Kompleksitas Mengemas Wisata Kesehatan di Indonesia
Tanggal Posting : Kamis, 2 Januari 2020 | 07:55
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 179 Kali
Kompleksitas Mengemas Wisata Kesehatan di Indonesia
Indah Yuning Prapti, Praktisi Wisata JEJAMON, dari Tawangmangu saat Presentasi tentang Kompleksitas Mengemas Wisata Kesehatan.

JamuDigital.Com-PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Daya tarik Wisata Kesehatan di masa depan akan semakin diminati masyarakat Indonesia dan dunia, karena adanya pola perubahan gaya hidup, termasuk perubahan gaya berwisata. Seperti apakah kompleksitasnya?

Tren pariwisata ke depan memang bermacam-macam, dengan tujuan traveling yang juga beragam, dan salah satunya yang akan menjadi daya tarik ke depan adalah Wisata Kesehatan.

Menurut Indah Yuning Prapti, Praktisi Wisata JEJAMON, dari Tawangmangu- Jawa Tengah, saat menjadi pembicara pada kegiatan "Sosialisasi Wisata Kesehatan" yang digelar bersama oleh PPUIN, PPKESTRAJAMNAS dan Griya Sehat Nektaria Honey di Bappedalitbang Banyumas, Jawa Tengah pada 26 Desember 2019, menyatakan bahwa wisata kesehatan menjadi kebutuhan yang sangat diperlukan, karena beban kehidupan modern dengan target kerja yang tinggi, gaya hidup instan dan pola makan yang tidak sehat dapat menurunkan kualitas hidup.

Demikian materi yang diperoleh Redaksi JamuDigital.Com dari Panitia "Sosialisasi Wisata Kesehatan."

Dengan adanya Wisata Kesehatan dapat menumbuhkan sifat lingkungan yang sehat, sumber pendapatan baru rumah tangga, rakyat mandiri sehat, pasien BPJS menurun dan menciptakan lapangan pekerjaan baru.

Kondisi pariwitasa di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Dari tahun 2016-2019 meningkat secara signifikan. Hal tersebut, antara lain dipengaruhi oleh: konstribusi produk domestik bruto (PDB), penerimaan devisa, penyerapan tenaga kerja, peningkatan wisata mancanegara dan nusantara.

Pada tanggal 26 November 2012 penandatangan MOU tentang Health Tourism, Menkes dan Menparenkaf dan dilanjut pada bulan September 2017 Penandatanganan perjanjian kerja sama Sekjen Kemenkes dan Sekjen Kemenpar.

Ruang Lingkup Nota Kesepahaman Kemenkes dan Kemenpar, meliputi antara lain: a. Intensifikasi koordinasi dan harmonisasi kebijakan serta program kesehatan b. Peningkatan mutu Pariwisata Kesehatan c. Pengembangan promosi Pariwisata Kesehatan d. Pemberdayaan masyarakat di lingkungan Pariwisata Kesehatan e. Peningkatan bimbingan teknis, pemantauan dan evaluasi secara terpadu dalam pengembangan Pariwisata Kesehatan f. Perlindungan terhadap Wisatawan.

Tugas Kemenkes dalam Pariwisata Kesehatan:

  • Menyusun dan mensosialisaikan kebijakan pariwisata kesehatan;
  • Mendorong sektor swasta untuk menyelenggarakan rumah sakit unggulan (medical tourism) dan fasilitas kesehatan tradisional unggulan (wellness tourism);
  • Memfasilitasi ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan untuk memberikan perlindungan kepada wisatawan di 10 destinasi pariwisata prioritas;
  • Menetapkan rumah sakit dan fasilitas kesehatan tradisional yang memiliki pelayanan uggulan pariwisata kesehatan;
  • Memberikan informasi kepada Kementerian Pariwisata terkait pengembangan pariwisata kesehatan;
  • Mendorong pelayanan kesehatan tradisional, spa, herbal, akupresur dan akupuntur dalam penyelenggaraan pariwisata kesehatan
  • Imengembangkan potensi wisata ilmiah hasil penelitian dan pengembangan pariwsata kesehatan.

Tugas Kemenpar dalam Pariwisata Kesehatan:

  • Menyusun dan sosialisasi kriteria destinasi Pariwisata Kesehatan (PK)
  • Mendorong terbentuknya konsorsium biro perjalanan PK
  • Melaksanakan bintek untuk menyiapkan pemandu PK
  • Menyusun jalur PK/travel pattern
  • Menyusun skema kerjasama dengan stakeholders nasional dan internasional
  • Menyusun dan melakukan strategi pemasaran dan potensi PK
  • Memberikan info destinasi unggulan kepada Kemenkes terkait pengembangan PK

Hal-hal yang harus disiapkan ketika membuat pariwisata kesehatan: Prioritas pilihan obyek, Kerja sama setiap stakeholder, Kesanggupan stakeholder secara tertulis, Buatlah milestone, SDM berkualitas, Maintenance fasilitas, Kerjasama dengan travel dan hotel, demikian diungkapkan Indah Yuning Prapti, Praktisi Wisata JEJAMON, dari Tawangmangu. Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: