Brokoli Berpotensi Meningkatkan Imunitas Tubuh
Tanggal Posting : Jumat, 20 November 2020 | 09:50
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 211 Kali
Brokoli Berpotensi Meningkatkan Imunitas Tubuh
Brokoli mempunyai potensi meningkatkan imunitas tubuh karena memiliki kandungan vitamin C 89,20 mg/100 g, mineral, dan fitonutrien.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Brokoli (Brassica oleraceae L. cv. Group Broccoli) termasuk dalam sayuran kubis-kubisan. Daya tahan simpan alamiah brokoli sangat rendah, kuncup bunganya cepat membuka dan berkembang.

Warna brokoli juga sangat cepat berubah dari hijau menjadi kuning, kondisi demikian sudah tidak diterima konsumen/pasar. Oleh sebab itu penanganan sejak panen hingga pascapanen menjadi penting. Brokoli telah siap dipanen bila bunga yang terbentuk telah membentuk seperti kubah, dengan permukaan tidak lagi rata.

Pemanenan dilakukan dengan cara memotong tangkai tanaman dan mensisakan 3-4 helai daun menggunakan alat pemotong, pisau, gunting, atau pemotong lainnya yang tajam. Hasil panen sebaiknya dikumpulkan dalam keranjang dengan bobot maksimal 10-15 kg, selanjutnya ditutup dan dijaga tidak terjadi gesekan antar keranjang dan antar brokoli.

Kualitas brokoli ditentukan dari kepadatan, warna, keutuhan, dan diameter bunga. Hal ini menjadi permasalahan yang sangat berarti bagi pelaku pasar untuk memasarkan brokoli dengan kualitas segar dan harga beli konsumen tinggi.

BB Pascapanen dibawah Balitbangtan telah berhasil mengatasi permasalah tersebut dengan mengembangkan teknologi untuk mempertahankan kesegaran sayuran brokoli hingga 7-9 hari, yaitu teknologi modified atmosphere storage, yang memungkinkan brokoli sampai kepada konsumen/pasar masih dalam kondisi segar, layaknya usai panen.

Komponen Aktif dan Manfaat

Konsumsi brokoli dapat memberikan manfaat kesehatan, antara lain meningkatkan sistem kekebalan tubuh, menjaga kecerahan kulit, detoksifikasi tubuh, kesehatan mata dan mengurangi resiko katarak, menjaga proses pencernaan, menjaga kesehatan tulang, mencegah depresi.

Untuk diet, kesehatan pembuluh darah, mencegah anemia, menurunkan resiko jantung dan stroke, mencegah kanker kerongkongan, kanker perut, kanker usus besar, kanker paru-paru, kanker payudara, dan mengurangi resiko spina bifida/gangguan kelainan tulang belakang.

Berita Terkait: Beragam Khasiat Seledri

Berita Terkait: Herbal Imunitas, Di Era New Normal


Brokoli mempunyai potensi meningkatkan kekebalan tubuh/imunitas karena memiliki kandungan vitamin C 89,20 mg/100 g, mineral, dan fitonutrien. Dalam 100 gram brokoli mengandung kalsium 47 mg, tembaga 0,05 mg, besi 0,73 mg, magnesium 21 mg, mangan 0,21 mg, selenium 2,5 mcg, zinc 0,41 mg, natrium 33 mg, dan kalium 316 mcg.

Fitonutrien yang ada dalam brokoli antara lain sulforafan, sianohidroksibutena, kuersetin, iberin, dan kaempferol. Bioaktif lainnya brokoli adalah glukosinolat sebagai komponen antikanker. Peningkatan satu system imunitas dalam tubuh yang baik mampu menjaga tubuh dari serangan beragam jenis penyakit dan infeksi dalam tubuh.

Banyak mengonsumsi brokoli telah menunjukkan indikasi mengurangi risiko kanker, terutama paru-paru dan berbagai organ di dalam saluran pencernaan. Suatu penelitian mengkaji perbandingan efek BSH (Brocolli sprout homogenate) pada sampel sitokin cairan lavage nasal (NLF), jumlah urutan virus, dan ekspresi enzim yang tergantung Nrf2 dalam sel NLF dan epitel yang dibiopsi.

Perokok dewasa muda yang sehat dan bukan perokok menelan BSH atau placebo (alfalfa sprout homogenate) selama 4 hari, yaitu hari -1, 0, 1, 2. Pada Hari 0 mereka menerima dosis vaksin standar virus attenuated influenza virus (LAIV) secara intranasal. Cairan lavage hidung dan biopsi hidung dikumpulkan secara serial untuk menilai respons terhadap LAIV.

Perokok yang mengonsumsi jangka pendek dari homogenat kecambah brokoli secara signifikan mengurangi beberapa virus penyebab ekspresi penanda peradangan, serta mengurangi jumlah virus. Intervensi antioksidan menjanjikan sebagai strategi yang aman dan murah untuk mengurangi risiko influenza di kalangan perokok dan populasi berisiko lainnya.

Cara Konsumsi dan Efek Samping
Cara pemanfaatan dan penyajian/memasak brokoli berpengaruh terhadap kandungan kimianya. Langkah-langkah penyajian brokoli untuk mendapatkan manfaat dan mencegah kerusakan kandungan kimiawinya adalah sebagai berikut:

  • Bersihkan dan celupkan bagian atas brokoli dengan air garam selama kurang lebih 30 menit lalu cuci kembali menggunakan air dingin untuk memastikan brokoli terbebas dari pestisida,
  • Makan brokoli dalam keadaan segar/mentah dan disajikan dengan bentuk sajian hidangan salad, atau
  • Rebus dengan suhu tinggi, secara cepat untuk mencegah kerusakan kandungan kimiawi, dan
  • Hindari memasak brokoli dalam waktu yang lama, tidak lebih dari 5 menit. 

(Sumber: Dikutip dari BUKU SAKU Bahan Pangan Potensial untuk Anti Virus dan Imun Booster, Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Cetakan Pertama Juni 2020, Halaman 75-77). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: