Balitbangtan: 1 Tahun Penelitian Eucalyptus
Tanggal Posting : Jumat, 7 Mei 2021 | 09:17
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 237 Kali
Balitbangtan: 1 Tahun Penelitian Eucalyptus
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Ir Fadjry Djufry, M.Si., saat acara Talkshow 1 Tahun Penelitian Eucalyptus Balitbangtan, Rabu, 5 Mei 2021.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) ikut berpartisipasi dalam acara Talkshow 1 tahun Penelitian Eucalyptus Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Dr. Ir Fadjry Djufry, M.Si., pada hari Rabu, 5 Mei 2021.

Dalam sambutannya Dr. Ir Fadjry Djufry, M.Si menyampaikan pada awalnya Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan)  melakukan pengujian ke 60 tanaman herbal mulai dari empon-empon seperti kunyit jahe, dan semua jenis tanaman herbal. Dari 60 tanaman herbal yang diujikan terdapat beberapa tanaman herbal yang memiliki pontensi sebagai pencegahan COVID-19 salah satunya adalah tanaman eucalyptus.

Seperti yang kita ketahuai bahwa penyakit coronavirus atau COVID-19 telah menyebabkan dampak yang luar biasa, dan telah ditetapkan World Health Organization/WHO (2020) sebagai kasus pandemi global.

Penyakit ini ditemukan pertama kali di provinsi Wuhan, Cina pada akhir tahun 2019 dan menyebar ke seluruh dunia dengan sangat cepat. Dengan dampak yang luar biasa ini diperlukan upaya dari seluruh warga Indonesia, baik pemerintah ataupun swasta untuk bekerjasama mencari cara pengendalian atau pencegahan COVID-19 di Indonesia

Pada bulan Mei 2020, Balitbangtan melaunching inovasi berbasis Eucalyptus yang berdasarkan hasil pengujian in vitro mampu menetralisir virus corona model H5N1 yang kemudian diikuti dengan Penandatangan Perjanjian Lisensi dengan PT Eagle Indo Pharma.

Walaupun sudah dilisensi namun penelitian terkait eucalyptus ini terus berlanjut, termasuk untuk pengujian praklinis dan uji klinis. Dr. drh. NLP. Indi Dharmayanti, M.Si Kepala BB Litvet Balitbangtan mengatakan selama setahun terakhir ini bersama tim penelitinya terus melakukan riset lanjutan terhadap eucalyptus mulai dari uji in vitro, toksisitas, hingga uji klinis, dengan menggunakan virus SARS CoV-2 atau dikenal COVID-19.

Badan Litbang Pertanian mempunyai tugas dan fungsi untuk melakukan penelitian, pengembangan dan inovasi dibidang pertanian. Balitbangtan memiliki beberapa UPT yang melakukan kegiatan penelitian, pengembangan dan inovasi mendukung pengendalian COVID-19 di Indonesia, yaitu Balai Besar.

Hasilnya, sangat membanggakan dan menjadi harapan bagi pengobatan COVID-19 di masa mendatang. Pengujian tersebut secara umum menunjukkan bahwa bahan tunggal maupun formula eucalyptus Balitbangtan yang diuji dapat menurunkan jumlah partikel dan daya hidup virus SARS-CoV 2, serta mengurangi kerusakan sel akibat infeksi SARS-CoV-2 secara in vitro.

Hasil penelitian tersebut dinilai berdasarkan peningkatan CT Value uji realtime PCR/rRT-PCR, peningkatan nilai Optical Density uji MTT, dan mencegah munculnya cytophatic effect (CPE) pada kultur sel. Uji toksisitas per-inhalasi pada mencit tidak menunjukkan perubahan klinis, patologi dan histopatologi pada mencit yang diuji.

Sementara pada uji klinis, menurut Arif Santoso, Ketua Tim Riset Eucalyptus, Fakultas Kedokteran Unhas mengatakan bahwa pihaknya harus melakukan terapi ke pasien COVID-19 yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Unhas bekerja sama dengan Balitbangtan ingin membuktikan bahwa apa yang terjadi pada pengujian in vitro, uji hewan dan uji laboratorium, kemudian diterjemahkan ke pasien.

“Kita menggunakan metode ilmiah yang standar, memang hasilnya baik. Posisinya, eucalyptus sebagai adjuvan artinya obat tambahan. Jadi pasien mendapat obat yang seharusnya dan eucalyptus. Hasilnya lebih baik dibandingkan tanpa eucalyptus. Itu yang kami dapatkan. Ke depan, kami akan meneliti dalam jumlah sampel yang lebih sehingga bisa kita aplikasikan secara luas ke masyarakat,” terangnya

Meskipun berdasarkan uji klinis produk eucalyptus ini dapat membantu mengurangi gejala klinis yang dirasakan penderita COVID-19, namun penerapan protokol kesehatan dan pelaksanaan vaksinasi tetap menjadi pilihan utama dalam mencegah penularan COVID-19.

Harapannya produk eucalyptus ini bisa dijadikan sebagai bahan pencegahan yang dapat membantu dalam menekat perkembangan COVID-19 dan dapat dijadikan sebagai ajuan terapi pada penderita COVID-19. (Sumber: https://balittro.litbang.pertanian.go.id/?p=8780). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: