YLKI Mendesak Obat Herbal Teruji Klinis Masuk Fornas
Tanggal Posting : Senin, 7 Juni 2021 | 10:34
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 94 Kali
YLKI Mendesak Obat Herbal Teruji Klinis Masuk Fornas
Saat ini, Kemenkes RI. diketahui sedang menyusun Fornas Obat Herbal, dan diharapkan oleh banyak pihak dapat segera dipublikasikan, agar dapat menjadi rujukan di Yankes di seluruh Indonesia.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi menegaskan jika obat herbal sudah ada uji klinisnya, maka tidak ada alasan untuk tidak masuk dalam Formularium Nasional (Fornas), agar dapat digunakan di Pelayanan Kesehatan formal di seluruh Indonesia.

Obat herbal yang sudah teruji ilmiah efikasinya (khasiatnya), jika dimasukkan ke dalam sistem JKN-BPJS, akan memberikan multiplier effect.  Mulai dari petani tanaman obat, periset, produsen herbal, semuanya mendapatkan stimulus, karena obat herbal digunakan oleh para dokter di puskesmas dan rumah sakit-rumah sakit.  

"Demi keamanan dan keselamatan pasien, obat herbal harus mengantongi uji klinis. Tidak ada kompromi untuk  hal ini," Tulus Abadi mengingatkan sebagaimana disampaikan kepada Redaksi JamuDigital.Com pada, Senin, 7 Juni 2021.

Ketua Pengurus Harian YLKI, kelahiran Purworejo, Jawa Tengah itu menambahkan bahwa seharusnya riset obat herbal yang ilmiah memang harus didorong dan diberikan insentif fiskal dan non fiscal, agar mereka berkembang, sehingga harga obat dapat lebih murah dan efisien.

Penggunaan obat herbal yang sudah teruji khasiatnya di rumah sakit-rumah sakit, sudah lazim diterapkan di negara maju. Jepang, misalnya. Obat herbal Jepang yang disebut Kampo, formulanya sudah digunakan di rumah-sakit dan menjadi bagian dari sistem Kesehatan di Jepang.

Peran Jamu

Indonesia yang kaya raya biodiversitas tanaman obat, dan sudah banyak juga hasil uji klinis tanaman obat, sudah seharusnya segera mencontoh negara maju-seperti Jepang untuk dijadikan bagian dari sistem pengobatan nasional melalui JKN-BPJS.

Langkah ini, akan dapat mengurangi importasi bahan baku obat kimia, yang sampai saat ini masih sangat tinggi yaitu sebesar 90%. Masuknya obat herbal yang sudah teruji klinis, yang kini dikenal sebagai Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) masuk skema BPJS, dapat menjadi solusi mengurangi importasi bahan baku obat, sehingga tidak menguras devisa negara dan secara sistematis dapat menuju kemandirian obat nasional.

Saat ini, Kemenkes RI. diketahui sedang menyusun Fornas Obat Herbal, dan diharapkan oleh banyak pihak dapat segera dipublikasikan, agar dapat menjadi rujukan penggunaannya di Yankes di seluruh Indonesia.

Masih tingginya, importasi bahan baku obat kimia hingga saat ini, diduga oleh Tulus- Sarjana Hukum, alumnus  Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto ini, patut diduga ada mafia impor bahan baku obat, mereka akan rugi kalau kita kembangkan bahan baku obat nasional. Seharusnya Pak Jokowi memberantas hal ini," pesan Tulus Abadi menutup pendapatnya. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: