Pelatihan Herbal Dasar Kecamatan Nuha
Tanggal Posting : Rabu, 10 April 2019 | 06:21
Liputan : Redaksi - Dibaca : 1278 Kali
Pelatihan Herbal Dasar Kecamatan Nuha
Praktek meramu oleh penyehat tradisional diposyandu herbal

JamuDigital.Com. Pelatihan herbal dasar ditujukan untuk peserta kelompok herbal baru dari Soroako yang dihadiri 9 orang peserta. Kegiatan dimulai dengan perkenalan, dan pemutaran video contoh-contoh kegiatan herbal yang dilakukan di daerah-daerah seluruh Indonesia, termasuk di daerah binaan PT. Vale Indonesia.

Kegiatan dilanjutkan dengan membagi peserta pelatihan kedalam 3 kelompok, untuk menuliskan harapan dan tujuan mengekuti kegiatan pelatihan ini, dengan tujuan agar menyelaraskan keinginan, harapan dan tujuan peserta supaya dapat mengetahui motivasi peserta dan mewujudkan harapan dan tujuan tersebut dengan nyata.

Setelah berdiskusi selama beberapa menit, kemudian setiap kelompok mempresentasikan hasil diskusi tersebut kepada seluruh peserta. Keinginan tersebut diantaranya :

  • Memperluas relasi/  silaturahmi
  • Mengetahui tanaman obat yang ada disekitar
  • Hidup lebih sehat dengan tanaman obat
  • Mengambil manfaat tanaman obat untuk mengobati diri sendiri, keluarga, dan masyarakat yang lebih luas
  • Menyebarkan ilmu tanaman obat
  • Mengembangkan ilmu kesehatan tradisional
  • Mengetahui budidaya tanaman obat
  • Menjadi penyehat tradisonal dan menjadi wirausahawan herbal

Kegiatan selanjutnya yakni pemaparan rencana kegiatan melalui daftar rencana dan contoh-contoh kegiatan yang telah terselenggara di berbagai daerah binaan.

Dari presentasi ini diharapkan peserta mempunyai bayangan bagaimana kegiatan akan dilaksakan, bagaimana tahapan yang akan ditempuh, dan bagaimana hasil yang akan didapatkan.

Materi yang selanjutnya diberikan adalah mengenai simplisia, materi ini diberikan pada pelatihan herbal dasar karena simplisia akan menjadi standar saat aplikasi tanaman obat.

Penjelasan dimulai dari pembibitan (bagaimana memilih bibit yang berkualitas, cara menanam) hingga penyimpnan simplisia.

Berbagai macam tanaman obat yang mudah didapat disekitar rumah dan lingkungan sehari-hari juga mulai diperkenalkan, dengan antusias peserta memperhatikan dan membuat catatan.

Tanaman yang dijelaskan beragam, dari mulai rerumputan, tanaman liar, tanaman hias hingga bumbu dapur, termasuk tentang pengelolaan dan pengembangan TOGA (Taman Obat Keluarga).

Peserta diberikan pengetahuan apa itu TOGA, manfaat (resep sederhana untuk sehari-hari), dan cara membuat TOGA, dan bagaimana mengembangkan TOGA.

Selain memberikan pengetahuan TOGA, materi ini ditujukan untuk membangun semangat peserta untuk mengamalkan pengetahuan dan keilmuan peserta yang sudah didapat tentang tanaman obat dan khasiatnya.

Materi terakhir adalah pembahasan Penyehat tradisional, dimana peserta mulai dikenakan pengertian, peranan, batasan, dan hukum yang berlaku di Indonesia.

Kemudian rencana tindak lanjut dibuat diakhir acara pelatihan, peserta membuat daftar rencana kegiatan yang akan dilakukan setelah pelatihan berakhir, kegiatan ini difasilitasi oleh pendamping, agar mudah berkomunikasi dan merealisasikan kegiatan dengan efektif. Rencana tindak lanjut tersebut diantaranya:

  • Menanam tanaman obat dirumah
  • Melakukan studi lapangan ke TOGA yang sudah ada
  • Mengikuti posyandu herbal yang akan dilaksanakan tanggal 18 Maret 2018
  • Praktek membuat ramuan

Demikian laporan dr. Rianti Maharani, M.Si, anggota Perhimpunan Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI), yang juga Facilitators of Community, Empowerment Programs, Herb Organic Consultant dalam Pelatihan Herbal Dasar Kecamatan Nuha, 17 Maret 2019. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: