Inovasi OMAI Makin Mendunia
Tanggal Posting : Sabtu, 26 September 2020 | 09:41
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 1117 Kali
Inovasi OMAI Makin Mendunia
Presiden Joko Widodo mendapat penjelasan dari Pimpinan Dexa Group, Ferry Soetikno- didampingi Direktur Eksekutif DLBS, Raymond Tjandrawinata: Komitmen Dexa Group Meriset Herbal Asli Indonesia.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Inovasi Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) yang diproduksi Dexa Medica mampu menembus pasar global dan makin mendunia, karena didukung bukti ilmiah sehingga diterima oleh profesi kesehatan dan masyarakat dunia.

Sediaan OHT (Obat Herbal Terstandar) dan Fitofarmaka (FF) memenuhi persyaratan sebagai  OMAI, memiliki: nilai tambah ekonomi tinggi, menambah alternatif  atau substitusi terhadap  obat kimia konvensional, sehingga mengurangi ketergantungan terhadap obat impor. 

Salah satu keuggulan produk OMAI Dexa Medica, sebagaimana dikemukakan oleh Raymond R. Tjandrawinata, Executive Director DLBS (Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences), adalah penggunaan teknologi penapisan modern dengan cara TCEBS (Tandem Chemistry Bioassay System).

Menurut Raymond dengan metode TCEB dapat menghasilkan berbagai (fraksi) ekstrak  bioaktif, di mana setiap ekstrak tersebut  bersifat unik satu terhadap yang lainnya.

"Hal ini dapat menerangkan etnofarmakologi, yakni pemakaian tanaman yang sama untuk tujuan pengobatan penyakit yang berbeda antara etnik yang satu dengan yang lain," ungkap Raymond Tjandrawinata.

Proses ekstraksi di DLBS menggunakan Advance Fractionation Technology (AFT)- suatu proses pembuatan ekstraksi bertingkat untuk menemukan fraksi spesifik yang tepat untuk mengobati penyakit. Bioactive fraction yang dihasilkan DLBS memiliki kemurnian yang lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak biasa.

Bahan baku yang dihasilkan DLBS merupakan hasil riset sendiri yang berasal dari biodiversitas Indonesia. "Dimulai dari penelitian biomolekuler, percobaan farmakologi hewan hingga uji klinis pada pasien-pasien di berbagai kota di Indonesia," kata Raymond Tjandrawinata menambahkan.

Keunggulan OMAI Dexa Medica, antara lain: Memanfaatkan biodiversitas Indonesia, Mengimplementasikan prinsip Farmakologi dan Bioteknologi, Melakukan uji klinik untuk melengkapi medical-evidence, Memproduksi bahan baku obat herbal berdasarkan CPOTB-IEBA (Cara Produksi Obat Tradisional yang Baik-Industri Ekstrak Bahan Alam), Sarat dengan Intellectual Property Right (HaKI).

Atas Inovasi Pengembangan Obat Dalam Negeri ini, Dexa Medica medapat penghargaan dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani  pada 11 Februari 2015.

Inovasi Riset OMAI untuk Masyarakat Dunia

Salah satu institusi yang memiliki komitmen melakukan riset bahan alam untuk menemukan obat-obat baru dari alam Indonesia adalah DLBS Dexa Medica- yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat.

DLBS kini telah mampu memproduksi bahan baku aktif obat herbal dalam bentuk bioactive fraction. Prestasi ini, menjadikan DLBS sebagai lembaga pertama yang mampu memproduksi bioactive fraction herbal di Indonesia. Bahan baku aktif obat herbal dari DLBS ini dipatenkan di Indonesia dan di Internasional melalui skema Patent Cooperation Treaty.

DLBS memiliki 56 paten di berbagai negara (Amerika, Eropa, Australia, Jepang, Korea, dan beberapa negara lain), dan 10 paten di Indonesia. Prestasi ini mendapat penghargaan dari Wakil Presiden Republik Indonesia, M. Jusuf Kalla yang menyerahkan Anugrah Kekayaan Intelektual 2018, WIPO Medal for Inventors pada 26 April 2018.

Dexa Group pada 27 September 2020 ini, genap 51 tahun. Sejarah Dexa Group- tidak terpisahkan atas rintisan Drs. Letnan Kolonel (Purn.TNI AD), Rudy Soetikno, Apt. (alm.) yang bersama sejumlah rekannya di Palembang, Sumatera Selatan- yang mendirikan Dexa Medica tahun 1969. Kini Dexa Group yang genap 51 tahun telah menjadi salah satu kelompok bisnis farmasi terbesar di Indonesia.

Pendiri Dexa Medica, Rudy Soetikno pernah menerima penghargaan ’Ksatria Bakti Husada Arutala’- dari pemerintah atas jasanya di bidang kesehatan- diserahkan Menteri Kesehatan RI., Nafsiah Mboi, pada 15 November 2013.

Produk DBLS yang sukses dipasar nasional dan melenggang ke pasar global, antara lain: Stimuno (Sistem Imun), Levitens (Hipertensi), Inlacin (Diabetes), Disolf (Memperbaiki Sirkulasi Darah) dan Diabetadex (Diabetes), Redacid (Gangguan Lambung), Inbumin (Membantu Penyembuhan Luka).

Produk DLBS lainnya: Phalecarp (Kanker Payudara), HerbaKOF (Obat Batuk), HerbaVOMITZ (Obat Kembung dan Mual), HerbaCOLD (Obat Gejala Pilek dan Sakit Tenggorakan), HerbaPAIN (Obat Nyeri Kepala).

Seluruh produk OMAI DLBS juga tercantum pada: Buku Informatorium Obat Modern Asli Indonesia yang diterbitkan Badan POM.

Produk Dexa Group tidak hanya untuk konsumen lokal, tetapi juga diekspor ke berbagai negara di empat benua, yakni: Afrika, Asia, Amerika, dan Eropa. Saat ini, produk OMAI Dexa Group telah dipasarkan di beberapa negara ASEAN, antara lain: Singapura, Filipina, Kamboja, Vietnam.

Dexa Group telah tiga kali menerima Primaniyarta Award (Penghargaan Tertinggi dari Pemerintah untuk Eksportir Berprestasi), Kategori Pembangun Merek Global:

  • Pertama Tahun 2005, diserahkan oleh Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, pada 5 Oktober 2005.
  • Kedua Tahun 2018, diserahkan oleh Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Enggartiasto Lukita, pada 24 Oktober 2018.
  • Ketiga Tahun 2019, diserahkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, M. Jusuf Kalla pada 16 Oktober 2019. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2022. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: