ProAKSI BERPADU Jangkau Langsung Pelaku Bisnis OBA, Obat Kuasi, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik
Tanggal Posting : Jumat, 22 Agustus 2025 | 19:36
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 381 Kali
ProAKSI BERPADU Jangkau Langsung Pelaku Bisnis OBA, Obat Kuasi, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik
ProAKSI BERPADU meliputi percepatan registrasi dan notifikasi, peningkatan pemahaman stakeholder, dan digitalisasi informasi.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Minat masyarakat terhadap produk Obat Bahan Alam, Obat Kuasi, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik disingkat OBAOKSKK semakin tinggi.

Peminatan ini direspon positif oleh pelaku usaha dengan mengembangkan dan memproduksi produk-produk tersebut, ditandai dengan peningkatan pendaftaran produk dalam 5 tahun terakhir.

Pada periode semester 1 tahun 2025, jumlah pengajuan pendaftaran produk mencapai angka 64373 dengan rincian yaitu Obat Bahan Alam sejumlah 5,19 %, Obat Kuasi 0,43%, Suplemen Kesehatan 1,57%, dan notifikasi kosmetik 92,80%.

Keseriusan pelaku usaha dan peneliti dalam mengembangkan Obat Bahan Alam juga terlihat dari tren kenaikan pengajuan protokol uji praklinik 64,63% dan pengajuan uji klinik rata-rata 21 protokol per tahun pada periode 2022 - 2024.

Peningkatan penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan keamanan produk yang beredar sehingga kepercayaan konsumen dan pemanfaatan di sarana kesehatan meningkat.

Peningkatan tersebut menjadi tantangan dalam pemenuhan timeline kinerja dan kemudahan pelaku usaha untuk mendapatkan layanan yang inklusif.

Sebagai bentuk dukungan kepada para pelaku usaha dan peneliti, Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik (OTSKK) BPOM terus berupaya menciptakan inovasi melalui program ProAKSI BERPADU (Program AKSelerasi BERsama Registrasi & PendAmpingan TerPADU).

Dengan semangat "Jangkau Langsung", ProAKSI BERPADU diharapkan dapat terus menjangkau dan melayani seluruh pemangku di wilayah Indonesia.

Program yang terintegrasi dalam ProAKSI BERPADU meliputi percepatan registrasi dan notifikasi, peningkatan pemahaman stakeholder, dan digitalisasi informasi.

Pertama, percepatan registrasi dan notifikasi melalui beberapa kegiatan yaitu Intensifikasi Evaluasi, Desk Registrasi, dan Pelayanan Prima di daerah.

Intensifikasi dan Desk Registrasi difokuskan bagi pelaku usaha yang sedang dalam proses pengajuan produk.

Pada kegiatan ini, pelaku usaha dapat berkonsultasi langsung dengan petugas, sehingga konfirmasi terhadap kekurangan dokumen/ data dan proses evaluasi dalam rangka penerbitan izin edar, persetujuan pelaksanaan uji praklinik/ uji klinik, dan pemenuhan CAPA DIP berlangsung lebih cepat.

Adapun kegiatan pelayanan prima merupakan pelayanan jemput bola langsung di beberapa daerah seperti yang telah dilakukan periode tahun 2024 - 2025 diantaranya di Medan, Pontianak, Bandung, Banyumas, Semarang, Surakarta, Surabaya, Yogyakarta, Mataram, Bali, Makassar, Manado, Manokwari, dan beberapa daerah lainnya.

Kedua, peningkatan pemahaman stakeholder. Badan POM selalu terbuka dan mendorong para pelaku usaha baru untuk mengurus legalitas produknya. Dalam hal ini, peningkatan pemahaman pelaku usaha terkait regulasi dan tata cara registrasi OBAOKSKK terus gencar dilakukan baik secara daring maupun luring.

Terdapat 2 (dua) kegiatan khusus untuk para pelaku usaha start up yaitu RUBIK (Ruang Bimbingan Notifikasi Kosmetik) dan SEHATI (Sesi Edukasi Obat Bahan Alam, Obat Kuasi, dan Suplemen Kesehatan Terintegrasi).

Program yang berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan utama pendampingan kepada pelaku.

Setelah berfokus pada start up, Direktorat Registrasi OTSKK terus mendorong peningkatan kompetensi bagi registration officer melalui berbagai kegiatan diantaranya SPEKTRA (Sesi Peningkatan Kompetensi Petugas Registrasi OBA, OK, SK), ICONIC (Coaching Clinic of Cosmetic Notification), INCHARGE (Intensive and Collaborative Training for Cosmetic Product Information File), SINERGI (Sistem Pendampingan DIP yang Terintegrasi) dan PEDULI RISET (Pendampingan Uji Praklinik dan Uji Klinik kepada Industri Serta Peneliti).

Informasi pelaksanaan kegiatan dapat diakses secara luas melalui media sosial Direktorat Registrasi OTSKK.

Kolaborasi dengan stakeholder seperti kementerian/ lembaga, asosiasi, lembaga riset, perguruan tinggi terus dilakukan. Kami percaya bahwa kolaborasi dapat memperkuat dan memperluas dampak nyata ProAKSI BERPADU bagi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Ketiga, transformasi digital kini hadir dalam layanan registrasi produk melalui portal terpadu registrasiotskk.pom.go.id. Publik dapat mengakses sistem e-registrasi (ASROT, NOTIFKOS, SIAP-UK, SIREKA), fitur konsultasi, hingga subsite edukasi SELASAR.

Tersedia juga inovasi fitur START (Simulasi Penetapan Kategori Terpadu) dan I-CON (ING Converter) di SELASAR. Bingung kategorisasi produk? Gunakan fitur START. Perlu hitung nilai gizi? I-CON siap membantu.

"ProAKSI BERPADU, Jangkau Langsung, kami hadir di setiap langkah". (Suci Ardina- Direktorat Registrasi Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU, NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2024. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: