dan memperpendek resolusinya (meta-analysis)- (Hu et al, 2017), Meningkatkan proliferasi limfosit T CD4+ pada pasien HIV (Chen et al, 2009; Churiyah et al, 2015), Menurunkan copy number RNA dari HIV (Calabrese et al, 2020). Andrografolida dengan uji In Vivo pada mencit memiliki aktivitas farmakologi sebagai imunomodulator (Wang et al., 2010).

Meniran (Phyllanthus niruri)

Bukti Empiris. Berdasarkan buku Cabe Puyang, daun, akar dan semua bagian tumbuhan ini dapat digunakan secara empiris untuk pengobatan ayan, malaria, sembelit, tekanan  darah tinggi, tidak teratur datang haid, sariawan (daunnya), mulas, gigi neyeri (akarnya(, kencing kurang lancer, kencing nanah, raja singa, ginjal nyeri, mencret, demam tetanus , darah kotor, kejang gagau, putih telur dalam kencing, kencing btu (semua bagiannya) dan lain- lain.

Bekerja mengoptimalkan daya tahan tubuh -> Banyak digunakan pada beberapa negara tropis untuk batu ginjal, penyakit liver, diabetes, dan infeksi virus (Tjandrawinata et al, 2017)

Kandungan Senyawa Aktif. Tanin, damar, kalium, flavonoid, (kuersetin, kuersitrin, isokuersitrin, astragalin, rutin; kaemferol-4- ramnopiranosid, eridiktol-7- ramnopiranosid), dan lignan (kubebin dimetil eter, urinatetralin, nirurin, nirurisid, filantin, hipofilantin,triterpen lup-20-en-3-b-o) (Badan POM RI, 2010).

Bukti ilmiah Aktivitas Ekstrak Meniran: Mengurangi produksi IL-10 (Tjandrawinata et al, 2017), Meningkatkan produksi kadar IFN-γ & TNF- α (Tjandrawinata et al, 2017), Menstimulasi diferensiasi & proliferasi limsofit B & T (Nworu et al, 2010; Tjandrawinata et al, 2017), Menstimulasi fagositosis oleh makrofag dan supresi respon mediator proinflamasi (Hudson, 2012; Kusumaningrum et al, 2012kawati et al, 2019; Nworu et al, 2010).

Bagian yang digunakan herba pada uji pra kinik dengan hasil sebagai berikut: Uji invivo pada Oreochromis mossambicus mempunyai aktivitas farmakologis sebagai Immunostimulan (Muthulakshmi et al., 2016), Uji Invivo pada mencit mempunyai efek farmakologis sebagai Antivirus (Venkateswaran et al., 1987), Uji invivo pada mencit juga mempunyai efek farma-kologis sebagai Antiinflamasi (Kassuya et al., 2005),  Uji pada mencit juga terbukti mempunyai aktivitas farmakologi sebagai Antioksidan (Chatterjee & Sil, 2006); (Sabir &Rocha, 2008).

Studi Klinik: Terapi adjuvant penyakit TB. Telah dilakukan uji klinik, berdasarkan penelitian di sejumlah rumah sakit di Jakarta dan Surabaya, dilaporkan bahwa terapi adjuvan dengan ekstrak meniran berhasil mempersingkat jangka waktu pengobatan pada beberapa penyakit seperti tuberkulosis (TB), hepatitis dan candidiasis vaginalis. Pasien yang menerima obat-obatan antituberkulosis bersamaan dengan  ekstrak meniran 50 mg, sembuh pada minggu ke-6 sedangkan pasien yang hanya menerima obat-obatan antituberkulosis mengalami kesembuhan pada minggu ke-14 (Badan POM RI, 2007).

Jahe Merah (Zingiber officinalle Rosc.Var.rubrum)

Empiris: Memiliki sifat antiradang dan dipercaya secara empiris meningkatkan daya tahan tubuh. Kandungan senyawa aktif pada Jahe Merah: Oleoresin (gingerol, Shogaol, Zingerone, resin, Minyak atsiri)- (Parmar NS et al; 2006).

Aktivitas Ekstrak Jahe Merah. Menurunkan produksi sitokin proinflamasi (TNF-α, IL-1β, IL-6, MCP-1) (Zehsaz et al, 2014; Ezzat et al, 2018). Meningkatkan respon terhadap IFN-γ (Amri & Touil, 2016), Mengurangi nyeri pada pasien OA dan RA (Srinivasan, 2017).

Kunyit (Curcuma Longa L.)

