7 Point Penting, Catatan Kasus Penggunaan Jamu Pada Bayi
Tanggal Posting : Minggu, 22 Januari 2023 | 03:47
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 96 Kali
7 Point Penting, Catatan Kasus Penggunaan Jamu Pada Bayi
Penggunaan Jamu harus mengikuti aturan takaran dosis, dan waktu mengkonsumsinya.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Ketua Umum PDPOTJI (Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia), Dr. (Cand) dr. Inggrid Tania, M.Si (Herbal) memberikan catatan 7 point penting, sebagai saran dan himbauan atas terjadinya kasus bayi berumur 54 hari yang meninggal, akibat sesak nafas dan infeksi paru setelah minum ramuan daun kecipir dan kencur.

Berikut ini, 7 Point Penting Saran dan Himbauan PDPOTJI yang diterima Redaksi JamuDigital pada 21 Januari 2023:

1. Bayi berumur di bawah 6 bulan semestinya hanya diberikan ASI (Air Susu Ibu) secara eksklusif atau susu formula, dan tidak diberikan ramuan herbal dan juga dibatasi dari pemberian obat konvensional, kecuali atas resep atau petunjuk dokter ahli.

2. Atas petunjuk dokter ahli, ibu menyusui dibolehkan mengonsumsi beberapa ramuan herbal tertentu dalam takaran yang aman, misalnya empon-empon termasuk kunyit, kencur dan sebagainya serta herbal dalam bentuk sayuran, termasuk kelor, kecipir dan lain-lain.

3. Kecipir termasuk tanaman legume (kacang-kacangan) yang kaya protein dari setiap bagian tanamannya yang sebetulnya bernutrisi, namun memiliki risiko menimbulkan alergi pada bayi seperti halnya kedelai. Sehingga agar aman, setiap bagian tanaman kecipir bisa diperkenalkan sebagai pangan sayur mulai bayi berusia 1 tahun dengan takaran sebagaimana sayur pada umumnya (1-2 sendok makan, maksimal 3-4 kali sehari).

4. Kencur adalah rempah jenis empon-empon yang umumnya tidak memiliki potensi sebagai alergen, maka bisa diperkenalkan sebagai bumbu masakan mulai bayi berumur 6 bulan dengan takaran 1/16 hingga 1/8 sendok teh maksimal 3-4 kali sehari.

5. Jika melihat dari berita yang menyebutkan bahwa bayi yang meninggal itu sebelumnya mengalami sesak nafas, ada kemungkinan sesak nafasnya merupakan salah satu gejala alergi terhadap protein kecipir. Namun sesak nafasnya dapat pula disebabkan oleh adanya infeksi paru yang dialaminya sebelum diberikan ramuan herbal.

6. Ramuan tradisional daun kecipir umumnya dibuat dari daun kecipir mentah. Penting diketahui bahwa daun kecipir mentah mengandung sedikit zat toksik glikosida sianida yang dapat dihilangkan zat toksik tersebut dengan cara memasak atau merebus daunnya.

7. Bagian-bagian tanaman kecipir juga mengandung asam oksalat yang dapat memicu terbentuknya batu ginjal pada orang-orang yang rentan. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU, NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2023. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: