Menkes: OMAI untuk Lestarinya Kearifan Lokal
Tanggal Posting : Sabtu, 4 Juli 2020 | 06:10
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 288 Kali
Menkes: OMAI untuk Lestarinya Kearifan Lokal
Menkes, Terawan Agus Putranto sedang menulis pesan tentang mengintegrasikan tanaman obat nusantara menjadi sesuatu yang saintifik dan diaplikasikan dalam pengobatan di zaman modern di masyarakat.

Menteri Kesehatan RI., Terawan Agus Putranto menyampaikan pesan istimewa kepada jajaran B2P2TOOT (Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional) Tawangmangu, Jawa Tengah dengan memberikan pesan terulis- ditulis tangan oleh Menkes, kemudian dibacakan langsung- yang disimak segenap jajaran B2P2TOOT dan tamu undangan.

Kejadian spesial ini, terlihat ketika Menteri Kesehatan RI, Letjen.TNI (Purn.) Dr. dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad.(K.) R.I. melakukan kunjungan ke B2P2TOOT Tawangmangu, Jawa Tengah, pada Jumat, 3 Juli 2020. 

Berikut ini, pesan tulisan tangan Menkes RI.- yang kemudian langsung dibacakannya sendiri:

"Sumber Penyembuhan Tradisional Tawangmangu. Mengintegrasikan tanaman obat nusantara menjadi sesuatu yang saintifik dan diaplikasikan dalam pengobatan di zaman modern di masyarakat baik nasional  maupun internasional. 

Jadikan B2P2TOOT sebagai pusat suplai obat atau bahan obat tradisional dalam pengobatan modern. 

Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) menjadi tujuan untuk dicapai demi lestarinya kearifan lokal nusantara dalam memberikan pelayanan pengobatan medis tradisional. Bersyukur, bersyukur, bersyukur." 3 Juli 2020, Menkes, Tanda-tangan, dan nama terang: Terawan Agus Putranto.

Pada kesempatan kunjungan tersebut, Menteri Kesehatan memberikan arahan, agar B2P2TOOT sebagai institusi riset yang menggawangi penelitian Saintifikasi Jamu bermitra dengan RSUD Bung Karno Surakarta dan Pemerintah Kota untuk mewujudkan RSUD Bung Karno menjadi RSU Daerah Pusat Pengobatan Tradisional.

Kepala B2P2TOOT, Akhmad Saikhu menjelaskan bahwa lawatan kerja Menteri Kesehatan ke salah satu unit pelaksana teknis di lingkungan Kementerian Kesehatan ini merupakan lanjutan dari rangkaian kunjungan kerja ke RS Oen dan RSUD Bung Karno Surakarta.

Lokus pertama kunjungan Menteri Kesehatan di B2P2TOOT, lanjut Akhmad Saikhu, adalah Etalase Tamaman Obat 118. Di tengah taman koleksi tanaman obat tersebut, Kepala B2P2TOOT, Akhmad Saikhu MSc.PH. memaparkan tugas pokok dan fungsi serta capaian B2P2TOOT dalam melaksanakan riset tanaman obat dan obat tradisional. 

Sebanyak 32.000 informasi ramuan jamu berhasil dicatat dari hasil Riset Tumbuhan Obat dan Jamu (Ristoja) yang dilakukan di seluruh wilayah Indonesia pada 405 etnis.  Selain itu, disampaikan juga bahwa penelitian Saintifikasi Jamu untuk memperoleh bukti ilmiah jamu yang  dilakukan di B2P2TOOT telah berhasil membuktikan keamanan dan khasiat jamu.

Pesan Menkes

Tiga Pesan Menkes Saat Memberi Arahan

Selanjutnya Menteri Kesehatan mengunjungi Rumah Riset Jamu (RRJ) Hortus Medicus.  Di lokus peneltitian berbasis pelayanan menggunakan jamu tersebut Menteri Kesehatan saat diskusi dengan koordinator RRJ, dr. Danang Ardiyanto, memberikan tiga pesan penting yaitu:

  • Membuat formularium obat tradisional
  • Permenkes terkait Litbang TOOT
  • Kerjasama membuat RS Tradisional di RSUD Bung Karno Surakarta

Pesan tersebut  menunjukkan bahwa Menteri Kesehatan menilai riset hulu-hilir Saintifikasi Jamu di B2P2TOOT sudah on the track.  Hal ini tentu menjadi pemicu semangat peneliti di B2P2TOOT untuk terus melakukan riset hulu-hilir Saintifikasi Jamu sesuai kepakaran masing-masing dan mensinergikannya agar menghasilkan formularium jamu yang terbukti aman dan berkhasiat

"Sehingga dapat dipergunakan oleh stakeholders pengguna hasil riset salah satunya RSUD Bung Karno Surakarta yang sedang diarahkan menjadi RSUD Pusat Pengobatan Tradisional," Akhmad Saikhu mengungkapkan. *PROGRAM EDUKASI OMAI- OBAT MODERN ASLI INDONESIA.


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: