Audiensi GP. Jamu Jateng Dengan Gubernur Jawa Tengah
Tanggal Posting : Rabu, 24 April 2019 | 23:54
Liputan : Redaksi - Dibaca : 398 Kali
Audiensi GP. Jamu Jateng Dengan Gubernur Jawa Tengah
Pengurus GP. Jamu Jateng melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, pada 22 April 2019

JamuDigital.Com. GP. Jamu Jawa Tengah melakukan audiensi dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo pada 22 April 2019 di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang. Pada kesempatan tersebut disampaikan berbagai hal yang terkait dengan permasalahan Jamu di Jawa Tengah, antara lain tentang bahan baku dan tindak lanjut pencanangan Kabupaten Sukoharjo sebagai Destinasi Wisata Jamu.

Direktur Eksekutif GP. Jamu- Jawa Tengah, Stefanus Handoyo Saputro yang hadir pada pertemuan bersama dengan sejumlah pengurus menjelaskan tentang latar belakang diadakannya tatap muka dengan Gubernur Jateng tersebut sebagai berikut:

  • Rencana pemerintah menjadikan provinsi Jawa Tengah sebagai pusat induk pembangunan Industri Nasional.
  • RIP Jateng 2017-2037 Perda No. 10/2017 Industri Jamu adalah salah satu Industri unggulan di Prov. Jawa Tengah.
  • Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu daerah pusat keanekaragaman sumber daya genetik dan pengetahuan tradisional, sesuai Pergub 74/2017 tentang perlindungan Sumber Daya Genetik dan Pengetahuan Tradisional.
  • Industri Jamu di Jawa Tengah memiliki kontribusi sekitar 60% dari total pemasaran seluruh Indonesia.
  • Peran Jamu dalam menjaga kesehatan, yakni Jamu membantu orang tetap sehat.
  • Jamu adalah bagian dari karsa dan budaya bangsa Indonesia di bidang kesehatan kecantikan dan pangan.

"Pada kesempatan tersebut juga disampaikan permohonan GP. Jamu Jateng agar adanya dukungan dari Pemprov Jawa Tengah kepada Industri Jamu Jawa Tengah," jelas Stefanus Handoyo Saputro kepada Redaksi JamuDigital.Com.

Berbagai usulan yang disampaikan Pengurus GP. Jamu Jawa Tengah adalah sebagai berikut:

  • BIDANG PROMOSI. Mohon dukungan dari bapak Gubernur Jawa Tengah untuk menggalakkan promosi jamu agar jamu semakin digemari dan semakin benar cara pembuatannya yang nantinya akan menaikan permintaan pasar antara lain : a. Membuat Baliho Bapak Gubernur dan Wakl Gubernur sedang minum jamu dan tentunya juga diikuti para kepala daerah (Pemkab/Pemkot) di Jawa Tengah. b.Festival Jamu dan Kuliner yang setiap tahun dilaksanakan untuk tetap diprogramkan oleh Dinporapar Prov. Jawa Tengah. c.Pojok Jamu disetiap rumah sakit baik negeri/swasta dari Jawa Tengah mohon dukungan Pemprov Jateng dan Dinas Kesehatan Prov. Jateng (untuk rekomendasi dan lain-lain).
  • BIDANG WARISAN BUDAYA TAK BENDA. Obat Tradisional/Jamu adalah warisan Budaya nusantara. Warisan budaya ini harus dilestarikan dan menggalakkan pemanfaatan warisan budaya ini yaitu jamu yang memiliki nilai manfaat serta ekonomis tinggi sehingga menjadi keunggulan maupun memiliki nilai tambah bagi perekonomian Negara. GP. Jamu Jateng melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah telah mengusulkan untuk jamu sebagai Kekayaan Budaya Tak Benda ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. di Jakarta. Karya Budaya yang diajukan: Jamu Beras Kencur, Jamu Kunir Asem, Jamu Cabe Puyang, Jamu Uyup uyup, Jamu Paitan

"Kami mohon dukungan Bapak gubernur untuk terwujudnya keinginan GP Jamu Jawa Tengah bahwa jamu ditetapkan sebagai warisan budaya dan selanjutnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dapat mengusulkan ke UNESCO," urai Stefanus Handoyo.

  • BIDANG BAHAN BAKU JAMU. Ketersediaan bahan baku jamu di Jawa Tengah menjadi Kendala bagi Industri jamu di Jawa Tengah sulit untuk mendapatkan jumlah yang banyak jika dibutuhkan. Oleh karena itu GP. Jamu Jateng mohon kepada Bapak Gubernur antara lain: a. Pemberdayaan/pembinaan terhadap petani tanaman obat melaksanakan dengan terprogram. b.Penguatan industri hulu hingga hilir terwujudnya fasilitas penyangga (bulog) bahan baku jamu di Jawa Tengah. c.Sinergisme Academy, Business, Government, Community. d.Sinergisme Dinas dinas terkait di Prov. Jawa Tengah

Kebutuhan Bahan Baku

Ada empat biofarmaka yaitu: Jahe, Kencur, Kunyit, Temulawak yang paling banyak digunakan di Indonesia dan di ekspor.

Kebutuhan bahan baku yang paling banyak digunakan di Jawa Tengah: Jahe kurang lebih 110 Ton/bulan, Kencur kurang lebih 40 Ton/bulan, Kunyit kurang lebih 40 Ton/bulan, Temulawak kurang lebih 40 Ton/bulan. Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2019. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: