Ketahui Cara Tepat Mencegah Tulang Rapuh
Tanggal Posting : Sabtu, 23 Oktober 2021 | 07:56
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 252 Kali
Ketahui Cara Tepat Mencegah Tulang Rapuh
Di seluruh dunia, setiap 1 detik terjadi 1 fraktur akibat osteoporosis. Terdapat 200 juta penderita osteoporosis di seluruh dunia pada tahun 2009 (Infodatin Kemkes RI.)

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Ingin tahu kan, bagaimana caranya yang tepat untuk mencegah tulang kamu rapuh? Nah ini, saran dokter orthopedi: Tingkatkan deposit tulang, Pertahankan massa tulang dan Hindari resiko jatuh.

"Yang dimaksud deposit tulang yaitu menyimpan massa tulang yang banyak dalam tubuh, sehingga mempunyai massa tulang yang banyak. Apabila terjadi proses osteoporosis, tulang masih kuat. Massa tulang adalah kandungan tulang dalam tubuh/matrix tulang," ungkap Dokter Spesialis Orthopedi dan Traumatologi, Dr.dr.Pamudji Utomo, Sp.OT(K).

Hal ini dikemukakan pada webinar yang diadakan oleh RS Karima Utama (RSKU) Surakarta dengan tema: "Cegah Tulang Rapuh Produktif Sepanjang Masa," pada 20 Oktober 2021. Webinar ini diikuti para remaja hingga usia senja, Nakes dan juga NonNakes.

"Take action for bone health. Up to 70% of vertebral fractures are undiagnosed. See your doctor if you have height loss, stooped back or sudden back pain. Ambil indakan untuk kesehatan tulang. Hingga 70% dari patah tulang belakang tidak terdiagnosis. Temui dokter Anda jika Anda mengalami penurunan tinggi badan, punggung bungkuk, atau sakit punggung tiba-tiba!," Doktor Pamudji mengingatkan ketika memulai presentasinya berjudul: "Apa Resiko Tulang Rapuh?"

Bagian yang secara umum sering patah tulang adalah: Pergelangan Tangan (20%), Tulang Belakang (50%), Pinggul (20%), dan bagian lain (10%).

Tulang rapuh (osteoporosis), Doktor Pamudji-Dokter Fungsional di RSKU menambahkan yaitu berkurangnya masa tulang, yang berisiko terjadi patah dan dapat menyebabkan kecacatan atau kematian. Tulang adalah jaringan yang hidup, siklus perbaruan terjadi setiap 7-10 tahun.

Patah Tulang akan mengubah gaya hidup: Proses penyembuhan patah tulangnya, Nyeri: kadang berlangsung lama, Permasalahan pergerakan (butuh alat bantu), Gangguan emosional.

Berikut ini efek patah Tulang Belakang: Gangguan BAB, Napsu makan berkurang, Nyeri punggung kronis, Berkurang tinggi badan, Permasalahan pernafasan, Kesemutan.

Tulang Rapuh

Dikutip dari Infodatin Kementerian Kesehatan RI. disebutkan bahwa Osteoporosis adalah suatu penyakit tulang sistemik yang ditandai oleh menurunnya kekuatan tulang, sehingga tulang mudah patah (International Osteoporosis Foundation- IOF). Di Indonesia, osteoporosis dikenal dengan sebutan keropos tulang.

Osteoporosis merupakan kondisi atau penyakit dimana tulang menjadi rapuh dan mudah retak atau patah. Osteoporosis adalah suatu penyakit yang ditandai dengan berkurangnya massa tulang dan adanya perubahan mikroarsitektur (bentuk mikro) jaringan tulang yang mengakibatkan menurunnya kekuatan tulang dan meningkatnya kerapuhan tulang, sehingga menyebabkan tulang mudah patah (Syafira, dkk, 2019).

Osteoporasis ditandai oleh dua hal yaitu pertama densitas (kepadatan) tulang berkurang, kemudian kedua kualitas tulang menurun. Densitas tulang, yaitu berapa gram mineral per volume tulang. Sedangkan kualitas tulang menyangkut arsitektur, penghancuran, dan pembentukan kembali (mineralisasi) tulang.

Densitas tukang dapat dihitung menggunakan angka dengan berbagai alat, sedangkan kualitas tulang tidak dapat dihitung dengan menggunakan angka. Tulang yang normal mengandung protein, kolagen, dan kalsium. Apabila tulang kekurangan zat-zat gizi tersebut, maka tulang akan mengalami keropos. Tulang yang telah keropos akan rentan mengalami fraktur, karena Itu pencegahan penting dilakukan agar tulang tidak sampai mengalami keropos (Limbong, 2015).

World Health Organization (WHO) menentukan kriteria mengenai tingkat keparahan keropos tulang yang sudah diterima oleh seluruh dunia berdasarkan nilai T-score. Nilai T-score didapat saat pemeriksaan BMD (Bone Mineral Density). Bila T-score kurang dari -2.5 digolongkan sebagai Osteoporosis.

Nilai T-score di bawah -1,0 dinamakan osteopenia dan massa tulang yang rendah. Nilai T-score di antara -1 sampai +1 tergolong normal. Osteoporosis terjadi jika laju penghancuran tulang meningkat, sedangkan pembentukan kembali menurun, sehingga tulang menjadi rapuh dan keropos (World Health Organtzation, 2004).

Di seluruh dunia, 1 dari 3 perempuan dan 1 dari 5 laki-laki berusia lebih dari 50 tahun akan mengalami fruktur (patah tulang) osteoporosis. Di seluruh dunia, setiap 3 detik terjadi 1 fraktrur akibat osteoporosis. Terdapat 200 juta penderita osteoporosis di seluruh dunia pada tahun 2009. (Tandra, 2009 dalam Limbong, 2015). Pada tahun 2013, prevalensi osteoporosis pada perempuan berusia 50-80 tahun adalah sebanyak 23% dan usia 70-80 tahun sebesar 53% (Laporan Asia Pasific Regional Audit: Epidemiology, Cost and Burden of Osteoporosis, 2013).

RSKU Surakarta

Rumah Sakit Karima Utama adalah Rumah Sakit Khusus yang mengutamakan pada pelayanan Bedah Orthopaedi dan Orthopaedi Traumatologi, dilatar-belakangi oleh faktor-faktor berikut ini: Belum adanya Rumah Sakit Orthopaedi yang dikelola swasta dan berlokasi di Surakarta, Semakin banyaknya kecelakaan yang terjadi dan semakin pesatnya industri yang menyebabkan meningkatnya tingkat kecelakaan. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: