Merajut Inovasi untuk Bangsa, Program Dexa Award Science Scholarship Bergulir
Tanggal Posting : Kamis, 1 Juli 2021 | 12:04
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 411 Kali
Merajut Inovasi untuk Bangsa, Program Dexa Award Science Scholarship Bergulir
Para peneliti Dexa Group melalui DLBS telah menghasilkan produk Obat Modern Asli Indonesia- yang sudah dipasarkan dan digunakan oleh para dokter Indonesia dan di berbagai negara.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Kehadiran peneliti yang handal harus difasilitasi, agar kelak mampu merajut inovasi riset di bidang kesehatan, khususnya di bidang obat. Inilah tujuan dari Program Dexa Award Science Scholarship (DASS)- yang tahun 2021 ini- memasuki tahun ke-4.

Produk unggul akan tercipta, jika kualitas penelitinya juga handal, dan didukung oleh ekosistem riset yang canggih dan modern. Melalui program DASS, Dexa Group ingin merajut inovasi dengan mencetak periset yang handal, menyediakan pusat riset berskala internasional, agar inovasi produk yang dihasilkan berdaya-guna untuk menyehatkan bangsa.

Indonesia membutuhkan lebih banyak peneliti di bidang kesehatan untuk mengatasi berbagai masalah kesehatan, terutama terkait pandemi COVID-19. Data Rencana Induk Riset Nasional 2017-2045, saat ini baru terdapat 80 peneliti per 1 juta penduduk dari target 8.000 peneliti per 1 juta penduduk pada 2039.

Dexa Group- salah satu perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia berkomitmen mencerdaskan kehidupan bangsa dan mendukung inovasi dengan membuat Program Dexa Award Science Scholarship (DASS).

"Dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang inovatif, Dexa Group juga hadir dengan menyediakan program DASS. Program ini diarahkan untuk mencetak kader-kader ilmuwan Indonesia di masa depan yang mampu menggerakkan dan memajukan ilmu pengetahuan, teknologi, dan menghasilkan produk dalam bidang farmasi dan kesehatan.

Di tahun penyelenggaraan yang ke-4, DASS berhasil menarik minat ribuan generasi muda Indonesia yang ingin berkontribusi dan memajukan bangsanya," urai Pimpinan Dexa Group, Ferry Soetikno, saat pembukaan Virtual Ceremony Dexa Award Science Scholarship (DASS) 2021- di channel YouTube Dexan TV, pada Rabu, 30 Juni 2021.

Ferry kemudian menuturkan riset dan inovasi  yang terus dilakukan Dexa Group melalui Dexa Laboratories Biomolecular Sciences (DLBS) untuk menghasilkan bahan baku obat dari bahan alam Indonesia yang selanjutnya dikembangkan menjadi obat-obatan dari bahan alam Indonesia pada kategori Obat Herbal Terstandar (OHT), dan Fitofarmaka yang kini disebut Obat Modern Asli Indonesia (OMAI).

Hal ini sejalan dengan program pemerintah Indonesia untuk membangun kemandirian bangsa di dalam menyediakan bahan baku obat produksi dalam negeri.

Selama 52 tahun perjalanan Dexa Group, berbagai upaya penelitian dan pengembangan obat jadi telah dilakukan sesuai kebutuhan pasien.

Dexa Group juga terlibat aktif menghadirkan berbagai obat-obatan bagi penderita COVID-19, yaitu: Chloroquine, Hydroxychloroquine, dan Azithromycin, serta memastikan sistem distribusi yang dapat menjangkau setiap pasien.

"Begitu banyak peluang dan tantangan yang terbentang di hadapan kita semua. Pada kesempatan yang baik ini, saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada setiap peserta DASS 2021. Saya sampaikan ucapan selamat kepada para finalis dan juga terutama para pemenang, tetaplah bersemangat dan berusaha lebih giat lagi untuk menghasilkan karya-karya gemilang di masa depan," jelas Ferry lebih lanjut, sebagaimana dimuat di web Dexa Medica.

Sebanyak 1.197 saintis muda mendaftar untuk mendapatkan beasiswa DASS 2021. Proposal penelitian hingga babak penjurian diseleksi ketat oleh saintis-saintis terbaik Indonesia yakni; Direktur Pengembangan Bisnis dan Saintifik, PT. Dexa Medica, Dr Raymond Tjandrawinata bertindak sebagai Ketua Dewan Juri.

Sedangkan sebagai Anggota Dewan Juri: Guru Besar Farmasi Institut Teknologi Bandung, Prof. Dr. Apt. Daryono Hadi Tjahjono, M.Sc.Eng., Apt, Guru Besar Farmasi Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Keri Lestari, M.Si., Apt., Guru Besar Farmasi Universitas Sanata Dharma, Prof. Enade Perdana Istyastono, Ph.D., Apt., dan Guru Besar Farmasi Universitas Indonesia, Prof. Dr. Arry Yanuar, M.Si., Apt.

Setelah proses penjurian, terpilih 3 pemenang yang mendapatkan beasiswa pendidikan S2 dan juga penelitian. Pemenang program beasiswa DASS 2021 adalah: Jenifer Kiem Aviani, alumni Institut Teknologi Bandung, Ni Putu Eka Krisnayanti, alumni dari Universitas Udayana, dan Ahmad Ikhsanudin, Universitas Lampung.

Pada event ini, Dexa Group juga menyediakan donasi 25.000 kapsul obat-obatan yang bermanfaat untuk menjaga imunitas para tenaga medis yang menjadi garda terdepan penanganan COVID-19. Donasi ini disalurkan melalui Yayasan Tunas Bakti Nusantara dan Rumah Harapan Indonesia.

OMAI Mendunia

Apresiasi Pemerintah untuk DASS

Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal (Purn.), Moeldoko menyampaikan apresiasi kepada Dexa Group atas terselenggaranya Dexa Award Science Scholarship. Moeldoko juga menyampaikan pesan Presiden RI. Joko Widodo (Jokowi) bahwa kita harus memanfaatkan peluang dari pandemi Covid-19 melalui inovasi.

"Saya memberikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Dexa Group yang telah belasan tahun konsisten memberikan beasiswa kepada lebih dari 3.000 mahasiswa, luar biasa. Saya berharap akan semakin banyak juga industri lainnya yang terdorong dan termotivasi untuk mengikuti langkah mulia yang dilakukan oleh Dexa Group, juga (apresiasi) kepada para inovator yang memenangkan kompetisi ini dan angkat topi atas usaha kalian," ungkap Moeldoko.

Dia menegaskan bahwa langkah inovasi tidak boleh terhenti. Senada dengan Moeldoko, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto juga mendukung program pemberian beasiswa DASS.

"Semoga melalui program ini banyak terlahir sumber daya tenaga kesehatan yang profesional, berkompetensi tinggi dan dapat terus berkontribusi pada dunia kesehatan. Saya berharap acara ini akan mendorong terciptanya inovasi-inovasi.

Dan beasiswa ini dapat digunakan agar sumber daya manusia dapat memanfaatkan pendidikan dan juga kami berharap bahwa dengan bergotong-royong, pandemi ini dapat segera dikendalikan dan memulihkan perekonomian nasional," ujar Airlangga.

Dia juga mengapresiasi peran Dexa Group yang turut berkontribusi dalam penanganan COVID-19 seperti pemberian bantuan obat-obatan yang telah dilakukan sejak April 2020. "Pandemi COVID-19 yang melanda kita saat ini mengingatkan akan krusialnya peran sektor farmasi dan pelayanan kesehatan, terutama di sisi ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pemerintah berusaha untuk terus mendukung berbagai lembaga riset dan perguruan tinggi untuk melakukan penelitian dan pengembangan di bidang kesehatan," kata Airlangga. 

Moeldoko dan Airlangga

Kepala Badan POM RI., Penny K. Lukito menyampaikan komitmen Dexa Group menggelar beasiswa S2 dan penelitian ini, berarti berkontribusi memperkuat sinergi pentahelix dalam penelitian dan pengembangan industri farmasi Indonesia antara lembaga pendidikan, penelitian, industri farmasi yang melakukan hilirisasi penelitian, pemerintah sebagai regulator dan fasilitator, serta masyarakat sebagai konsumen produk akhir, serta media yang selalu mendukung komunikasi dan edukasi kepada masyarakat secara umum.

"Riset dan inovasi kesehatan harus ditopang dengan sumber daya manusia yang kuat dan kompeten karenanya BPOM sangat mendukung dan menyambut baik program Dexa Award Science Scholarship yang difokuskan pada pendidikan dan penelitian di kesehatan termasuk obat dan juga obat herbal," Penny Lukito menambahkan.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Prof. Nizam kemudian menyampaikan mengenai pentingnya pengembangan inovasi di bidang farmasi dan kesehatan. Saat ini, lanjut Nizam, lebih dari 90% obat-obatan dan bahan baku obat masih diimpor. Dengan demikian, Indonesia membutuhkan lebih banyak peneliti di bidang farmasi.

"Program beasiswa ini agar melahirkan inovasi yang berguna bagi pengembangan obat-obatan dan bermanfaat bagi industri obat-obatan di tanah air," Nizam berharap.

Penny dan Raymond

Sementara itu, Raymond Tjandrawinata mengulas riset Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) yang dilakukan Dexa Medica- yang telah menghasilkan obat herbal Fitofarmaka yang sudah dipasarkan dan digunakan oleh para dokter di Indonesia dan ekspor ke berbagai negara.

Diuraikan tentang definisi OMAI, yaitu:

  • Sediaan obat bahan alam yang berupa ekstrak atau fraksi tanaman
  • Tumbuh di Indonesia, tanaman asli Indonesia dan/atau tanaman yang pernah ditulis dalam buku-buku tanaman herbal Indonesia
  • Riset penemuannya dilakukan di Indonesia serta mempunyai data-data ilmiah
  • Mekanisme kerja yang jelas, diproduksi secara farmasetika modern
  • Telah memperoleh status sebagai Obat Herbal Terstandar (OHT) atau Fitofarmaka

Acara DASS 2021 dipandu oleh artis Raline Shah. Ikut tampil: Jerome Jerome Polin, Paduan suara Universitas Sumatera Utara, Orkestra Universitas Gadjah Mada, dan Talkshow Inovasi Bangsa. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2022. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: