Bebas Nyeri Punggung Bebas Beraktifitas
Tanggal Posting : Minggu, 7 November 2021 | 08:18
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 202 Kali
Bebas Nyeri Punggung Bebas Beraktifitas
dr. Abdaud Rasyid Yamani, Sp.OT saat webinar "Bebas Nyeri Punggung Bebas Beraktifitas" yang diadakan oleh RS Karima Utama (RSKU) Surakarta pada 6 November 2021.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Nyeri punggung adalah salah satu kondisi umum yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, dirasakan pada sepanjang tulang belakang dari leher hingga panggul.

Gejalanya dapat berupa rasa sakit yang datang dan pergi, sendi yang terasa kaku atau sulit digerakkan dan rasa tegang. Nyeri punggung dapat dipicu postur tubuh yang salah saat duduk, berdiri, membungkuk atau efek mengangkat benda yang berat.

Hal ini diungkapkan pada webinar yang diadakan oleh RS Karima Utama (RSKU) Surakarta dengan tema: "Bebas Nyeri Punggung Bebas Beraktifitas," pada 6 November 2021. Webinar ini menampilkan tiga dokter ahli orthopedi: dr. Abdaud Rasyid Yamani, Sp.OT., dr. Sri Marwanta, Sp.PD., M.Kes., FINASIM., Dr. dr. Siswarni, Sp.KFR (K) yang dimoderatori oleh: Dr. Classidio Primasa Mauly P.

dr. Abdaud Rasyid Yamani, Sp.OT menjelaskan apa Itu Low Back Pain (LBP)? Nyeri pada punggung bawah, dengan/tanpa menjalar ke tungkai >80% orang dewasa mengalami sakit punggung selama hidupnya. Penyakit Akut: < 3 bulan dan Kronis: > 3 bulan.

Ini merupakan insiden tertinggi selama 3 dekade terakhir. Urutan ke-2 untuk alasan konsultasi ke dokter. Dan termasuk empat besar penyakit Muskuloskeletal. Penyebab paling umum dari disabilitas terkait pekerjaan.

Kejadian LBP dalam hidup seseorang kemungkinan mengalami LBP sebesar 84 %. Bila sudah terkena LBP 44-78% nyeri kambuh. Kejadian LBP secara global dalam 1 tahun sebanyak 60% Populasi normal (sehat) mengalami LBP (ringan – berat).

Penyebab LBP terbagi menjadi dua: Trauma dan Non-Trauma. LBP Trauma terbagi menjadi: Stabil dan Tidak stabil. Sedangkan LBP yang Non-Trauma: Spine dan Non-Spine. LBP Non-Trauma Spine terbagi menjadi: Degeneratif, infeksi, tumor, osteoporosis dan deformitas.

Gejala LBP yang memiliki faktor resiko diantaranya Faktor gaya hidup: Poor physical fitness, Merokok, Kecemasan, Depresi, Stress pikiran. Faktor Pekerjaan: Membungkuk, Menyetir, Angkat berat, Duduk lama, Getaran. Faktor Aktivitas: Postur tubuh dan Olahraga berlebihan.

Penderita LBP dapat berobat ke dokter: Bila nyeri tidak berkurang dengan istirahat. Bila nyeri bertambah. Bila keluhan mengganggu aktivitas pekerjaan. Bila keluhan mengganggu aktivitas sehari-hari. Bila nyeri diakibatkan jatuh/kejadian/aktivitas tertentu.

Penanganan yang dilakukan oleh dokter terhadap penyakit LBP: Riwayat penyakit, Pemeriksaan fisik, Roentgen / X-ray polos, Cek darah, MRI, dan CT-Scan. Penanganan LBP Konservatif (Non-intervensi): Modifikasi aktivitas, Obat-obatan, Fisioterapi dan Korset. Penanganan LBP Intervensi: Injeksi obat, Ablasi, Radiofrekuensi, Injeksi Stem-cell, dan Operasi.

dr. Sri Marwanta, Sp.PD., M.Kes., FINASIM., memaparkan definisi nyeri punggung. Nyeri punggung adalah salah satu kondisi umum yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, dirasakan pada sepanjang tulang belakang dari leher hingga panggul.

Gejalanya dapat berupa rasa sakit yang datang dan pergi, sendi yang terasa kaku atau sulit digerakkan dan rasa tegang. Nyeri punggung dapat dipicu postur tubuh yang salah saat duduk, berdiri, membungkuk atau efek mengangkat benda yang berat. Jenis Nyeri Punggung: Nyeri leher, Nyeri punggung bagian tengah, Nyeri punggung bagian bawah, Nyeri pada tulang ekor.

Gejala Nyeri Punggung: Rasa nyeri terus menerus atau kaku pada sepanjang tulang belakang. Nyeri menusuk, tajam, dan berlokasi pada leher maupun punggung. Nyeri kronis pada punggung bagian tengah atau bawah terutama setelah duduk atau berdiri lama. Nyeri punggung yang menjalar dari punggung bawah hingga ke bokong, belakang paha, betis, dan jari kaki. Tidak mampu berdiri tegak tanpa rasa nyeri atau otot keram pada punggung bagian bawah.

Menangani Nyeri Punggung Akut: Melakukan Aktivitas Fisik Ringan: seperti berjalan kaki atau melakukan kegiatan sehari-hari, justru akan membantu pemulihan nyeri punggung. Kompres: penderita dapat mengompres area yang sakit dengan kompres dingin atau hangat dapat juga menggunakan koyo hangat atau balsam.

Obat Pereda Nyeri: Paracetamol merupakan obat pereda nyeri yang dijual bebas dan dapat digunakan untuk meredakan nyeri punggung. Mengubah Gaya Hidup: Olahraga secara teratur. Posisi Tidur: Jika penderita nyeri punggung terbiasa tidur telentang, dapat menempatkan bantal di bawah lutut.

Sementara jika terbiasa tidur menyamping, penderita dapat mengangkat tungkai ke arah dada, lalu menempatkan bantal di antara kedua tungkai. Posisi-posisi ini akan membantu menjaga postur punggung tetap pada posisi normal.

Pengobatan Nyeri Punggung Kronis: Fisioterapi, fisioterapi adalah terapi untuk memperbaiki fungsi gerak motorik akibat cedera, cacat atau penyakit. Olahraga, Olahraga bertujuan untuk memperbaiki postur tubuh dan memperkuat otot penderita. Target ini dapat dicapai dengan peregangan dan aerobik. Terapi Perilaku Kognitif. Perasaan dan pikiran negatif yang dimiliki penderita dapat menyebabkan nyeri punggung menjadi lebih buruk. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2022. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: