Pengembangan OMAI Tingkatkan Kesehatan Masyarakat
Tanggal Posting : Jumat, 9 Oktober 2020 | 07:11
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 211 Kali
Pengembangan OMAI Tingkatkan Kesehatan Masyarakat
Menko PMK, Muhadjir Effendy saat berkunjung di B2P2TOOT Tawangmangu didampingi Kepala Badan POM, Penny K. Lukito pada Kamis, 8 Oktober 2020.

JamuDigital.Com-PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Pengembangan OMAI (Obat Modern Asli Indonesia) yang berkualitas di sepanjang supply chain berperan strategis meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia, khususnya saat pandemi COVID-19, dan pemulihan ekonomi nasional melalui Gerakan Nasional "Bangga Buatan Indonesia."

Demikian dikemukakan Kepala Badan POM, Penny K. Lukito saat mendampingi Menko PMK, Muhadjir Effendy mengunjungi B2P2TOOT Tawangmangu, Jawa Tengah pada Kamis, 8 Oktober 2020, sebagaimana dimuat di website Badan POM.

Penny Lukito memberikan pujiannya terhadap keindahan dan potensi tanaman herbal yang ada di Kabupaten Karanganyar.

Menurutnya, jamu yang dibuat dari keanekaragaman hayati Indonesia mencerminkan kearifan lokal sehingga menjadi warisan budaya yang harus terus dilestarikan dan dikembangkan.

Saat ini tren konsumsi obat herbal dan jamu di masyarakat semakin meningkat seiring bertambahnya kesadaran masyarakat terhadap manfaat dan khasiatnya di tengah pandemi.

"Pandemi COVID-19 memberikan hikmah pentingnya kesehatan dan daya tahan tubuh, salah satunya dengan mengonsumsi herbal dan jamu," ujar Kepala Badan POM.

"Kebutuhan masyarakat ini tentunya menjadi peluang untuk meningkatkan suplai bahan baku jamu dan OT oleh petani jamu dan UMKM OT yang salah satunya bersumber dari Kabupaten Karanganyar ini," lanjutnya.

Hingga saat ini memang belum ada terapi atau pengobatan spesifik untuk COVID-19. Oleh sebab itu, pemanfaatan bahan alam dan berbagai penelitian herbal yang ditujukan untuk mencegah atau mengobati virus turut digencarkan.

Berita Terkait: Inovasi OMAI Makin Mendunia 

Berita Terkait: Kemenperin Dorong OMAI Untuk Pengadaan Obat JKN 

Badan POM terus mendorong petani jamu agar menerapkan cara budidaya yang baik sehingga menghasilkan panen berkualitas untuk menyuplai bahan baku Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) yang saat ini masih terbatas jumlahnya.

"Pengembangan OMAI berkualitas di sepanjang supply chain berperan strategis dalam meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia, khususnya pada masa pandemi COVID-19, serta pemulihan ekonomi nasional melalui Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia," tegas Kepala Badan POM.

"Hilangkan stigma bahwa Badan POM menakutkan. Kami terbuka untuk pelaku usaha. Kami berupaya mendampingi dan menfasilitasi pelaku usaha, agar dapat menghasilkan produk yang memenuhi standar dan berdaya saing," lanjutnya.

Sebelum berdialog, Menko PMK dan Kepala Badan POM berkesempatan meninjau dan memanen tanaman anti oksidan di salah satu kebun B2P2TOOT yaitu Thymus vulgaris L. atau herba timi, salah satu jenis tanaman yang sudah lama digunakan sebagai anti batuk dan Matricaria Chamomilla L. Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: