![]() |
| Berikut ini beberapa gangguan sendi yang dapat ditangani dengan prosedur bedah arthroscopy. Simak dibawah ini! |
JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Artroscopy adalah prosedur bedah yang dilakukan untuk mendiagnosis dan menangani sejumlah gangguan sendi menggunakan alat bernama artroskop yang dimasukkan lewat sayatan kecil berukuran sekitar 0,75 cm - 1cm.
Sendi lutut adalah Sendi yang paling sering didiagnosa dan ditangani dengan teknik arthroscopy ini. Dikutip dari website Rumah Sakit Jakarta, beberapa Gangguan Sendi Lutut yang dapat ditangani dengan prosedur bedah Arthroscopy antara lain:
- Robekan ligamen: Hal ini menyebabkan lutut menjadi tidak stabil, mengarah pada kerusakan lebih lanjut pada struktur lutut yang lain. Prosedur Arthroscopy dapat merekonstruksi ligamen dan memperbaiki ketidakstabilannya untuk memperpanjang umur bagian lutut yang lain.
- Kerusakan tulang rawan lutut: Hal ini dapat diobati dengan terapi atroskopi sel punca (stem cell), prosedur Arthroscopylain, di mana tulang rawan diregenerasi dengan penggunaan sel punca.
- Robekan meniskus: Jika Anda mengalami robekan meniskus (bantalan sendi lutut), Anda harus memelihara meniskus dengan memperbaikinya agar dapat mempertahankan sifat penyerap guncangannya. Jika meniskus Anda mengalami cedera parah dan perlu dibuang, maka hal ini akan menyebabkan lutut yang semakin aus dan robek, serta artritis dini.
- Berita Terkait: Jamu Untuk Mengobati Penyakit Radang Sendi
- Berita Terkait: NOSTEO dan NOKILIR Berikan Dukungan Pelatihan Deep Tissue Massage
- Berita Terkait: 6 Manfaat Buah Kiwi untuk Kesehatan
Prosedur Arthroscopy
- Pemberian anestesi lokal, regional, atau total, sesuai dengan kondisi pasien. Setelah bius bekerja, pasien akan diposisikan sedemikian rupa, tergantung bagian sendi yang akan dioperasi.
- Pemberian desinfeksi dan pembedahan, dokter akan membuat sayatan sebesar lubang kunci di kulit pasien sebagai jalan masuknya artroskop. Dokter juga bisa membuat beberapa sayatan untuk memasukkan alat atau instrumen bedah lainnya.
- Dokter dapat melihat gambaran sendi yang ditangkap oleh artroskop di layar monitor. Sambil memantau sendi yang bermasalah, dokter juga dapat melakukan tindakan, seperti mengangkat atau memperbaiki jaringan-jaringan yang rusak di daerah sendi. Umumnya, prosedur artroskopi berlangsung selama 30 menit sampai 2 jam.
Keunggulan arthroscopy antara lain: luka yang kecil atau minimal invasive, proses penyembuhannya lebih cepat, secara kosmetik atau bekas luka pasca operasi akan terlihat lebih baik, efektivitas prosedur yang memudahkan karena bisa menjangkau tempat- tempat yang tidak mungkin bisa terjangkau dengan tindakan open surgery dan proses operasi tergolong cukup singkat. Redaksi JamuDigital.Com