Empiris: Rimpang yang dicampur dengan susu hangat digunakan untuk menyembuhkan pilek, bronkitis dan asma. Perasan rimpang segar dapat dioleskan pada infeksi kulit (de Guzman, C.C. and Siemonsma, 1999).

Minyak atsiri (3-5%) terdiri dari alfa dan beta tumerone yang menyebabkan bau khas pada kunyit, aril-tumeron, artumerone, alfa dan beta atlantone, kurkumol, zingiberen, bosabolen, seskuifellandren, aril kurkumen, humulen.

Kelompok senyawa kurkuminoid (3-5%) terdiri dari kurkumin, dimetoksikurkumin, desmetoksikurkumin, bisdemetoksikurkumin, dihidrokurkumin, natrium kurkuminat, diasetil kurkumin, asam ferulat  Arabinosa, fruktosa, glukosa, pati, tanin, damar. Golongan mineral: Mg, Fe, Mn, Ca, Na, K, Zn, timbal, kobalt, aluminium, bismuth.

Bukti ilmiah. Uji pada mencit albino sehat yang disensitisasi dengan sel darah merah kambing (SRBCs). Penelitian menggunakan curcumin nanopartikel yang di- entrapped dengan poly d,l-lactic-co-glycolic acid dengan tujuan untuk meningkatkan bioavaibilitas  dari  curcumin (Curcuma longa), memperlihatkan bahwa curcumin dengan dosis 5 mg/kg dan 10 mg/kg meningkatkan respon imun yang memediasi respon awal sel dibandingkan kontrol.

Hasil yang sama pada antibodi humoral sekunder, di mana produksi sel darah putih dan berat organ limfoid juga meningkat pada kelompok yang diberi 10 mg/kg nano curcumin (Afolayan, et.al 2018).

JAMBU BIJI( Psidium guajava L.)

Bukti Empiris: Di Indonesia, buah jambu biji biasa digunakan untuk meningkatkan platelet pada demam berdarah dengue (Laily et al., 2015).  Pada Buku Cabe Puyang, jambu biji digunakan untuk disentri, lumpuh, mencret, radang  lambung, sariawan, cucur darah tak henti- henti, keputihan (daun, kulit dan akarnya).

Kandungan senyawa aktif Jambu Biji: Pada buah : Vit C, Vit A, Besi, Fosfor, kalsium, Flavonoid dan kelompok Polifenol(Lin et al., 2016), terpenoid, flavonol, tanin dan derivate fenolat(Konig et al., 2019:Muller et al., 2018; Naseer et al., 2018).

Kandungan lainnya: saponin, asam oleonat, Lyxopyranoside, arabopyranoside, guijavarin, kuersetin, Caryophyllene oxide dan p-seline(Naseer et al., 2018) Pada Daun : kandungan kimia ekstrak daun jambu biji urutan dari yang paling besar: asam kafeat, kuersetin, kaempherol, katekin, kuersitrin, asam klorogenat, luteolin, epikatekin, asam galat(Irondi et al., 2016)

Uji Aktivitas Sebagai Imunostimulan (In Vivo). Suplementasi daun jambu biji sebagai makanan dapat meningkatkan pertumbuhan dan respon imun non-spesifik pada P. monodon (udang windu) (Yin et al., 2014).

Ekstrak Metanol Daun Jambu Biji menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam jumlah sel darah putih, sel darah merah, platelet monosit, neutrofil, eosinofil, limfosit, dan kadar hemoglobin dibandingkan dengan kelompok kontrol pada mencit.

Ekstrak jambu biji secara signifikan mencegah mielosupresi yang diinduksi oleh siklofosfamid dan meningkatkan Delayed type hypersensitivity (DTH) setelah 24 jam, 48 jam dan 72 jam. Penelitian saat ini menunjukkan bahwa ekstrak daun jambu bij dapat menstimulasi kekebalan humoral dan seluler pada mencit. Sumber: Shabbir et al., 2016.

Bukti Ilmiah Buah Jambu Biji: Mengandung vitamin C dan vitamin A, jambu biji mengandung empat kali lipat kandungan Vitamin C dalam jeruk. Pada penelitian in vivo untuk menguji efek antioksidan menggunakan mencit, pemberian jus buah jambu biji merah dapat mengurangi kerusakan epitel trakea mencit akibat paparan asap rokok.

Dosis jus buah jambu biji yang efektif untuk mengurangi kerusakan trakea adalah 0,26 ml/mencit/hari atau setara dengan mengkonsumsi 100 gr buah jambu biji bagi manusia setiap hari (Febrianti & Suryati, 2014). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: