Manfaat Minyak Atsiri untuk Kesehatan
Tanggal Posting : Minggu, 25 Oktober 2020 | 08:13
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 317 Kali
Manfaat Minyak Atsiri untuk Kesehatan
Minyak Atsiri memiliki manfaat merilekskan tubuh, mengatasi sulit tidur, mengurangi gejala flu, dan meredakan peradangan.

JamuDigital.Com-PIONER MEDIA ONLINE & MAKETPLACE JAMU INDONESIA. Minyak atsiri makin diminati sebagai penunjang gaya hidup sehat. Indonesia sebagai salah satu penghasil minyak atsiri terbesar di dunia memiliki beragam jenis minyak atsiri berkualitas.

Ernest Guenther dalam bukunya Minyak Atsiri vol. IV (1990) menjelaskan, minyak atsiri yang disebut juga minyak essensial (essential oil), minyak terbang (volatile oil), atau minyak eterik (aetheric oil) merupakan kelompok besar minyak nabati (berasal dari tumbuh-tumbuhan) yang merupakan bahan dasar wangi-wangian atau minyak gosok (untuk pengobatan) alami dan mempunyai aroma khas.

Dalam perdagangan, minyak atsiri dikenal sebagai bibit minyak wangi. Minyak atsiri memiliki titik uap yang rendah, sehingga mudah menguap pada suhu kamar, didapat dari hasil penyulingan tanaman, bunga, akar, kayu, atau biji buah. Minyak atsiri memiliki beberapa manfaat bagi tubuh kita:

Manfaat pertama, menjadikan tubuh menjadi relaks. Dalam laman alodokter.com dijelaskan, minyak ini bekerja dengan cara merangsang sistem penerimaan bau di hidung.

Setelah itu, rangsang bau yang diterima akan dikirim melalui system menuju bagian otak yang bertugas mengontrol emosi, yaitu sistem limbik. Otak akan memerintahkan tubuh mengeluarkan zat-zat yang membuat tubuh menjadi relaks.

University of Pennsylvania School of Medicine telah mempelajari efek minyak atsiri bunga chamomile terhadap tingkat depresi dan kecemasan pada manusia. Chamomile terbukti mampu meredakan stres serta menjernihkan pikiran.  Beberapa ahli di Jepang juga telah meneliti manfaat minyak atsiri lemon untuk mengatasi gejala depresi.

Berita Terkait: Potensi Minyak Atsiri Untuk COVID-19

Berita Terkait: OMAI DISMENO, Obat Herbal Nyeri Haid


Manfaat kedua, mengatasi sulit tidur. Minyak atsiri lavender terbukti membantu mengurangi masalah sulit tidur. Sebuah penelitian yang diterbitkan di British Association of Critical Nurses menemukan bahwa penggunaan minyak lavender sebagai aromaterapi bisa meningkatkan kualitas tidur pasien unit perawatan intensif (ICU) yang mengalami insomnia.

Manfaat ketiga, mengurangi gejala flu. Beberapa minyak atsiri memiliki antioksidan dan antibakteri alami yang mampu meningkatkan imunitas tubuh. Minyak atsiri eucalyptus dan peppermint yang dihirup dapat membantu melegakan hidung yang tersumbat saat flu, dengan cara merelaksasi otot-otot hidung.

Manfaat keempat, meredakan peradangan. Minyak atsiri sereh wangi (citronella) memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-nyeri, sehingga efektif digunakan untuk mengurangi nyeri otot dan nyeri pada arthritis. Oleskan minyak sereh wangi yang telah di campur minyak pembawa (carrier) pada bagian tubuh yang sakit.

Minyak atsiri adalah minyak yang dipakai untuk bagian luar tubuh. Sangat tidak disarankan untuk meminum atau mecampurkan minyak atsiri dengan minuman yang kita minum. Minyak atsiri dapat digunakan dengan 2 cara:

1. Dihirup. Campur beberapa tetes minyak atsiri dengan air hangat, lalu hirup baunya. Minyak atsiri juga dapat dihirup dengan meneteskannya pada alat diffuser yang telah diberi air sebagai aromaterapi.

2. Dioles. Minyak atsiri sebaiknya tidak dioles secara langsung, karena bersifat panas dan dapat menimbulkan iritasi dan alergi pada kulit.

Campurkan minyak atsiri dengan minyak carrier seperti minyak almond, minyak kelapa murni (virgin coconut oil), minyak alpukat, dengan komposisi 10% minyak atsiri, 90% minyak carrier, lalu dioleskan ke belakang telinga untuk menghirup aromanya, atau bisa juga dioleskan ke bagian tubuh yang membutuhkan.

Pada dasarnya minyak atsiri untuk terapi luar aman digunakan. Pastikan minyak atsiri yang digunakan terdaftar di BPOM dan ikuti petunjuk penggunaannya. Hindari penggunaan minyak atsiri pada anak-anak dan ibu hamil, atau konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakannya untuk anak dan ibu hamil.  (Sumber: Dikutip dari Majalah Mediakom Kemenkes RI. Edisi 117/April 2020, halaman 12-13). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: