Ragam Khasiat Tanaman Eucalyptus
Tanggal Posting : Rabu, 17 November 2021 | 07:31
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 190 Kali
Ragam Khasiat Tanaman Eucalyptus
Berikut ini ragam khasiat tanaman Eucalyptus yang harus anda ketahui.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Eucalyptus memiliki nama latin Eucalyptus globulus Labill merupakan genus tanaman dari famili Myrataceae. Eucalyptus juga sering disebut sebagai salah satu jenis tanaman herbal yang banyak digunakan sebagai obat.

Berikut ini ragam khasiat tanaman Eucalyptus yang dikutip dari Buku Saku Tanaman Obat, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian RI.:

Meredakan batuk: Selama bertahun-tahun, minyak Eucalyptus telah menjadi salah satu komposisi dalam obat untuk meredakan batuk. Kandungan aktif antibakteri, virus, dan jamur bertindak sebagai ekspektoran untuk mengencerkan lendir. Untuk melegakan tenggorokan dan memecah lendi, Anda bisa menghirup uap yang telah dicampur minyak esensial eucalyptus. Dapat juga menggunakan obat gosok atau salep topikal yang mengandung Eucalyptus.

Meringankan asma: Penelitian awal menunjukkan bahwa eucalyptol dapat memecah lendir pada orang dengan penyakit asma atau sesak napas. Bahkan beberapa orang dengan kondisi asma yang parah dapat menurunkan dosis steroidasinya jika mereka menggunakan terapi eucalyptol. Namun sebelum mencobanya, pastikan Anda berkonsultasi dan mendapatkan rekomendasi dokter, serta berhati-hatilah bagi yang memiliki alergi kayu putih karena justru dapat memperburuk asma.

Meredakan pilek: Eucalyptus merupakan bahan umum yang terkandung dalam obat pilek, flu, dan batuk yang dapat mengurangi volume lendir dan memperluas bronkus dan bronkiolus paru-paru. Eucalyptol, atau juga dikenal sebagai cineole, dapat mengurangi gejala pilek seperti hidung tersumbat, sakit tenggorokan, dan sakit kepala dengan mengurangi peradangan dan penumpukan lendir.

Ketika merasakan gejala pilek, hiruplah minyak kayu putih melalui hidung atau dioleskan di bagian leher dan dada agar aromanya dapat tercium. Namun, hindari mengonsumsinya langsung karena dosis kecil minyak kayu putih yang tertelan bisa menjadi racun.

Mengobati luka: Kandungan antibakteri dalam daun Eucalyptus bermanfaat untuk mencegah infeksi dan mempercepat penyembuhan pada luka. Krim atau salep yang mengandung eucalyptus dapat digunakan untuk mengobati lecet, sayatan, maupun luka bakar ringan.

Mengontrol gula darah: Dalam pengobatan tradisional, daun Eucalyptus digunakan untuk pengobatan diabetes mellitus karena tinggi kandungan antioksidan dan antiinflamasinya. Menurut penelitian, ekstrak daun Eucalyptus dapat menurunkan gula darah. Namun jangan dikonsumsi bersamaan dengan obat diabetes karena dapat menyebabkan gula darah drop.

Menjaga kesehatan gigi dan menyegarkan napas: Mint bukan satu-satunya ’senjata’ untuk mengatasi bau mulut. Eucalyptus juga dapat digunakan untuk melawan kuman penyebab bau mulut karena kandungan antibakterinya. Mengunyah permen karet atau menggunakan obat kumur dan pasta gigi yang mengandung ekstrak Eucalyptus dapat mengurangi bau mulut secara signifikan.

Selain itu, menurut penelitian dalam Journal of Periodontology, produk perawatan gigi dan mulut berbasis eucalyptus dapat mencegah kerusakan gigi dan meningkatkan kesehatan periodontal, dengan menumpas bakteri dan menghilangkan penumpukan plak.

Meringankan sakit kepala: Masyarakat Indonesia sering menghirup dan mengoles minyak kayu putih untuk meringankan gejala pusing dan sakit kepala. Ternyata metode pengobatan rumahan ini tidak sepenuhnya salah, sebab menghirup minyak kayu putih dapat mengurangi rasa sakit. Senyawa anti-inflamasi dalam Eucalyptus, seperti cineole dan limonene, dapat bertindak sebagai penghilang rasa sakit, merujuk National Library of Medicine.

Selain itu, Eucalyptus juga dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional untuk membersihkan sinus dan mengurangi peradangan. Bahkan campuran Eucalyptus dan peppermint yang dioleskan ke dahi dan pelipis dapat meredakan sakit kepala lebih efektif ketimbang acetaminophen dan aspirin.

Meringankan nyeri sendi: Eucalyptus bermanfaat untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan akibat penyakit pengapuran sendi (osteoartritis) dan radang sendi (rheumatoid arthritis), atau dengan keluhan sakit punggung maupun cedera sendi dan otot. Ini karena ekstrak Eucalyptus bertindak sebagai pereda nyeri dan bersifat analgesik.

Dalam sebuah penelitian dalam American Journal of Physical Medicine & Rehabilitation, mengaplikasikan eucalyptamint (salep yang mengandung eucalyptus) pada permukaan kulit dapat mengobati nyeri otot, keseleo, radang sendi, memar, dan sakit punggung.

Menyehatkan rambut: Jika Anda mengalami masalah rambut rontok maupun kutu rambut, cobalah produk perawatan berbasis eucalyptol. Sifat antimikroba, antijamur, dan herbisida dalam eucalyptol dapat mencegah peradangan kulit kepala sehingga merangsang pertumbuhan rambut yang sehat. Kemudian, kandungan antiseptik dalam eucalyptol dapat menenangkan kulit kepala, mengurangi rasa gatal, serta menghilangkan kutu rambut.

Merangsang sistem kekebalan tubuh: Berdasarkan temuan yang dipublikasikan dalam BMC Immunology, minyak Eucalyptus dapat merangsang respons sistem kekebalan tubuh, merujuk Medical News Today. Para peneliti menemukan bahwa eucalyptol meningkatkan respons sistem kekebalan fagositik terhadap patogen.

Fagositosis merupakan proses ketika sistem imun menelan dan menghancurkan partikel asing seperti bakteri, virus, dan partikel lain yang berbahaya. (Sumber: Buku “Saku Tanaman Obat”, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian RI., Tahun 2021, Hal. 23-27). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2022. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: