Potensi Porang Sebagai Pangan Fungsional dan Antibakteri
Tanggal Posting : Jumat, 20 Agustus 2021 | 08:35
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 400 Kali
Potensi Porang Sebagai Pangan Fungsional dan Antibakteri
Pengembangan semua potensi sumber daya alam harus terus dipacu, seperti potensi Porang ini yang dapat menjadi basis ekonomi kerakyatan.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Potensi Porang di Indonesia terus dikembangkan, selain sebagai pangan fungsional, dapat juga sebagai antibakteri. Satu lagi tumbuhan di Indonesia yang dapat menjadi keunggulan daya saing bangsa.

Presiden Joko Widodo pada Kamis, 19 Agustus 2021 datang ke Kabupaten Madiun untuk melihat pabrik pengolahan porang (di) PT Asia Prima, yang menurut saya dari pengolahan yang ada di Asia Prima ini memberikan nilai tambah yang baik, utamanya kepada petani. Saya tadi menanyakan, "Per hektare bisa berapa ton?", disampaikan bahwa 1 hektare bisa (menghasilkan) 15 sampai 20 ton.

Kemudian hasilnya per musim tanam, di musim tanam pertama itu bisa sampai 40 juta (ton) dalam kurun delapan bulan. Ini sebuah nilai yang sangat besar, pasarnya juga masih terbuka lebar. Dan kita tahu porang ini akan menjadi makanan masa depan karena low calorie, low carbo, dan juga rendah kadar gula, bebas kadar gula, sehingga saya kira ini akan menjadi makanan sehat ke depan. Ini (porang) juga bisa menjadi pengganti beras yang lebih sehat karena kadar gulanya sangat rendah.

Dan saya tadi sudah menyampaikan kepada Menteri Pertanian untuk betul-betul kita seriusi komoditas baru ini, komoditas porang, dan kita harapkan kita akan tidak mengespor porang dalam bentuk mentahan, tetapi seperti yang tadi kita lihat di sini, ini sudah setengah jadi, bisa jadi tepung. Dan insyaallah nanti tahun depan sudah akan menjadi barang jadi, yaitu menjadi beras porang.

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan baik ini. (Sumber Berita: https://www.presidenri.go.id/transkrip/keterangan-pers-presiden-republik-indonesia-seusai-meninjau-fasilitas-pabrik-pengolahan-porang/)

Media Jamu, Nomor Satu

Porang Berkhasiat Sebagai Anti-Bakteri

Pangan yang kita makan sejatinya tidak hanya dapat mengenyangkan perut dan enak di lidah saja, tetapi juga harus memberikan nilai plus berupa manfaat kesehatan bagi tubuh. Indonesia merupakan negara kepulauan yang dikenal memiliki mega-biodiversitas dalam bentuk tanaman, mikroba, dan hewan.

Tanaman indigenous dari Indonesia, tak terkecuali tanaman umbi-umbian lokal memiliki potensi sebagai pangan fungsional. Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan membuka wawasan tentang pangan fungsional yang bersumber dari umbi lokal Indonesia, Dr. Muchdar Soedarjo menyampaikan hasil kegiatan postdoc selama di Kyushu University (Jepang) dengan judul "Acquisition of the technique to analysis of foods function toward human health function and analysis of these function in Indonesian indigenous tuber crops" dalam seminar intern Balitkabi tanggal 9 November 2015.

Seminar ini dihadiri oleh pejabat terkait di Balitkabi, seluruh peneliti, dan teknisi. Dr. Muchdar memaparkan bahwa berdasarkan berbagai sumber, pangan fungsional adalah bagian dari diet biasa dan dalam bentuk makanan yang mengandung komponen bioaktif sehingga bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Di negara maju seperti Jepang, pangan fungsional merupakan suatu kebutuhan dan gaya hidup masyarakat yang sadar akan pentingnya kesehatan. Hal ini secara tidak langsung berdampak pada daya saing dan nilai ekonomi komoditas pangan tersebut.

Salah satu pangan fungsional yang juga merupakan mandat komoditas Balitkabi adalah umbi porang dan gadung. Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan bioaktif umbi lokal Indonesia yang bermanfaat bagi kesehatan manusia (sebagai pangan fungsional).

Bahan penelitian yang digunakan adalah tiga jenis porang (Amorphophallus sp.) dan gadung (Dioscorea hispida) (Gambar 1). Bagian dari tanaman tersebut (tajuk tanpa kulit, kulit tajuk, batang, umbi tanpa kulit, umbi dengan kulit, daun, rambut pada umbi, akar,) kemudian diekstrak dengan air dan etanol. Setelah itu, sampel tersebut diuji kandungan antioksidan (DPPH, ORACFL), lipase dan anti-bakteria (E.coli dan S. aureus).

Amorphophallus sp. (tajuk hitam dan hijau), Amorphophallus sp. (tajuk hitam), Amorphophallus sp. berumbi putih (tajuk hijau), Amorphophallus sp. berumbi kuning, Dioscorea hispida (gadung) (kiri ke kanan).

Amorphophallus sp. (tajuk hitam dan hijau), Amorphophallus sp. (tajuk hitam), Amorphophallus sp. berumbi putih (tajuk hijau), Amorphophallus sp. berumbi kuning, Dioscorea hispida (gadung) (kiri ke kanan). Secara umum, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa:

  • Total aktivitas antioksidan menggunakan ektrak etanol lebih besar dibandingkan dengan air. Diantara 3 jenis porang, terungkap bahwa porang yang berdaging umbi kuning memiliki kandungan antioksidan terbaik dibandingkan dengan jenis lainnya,
  • Ekstrak etanol menunjukkan persentase yang lebih rendah sebagai inhibitor aktivitas lipase dibandingkan dengan blank,
  • Aktivitas penghambatan lipase pada tanaman gadung dan porang bergantung pada banyaknya dosis yang digunakan,
  • Aktivitas antibakteri dari ekstrak etanol dan efek penekanan yang lebih tinggi bergantung pada dosis yang digunakan. Peningkatan konsentrasi umbi tersebut pada larutan ekstrak secara nyata dapat menghambat bakteri E. coli dan S. aureus,
  • Bagian tanaman yang berbeda memberikan tingkatan aktivitas komponen bioaktif yang berbeda juga, danUmbi asli Indonesia berpotensi sebagai pangan fungsional. (Sumber Artikel: https://balitkabi.litbang.pertanian.go.id/berita/potensi-porang-dan-gadung-sebagai-pangan-fungsional-dan-anti-bakteri/) Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2022. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: