Menkes Ajak Perkuat Daya Tahan Tubuh dengan OMAI
Tanggal Posting : Rabu, 1 Juli 2020 | 08:50
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 348 Kali
Menkes Ajak Perkuat Daya Tahan Tubuh dengan OMAI
Menkes RI., Terawan Agus Putranto dalam Webinar Nasional IV Bulan Bung Karno 2020- oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Pusat PDI Perjuangan, Selasa, 30 Juni 2020. Foto: PDI Perjuangan.

Menkes RI., Letjen (Purn) Terawan Agus Putranto mengajak masyarakat memperkuat daya tahan tubuh saat pandemi COVID-19, dengan menggunakan Obat Modern Asli Indonesia (OMAI)- yang bahan bakunya dari kekayaan alam Indonesia, sudah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dengan uji praklinis dan uji klinis.

Hal tersebut ditegaskan Menkes, Terawan pada saat Webinar Nasional IV Bulan Bung Karno 2020- oleh Badan Pendidikan dan Pelatihan Pusat PDIP, pada Selasa, 30 Juni 2020, dengan tema ’Politik Kesehatan Berdikari’.

Hadir pada kegiatan ini, Ketua DPR RI., Puan Maharani, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, Menkes, Letjen (Purn), Terawan Agus Putranto, Kepala BKKBN, Hasto Wardoyo, dan Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan.

Terawan Agus Putranto mengisyaratkan masyarakat tidak perlu ragu menggunakan OMAI untuk memperkuat ketahanan tubuh masyarakat di tengah pandemi COVID-19. Kementerian Kesehatan RI. bahkan secara khusus mempromosikannya.

"Sudah dilakukan pengembangan obat modern asli Indonesia atau disingkat OMAI yaitu produk dengan bahan baku dari kekayaan alam Indonesia yang sudah dibuktikan keamanan dan kasiatnya secara ilmiah melalui uji praklinik maupun klinik," kata Menkes yang banyak dikutip berbagai media nasional.

Dijelaskannya, lebih dari 80 obat OMAI yang telah diproduksi di Indonesia, Stimuno, Tensigart dan lain sebagainya. Sejumlah OMAI juga sudah diekspor ke beberapa negara Asia dan Eropa.

Puan Maharani menyatakan bahwa pandemi COVID-19 di Indonesia telah menguji sistem ketahanan nasional, termasuk di sektor kesehatan. Dan refleksinya adalah masih diperlukan peningkatan yang signifikan. "Khusus di bidang kesehatan, kita dapat merasakan bahwa ketahanan nasional masih perlu untuk ditingkatkan, baik dari sisi fasilitas kesehatan, maupun ketersediaan tenaga kesehatan," kata Puan.

Berita Terkait: Perkuat Ketahanan Tubuh, Menkes Ajak Gunakan OMAI

Berita Terkait: Badan POM Terbitkan Daftar OMAI 2020

CARA AMAN MEMILIH OBAT HERBAL

Agusdini Banun

Keterangan Foto: Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian Kemenkes RI., Dr. Dra. Agusdini Banun Saptaningsih, Apt, MARS. pada Dialog Publik YLKI secara virtual, Minggu, 28 Juni 2020.

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengadakan Dialog Publik dengan tema: "Polemik Beragamnya Klaim Temuan Obat dan Jamu Herbal Penangkal COVID-19",  pada Minggu, 28 Juni 2020. Narasumber yang tampil: Dr. Lucia Rizka Andalusia, Apt., M.Pharm, MARS, Direktur Registrasi Obat BPOM RI., DR. Dr. Erlina Burhan, M.Sc., Sp.P(K), Praktisi, Humas RSUP Persahabatan, Dr. Pandu Riono, MPH, Ph.D, Akademisi FKM UI, Dra. Engko Sosialine Magdalene, Apt., M.Biomed, Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI., yang diwakilkan kepada: Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian Kemenkes, Dr. Dra. Agusdini Banun Saptaningsih, Apt, MARS.

Penanggap: Sudaryatmo, Anggota Pengurus Harian YLKI, Prof. DR. Dr. Bambang Supriyatno, Sp.A (K), Ketua Konsil Kedokteran Indonesia, Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI.

Agusdini Banun Saptaningsih dalam presentasinya menyebutakan bahwa Surat Edaran Menteri Kesehatan, Nomor: HK 02.20/IV 2243/2020 tentang Pemanfaatan Obat Tradisional untuk Pemeliharaan Kesehatan, Pencegahan Penyakit, dan Perawatan Kesehatan, agar masyarakat dapat melakukan perawatan kesehatan secara mandiri dan benar melalui pemanfaatan tanaman obat sebagai OT- Obat Tradisional berupa Jamu, OHT, dan Fitofarmaka (dalam bentuk sediaan segar maupun sediaan jadi).

Kementerian Kesehatan, lanjut Agusdini Banun, mendukung upaya pencegahan penyebaran COVID-19 melalui penyediaan obat dan obat tradisional untuk COVID-19 dengan bersinergi dan berkolaborasi antar Kementerian/Lembaga, serta penggunaannya sesuai Peraturan dan Perundangan yang berlaku.

Pemilihan Obat Tradisional, harus memperhatikan beberapa hal, yaitu:

  • AMAN. Mempunyai izin edar, Bebas bahan kimia obat, Mencantumkan kode produksi dan waktu kedaluarsa.
  • BERMUTU. Diproduksi oleh industri/usaha obat tradisional yang memiliki izin, Proses produksi sesuai CPOTB, Memenuhi Persyaratan Mutu Obat Tradisional.
  • BERMANFAAT. Mencantumkan manfaat sesuai dengan penandaan yang disetujui, Ada dosis pemakaian yang tepat, Bermanfaat sesuai dengan penggunaan secara empiris (Jamu) dan literatur pendukung (Jamu, OHT, Fitofarmaka), Hati-hati terhadap manfaat yang over klaim.

DPR MENDORONG OMAI DIKONSUMSI SAAT COVID-19

Melkiades Laka Lena

Keterangan Foto: Emanuel Melkiades Laka Lena, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI. yang membidangi Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Kependudukan.

Sedangkan Melkiades Laka Lena mengungkapkan dalam penangangan COVID-19 ini, kita sebaiknya juga memperhatikan penangangan COVID-19 di China yang mensinergikan konsep pengobatan konvensional dan TCM. Konsep pengobatan modern dan tradisional yang saling sinergi, saling melengkapi.

"Menangani COVID-19 ini, semua otoritas politik harus bersatu padu, baik yang di Pusat dan Daerah. Tenaga Medis juga harus terjaga, agar tidak mudah terpapar virus. Semua yang terkait dalam penanganan pasien COVID-19 harus dijaga, hingga office boy. Karena ada kasus, ada OB yang terinfeksi virus dan menular ke tenaga medis," Melki mengingatkan.

Masyarakat juga harus terus dihimbau, lanjut Melki, agar disiplin menjalankan protokol kesehetan dan patuh. Pasar tradisional, disebutnya harus menjadi perhatian, karena berpotensi menjadi cluster baru COVID-19.

"Indonesia yang kaya dengan tanaman obat, yang sudah diriset menjadi OMAI dan terbukti dapat meningkatkan daya tahan tubuh perlu didorong untuk dikonsumsi masyarakat secara intensif," Melkiades menegaskan.

OMAI yang sudah diriset uji praklinis dan uji klinis, tidak dipakai, maka produsennya mengeluh. Untuk itu, teman-teman dokter dapat mendorong untuk menggunakan, diresepkan di pelayanan kesehatan, dan disinergikan antara obat konvensional dengan obat herbal. Ini tidak saja pada saat pandemi COVID-19, tetapi juga pada pengobatan lainnya. Melkiades megakhiri tanggapannya. ") PROGRAM EDUKASI OMAI- OBAT MODERN ASLI INDONESIA


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: