Membidik Pasar Herbal di Saudi Arabia
Tanggal Posting : Sabtu, 22 Agustus 2020 | 05:33
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 415 Kali
Membidik Pasar Herbal di Saudi Arabia
MOU tentang Pengawasan, Kualitas, dan Keamanan Pangan dan Produk Obat antara Indonesia dan Saudi Arabia pada Kamis, 13 Agustus 2020.

JamuDigital.Com-PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Pasar herbal di Saudi Arabia mulai serius dibidik produsen herbal Idonesia, dan kerjasama antar lembaga dari kedua negara juga terus ditingkatkan.

Untuk memperkuat kerja sama di antara Otoritas Regulator Obat dan Makanan Indonesia dan Arab Saudi, Badan POM dan SFDA menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) tentang Pengawasan, Kualitas, dan Keamanan Pangan dan Produk Obat, Kamis, 13 Agustus 2020.

MoU ditandatangani secara desk to desk oleh H.E. Prof. Hisham bin Saad Aljadhey, CEO SFDA di Riyadh dan Penny K. Lukito, Kepala Badan POM RI di Jakarta. MoU ini memiliki arti penting dan historis yang menandai secara resmi dimulainya kerja sama di bidang Obat dan Makanan diantara Otoritas Regulator Obat dan Makanan Indonesia dan Arab Saudi, demikian dilansir website Badan POM.

MoU ini akan semakin memperkokoh hubungan yang sudah terjalin erat dan sangat baik di antara kedua Otoritas Regulator, sejak kedua kepala lembaga bertemu secara bilateral di sela-sela The First Meeting of the Heads of National Medicines Regulatory Authorities of OIC Member Countries pada 22 November 2018 lalu di Jakarta. 

Hubungan erat tersebut semakin diperkuat pada pertemuan bilateral kedua di Riyadh di sela-sela The 3rd SFDA Annual Conference and Exhibition. Melalui kesepakatan kerja sama ini, kedua Otoritas Regulator akan memulai kerja sama konkret di bidang pengawasan Obat dan Makanan.

"Sebagai National Competent Authority di kedua negara, MoU ini juga akan menjadi platform untuk dapat memberikan kontribusi positif dalam peningkatan perdagangan antara kedua negara, khususnya ekspor pangan dari Indonesia ke Arab Saudi," jelas Kepala Badan POM.

Pada kesempatan tersebut, CEO SFDA menyampaikan apresiasi dan rasa optimis bahwa MoU ini akan meningkatkan kapasitas regulator baik secara substansi teknis maupun pengembangan organisasi yang berkualitas dan mandiri dalam pengawasan Obat dan Makanan di kedua negara.

Sebagai langkah awal, kedua instansi akan membentuk kelompok kerja teknis sebagai forum untuk membahas berbagai program dan kegiatan konkret untuk mengimplementasikan berbagai area kerja sama MoU, termasuk merespon tantangan penanganan pandemi COVID-19 dari perspektif Regulator Obat dan Makanan.

Berita Terkait: Koordinasi Lintas Sektor Kunci Pengembangan Jamu 

Lebih jauh, dengan MoU ini diharapkan dapat memperkuat komitmen Otoritas Regulator dari negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk bersama-sama mendukung berbagai rencana aksi ketersediaan obat dan vaksin yang berkualitas, aman, bermutu, dan terjangkau.

Dengan strategi memperkuat fungsi regulatori dan meningkatkan kapasitas produksi dan distribusi vaksin di Negara Anggota OKI sesuai Deklarasi Jakarta dan Rencana Aksi NMRAs OKI OKI 2019 - 2021 yang telah diadopsi oleh pertemuan Islamic Conference of Health Ministers (ICHM) ke-7 di Abu Dhabi tahun 2019 lalu.

Ekspor Perdana Herbal Sido Muncul

Sido Muncul mengekspor satu kontainer produk  jamu ke Arab Saudi, merupakan ekspor perdana yang dilakukan Senin, 10 Agustus 2020.

Menteri Perdagangan RI., Agus Suparmanto menyambut gembira ekspor ini, karena  keberhasilan ini menumbuhkan optimisme bahwa produk makanan dan minuman, khususnya rempah-rempah dapat terus mendorong kinerja ekspor nasional.

"Selalu ada peluang di tengah kesulitan. Salah satunya, peluang ekspor produk rempah-rempah Indonesia. Peluang inilah yang harus terus dimanfaatkan oleh para pelaku usaha dan peluang ini juga yang dapat meningkatkan kinerja perdagangan Indonesia di masa pandemi COVID-19," ujar agus dalam keterangan tertulis, pada Selasa 11 Agustus 2020. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: