Manfaat Sambiloto Sebagai Pereda Nyeri
Tanggal Posting : Selasa, 14 September 2021 | 08:32
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 176 Kali
Manfaat Sambiloto Sebagai Pereda Nyeri
Di balik rasa yang pahit dari Sambiloto ternyata memiliki manfaat sebagai pereda nyeri.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Meski memiliki rasa yang pahit, manfaat Sambiloto bagi kesehatan tidak perlu diragukan lagi. Tanaman herbal ini bahkan sudah digunakan sejak lama sebagai obat tradisional karena dianggap dapat menyembuhkan berbagai penyakit, salah satunya sebagai pereda nyeri.

Sambiloto (Andrographis paniculata) dibeberapa daerah dikenal dengan papaitan, ki oray, ki peurat, takilo, bidara, sadilata, sambilata, takila, ampadu. Sambiloto memiliki batang tidak berambut, tebal 2-6 mm, persegi empat, batang bagian atas seringkali dengan sudut agak berusuk.

Daun bersilang berhadapan, umumnya terlepas dari batang, bentuk lanset sampai bentuk lidah tombak, rapuh, tipis, tidak berambut, pangkal daun runcing, ujung meruncing, tepi daun rata. Permukaan alas berwarna hijau tua atau hijau kecokelatan, permukaan bawah berwarna hijau pucat.

Tangkai daun pendek. Buah berbentuk jorong, pangkal dan ujung tajam, kadang-kadang pecah secara membujur. Permukaan luar kulit buah berwarna hijau tua hingga hijau kecokelatan, permukaan dalam berwarna putih atau putih kelabu. Biji agak keras, permukaan luar berwarna cokelat muda dengan tonjolan.

Kandungan utama Sambiloto adalah lakton diterpen termasuk andrografolid, deoksiandrografolid, neoandrografolid, andrografisid, deoksiandrografisid dan andropanosid (1, 3, 6, 7, 9,). Daun dan cabang: lakltone, berupa deoksi-andrografolid, andrografolid (zat pahit), neoandrografolid, 14-deoksi-11, 12 didehidroandrografolid, dan homoandrografolid.

Akar: flavonoid, berupa polimetoksiflavon, andrografin, panikolin, mono-o-metilwitin dan apigenin-7,4-dimetil eter, alkan, keton, aldehid, kalium, kalsium, natrium, asam kersik. Andrografolid 1 %, kalmegin (zat amorf), hablur kuning, pahit sampai sangat pahit.

Dari uji pra klinik, ekstrak etanol 500 mg/kg BB menurunkan suhu badan tikus yang diinduksi ragi dan efektifitasnya sebanding dengan aspirin 200 mg/kg BB. Deoxyandrographolide, andrografolide, neoandrographolide atau 11,12-didehydro-14- deoxyandrographolide 100 mg/kg BB dapat menurunkan demam yang diinduksi oleh 2,4-dinitrophenol atau endotoksin pada mencit, tikus, dan kelinci.

Sedangkan dari uji klinik RCT untuk menguji efikasi simplisia A. paniculata (6 g /hari) dibanding paracetamol (1 kapsul 325 mg) untuk mengatasi gejala faringotonsilitis pada 152 orang dewasa, mendapatkan bahwa terapi A. paniculata selama 3 hari sama efektifnya dengan paracetamol dalam mengurangi nyeri tenggorok dan demam.

Cara penggunaan: 2 x 1 kapsul (250mg ekstrak)/hari. (Sumber: Formularium Obat Herbal Asli Indonesia Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Tahun 2016, Halaman 68-71). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: