OMAI DISMENO, Obat Herbal Nyeri Haid
Tanggal Posting : Kamis, 6 Februari 2020 | 07:00
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 2681 Kali
OMAI  DISMENO, Obat Herbal Nyeri Haid
DISMENO, Obat Modern Asli Indonesia untuk obat Nyeri Haid merupakan hasil riset DLBS Dexa Medica.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Banyak pengobatan modern yang saat ini ada pada awalnya menggunakan tanaman, metformin misalnya yang berasal dari Galega officinalis yang digunakan sebagai oral anti diabetic ataupun Digitalis purpurea yang mengandung digitoxin, diindikasikan untuk penyakit jantung.

Dexa Medica memproduksi DISMENO, produk hasil penelitian dari DLBS (Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences), yang memiliki kandungan bahan aktif bioactive fraction DLBS1442. DISMENO berasal dari Phaleria macrocarpa (Mahkota Dewa), tanaman asli Indonesia. Dalam tahap pembuatannya, DISMENO menggunakan teknologi modern yaitu TCEBS (Tandem Chemistry Expression Bioassay System).

TCEBS merupakan serangkaian proses dan metode yang sistematis untuk mendapatkan kandidat obat yang paling aktif dan poten untuk dikembangkan sebagai produk. Serangkaian proses tersebut melalui berbagai tahapan bioassay system yang melibatkan ekspresi gen dan tehnik penguraian protein. Pada tahap akhir akan didapatkan produk dengan tingkat kemurnian yang tinggi. Inilah yang membedakan DISMENO dengan sediaan yang mengandung mahkota dewa lainnya.

DISMENO digunakan sebagai novel treatment untuk kasus dysmenorrhea & endometriosis. Dysmenorrhea adalah suatu kondisi medis ginekologis rasa sakit selama menstruasi yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dysmenorrhea dibagi menjadi dua, yaitu: dysmenorrhea primer dan dysmenorrhea sekunder. Dysmenorrhea primer merupakan nyeri menstruasi tanpa patologis dari pelvik, seperti nyeri haid ringan dan premenstrual syndrome (PMS). PMS umumnya terjadi pada sebagian besar wanita, dimana hal ini terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara estrogen dan progesteron dalam tubuh.

Sedangkan dysmenorrhea sekunder merupakan nyeri menstruasi yang berhubungan dengan patologis pelvik, seperti dispareunia, endometriosis/adenomiosis. Patofisiologi yang terjadi pada endometriosis adalah tingginya produksi estrogen, tingginya produksi prostaglandin dan menurunnya progesteron.

DISMENO dikembangkan dengan melalui beberapa tahap pengembangan produk, sehingga dihasilkan mekanisme kerja, antara lain:Efek terhadap reseptor hormon: Downregulasi ekspresi reseptor estrogen β (ER β).

Kapsul Dismeno: KOMPOSISI: Setiap kapsul mengandung : DLBS 1442 Phaleria macrocarpa 100 mg. INDIKASI: Membantu meredakan nyeri haid.DOSIS: 3x1 kapsul sehari. KONTRAINDIKASI: Pasien yang hipersensitif terhadap komponen ini. KEMASAN: Kotak, 5 strip @ 6 kapsul.

Menurut majalah MEDICINUS, Vol. 26, No.2, Agustus 2013 disebutkan bahwa mekanisme kerja DISMENO sudah terbukti melalui di salah satu penelitian dengan tujuan untuk mengevaluasi efikasi dan keamanan DLBS1442 pada penderita dysmenorhea .

Kriteria hasil uji klinis adalah: Studi klinis mengenai penggunaan DISMENO telah dilakukan, dengan tujuan untuk mengevaluasi efikasi dan keamanaan DLBS1442 pada penderita dysmenorrhea.

Metode studi klinis:

  • Wanita berumur 18-40 tahun, memiliki siklus PMS yang regular (22-35 hari per siklus), paling sedikit memiliki 1 gejala psikologis dan 1 gejala somatik 5 hari sebelum menstruasi dimulai.
  • DLBS1442, 2-3 x 100 mg (baseline nyeri abdominal ringan dan sedang-berat), dengan rata-rata penggunaan 6 hari, 3 hari sebelum sampai 3 hari pertama periode menstruasi.
  • Daily self-assessment dari gejala yang terkait dengan sindrom premenstruasi menggunakan Visual Analog Score (VAS)

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa DLBS1442 mampu mengurangi berbagai gejala PMS antara lain dengan meredakan nyeri di perut, payudara, punggung dan sakit kepala secara signifikan dan juga terbukti dapat memperbaiki mood.

Dismeno yang mengandung Bioactive Fraction DLBS1442 yang dikembangkan dari fraksi-fraksi Phaleria macrocarpa, bekerja dengan meregulasi reseptor estrogen dan progesteron, menurunkan regulasi gen inflamasi dan mencegah proliferasi pada jaringan endometriosis, yang secara efektif dapat mengatasi endometriosis. Dismeno juga dapat mengurangi nyeri menstruasi yang ditimbulkan endometriosis (dismenore sekunder).

Kesimpulan pada studi preliminary ini terbukti bahwa DLBS1442 efektif dan aman dalam mengurangi gejala dysmenorrhea primer termasuk nyeri abdomen dan beberapa gejala lain pada wanita dengan PMS atau dysmenorrhea. Saat ini sedang berlangsung beberapa studi penggunaan DISMENO pada kasus-kasus endometriosis.

DISMENO (DLBS1442) dengan komposisi bioactive fraction DLBS 1442 merupakan produk hasil karya anak bangsa yang bermanfaat untuk mengurangi gejala-gejala (fisik dan psikologis) PMS & mencegah perkembangan endometriosis, dengan mekanisme kerja; efek terhadap reseptor hormon(downregulasi ekspresi reseptor estrogen β dan upregulasi ekspresi reseptor progesteron), efek terhadap inflamasi (downregulasi ekspresi cPLA2, COX2, PGE2), menurunkan ekspresi VEGF (angiogenesis) dan menghambat proliferasi pada jaringan endometriotik

Bioteknologi untuk Penemuan Obat Bahan Alam
Executive Director DLBS, Dr. Raymond R. Tjandrawinata, MBA, PhD, FRSC
menjelaskan bahwa DLBS memiliki komitmen dalam pencarian obat baru dengan sejumlah keunggulan antara lain;

  • Menggunakan Biodiversitas Indonesia,
  • Menggunakan Prinsip farmakologi modern dengan pendekatan Biomolekular untuk mencari obat-bat baru,
  • Melakukan uji klinik untuk melengkapi medical-evidence sesuai prinsip Good Clinical Practice (GCP) dan melakukan uji pada hewan coba secara etis sesuai dengan sertifikasi AAALAC (Association for Assessment and Accreditation of Laboratory Animal Care) International yang diterima DLBS,
  • Sarat dengan muatan Intellectual Property Right (HaKI),
  • Memproduksi bahan baku obat herbal sesuai CPOTB-IEBA (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik- Industri Ekstrak Bahan Alam), dan memenuhi persyaratan internasional lainnya, seperti; ISO22000 dan HACCP.

"Bahan baku obat yang dihasilkan oleh fasilitas produksi di DLBS ini merupakan hasil riset sendiri yang berasal dari biodiversitas Indonesia. Dimulai dari penelitian biomolekuler, percobaan farmakologi hewan hingga uji klinis pada pasien-pasien di berbagai kota di Indonesia," urai Raymond R. Tjandrawinata.

Fasilitas produksi yang dimiliki DLBS telah melalui proses yang tervalidasi dalam sistem produksi dengan dukungan teknologi modern, telah tersertifikasi oleh Sistem Jaminan Halal (SJH) dengan nilai A, AAALAC International dan sertifikasi ISO 22000:2005 (Sistem Manajemen Keamanan Pangan). Sedangkan fasilitas produksi produk jadi DLBS dibuat di fasilitas produksi PT Dexa Medica yang memiliki sertifikasi GMP (Good Manufacturing Practices), CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik), ISO 9001:2008, dan ISO 14001:2004.

Raymond R. Tjandrawinata menambahkan bahwa periset di DLBS mempelajari kandidat bahan aktif obat herbal dari aspek kimia dan biologi pada tingkat molekular melalui sebuah proses yang disebut TCEBS (Tandem Chemistry Expression Bioassay System). "TCEBS merupakan suatu metodologi penyaringan sistematis untuk menemukan kandidat yang paling aktif dan berpotensi untuk produk yang tengah diteliti, diikuti bioassay system yang memanfaatkan teknik ekspresi gen dan protein array," jelasnya.

Keberhasilan DLBS PT. Dexa Medica memproduksi bahan baku aktif obat herbal ini, sekaligus ikut mendukung program pemerintah dalam hal Kemandirian Bahan Baku Obat Nasional. Selain itu, momentum ini juga memberikan nilai tambah bagi Indonesia karena bahan baku aktif obat herbal yang diproduksi oleh DLBS telah dipatenkan tidak hanya di Indonesia, namun juga di dunia internasional lewat skema Patent Cooperation Treaty. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: