Perkembangan Pemanfaatan P4TO dan PED
Tanggal Posting : Senin, 13 September 2021 | 04:08
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 108 Kali
Perkembangan Pemanfaatan P4TO dan PED
Proporsi pemanfaatan upaya kesehatan tradisional pada penduduk semua umur, Riskesdas 2018 sebesar 31,4 persen.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Fasilitasi Peralatan Pusat Pengolahan Pasca Panen Tanaman Obat (P4TO) dan Laboratorium -Fasilitasi Peralatan Pusat Ekstrak Daerah (PED) bertujuan: Penyediaan BBOT (simplisia atau ekstrak) yang berkualitas dan memenuhi standard, Meningkatkan nilai ekonomi tanaman obat yang berpotensi dikembangkan di daerah, Menjadi pusat pembelajaran pengolahan pasca panen tanaman obat di daerah.

Adapun upaya dalam menghadapi permasalahan yang dihadapi, adalah sebagai berikut:

  • Advokasi. Potensi Ekonomi P4TO dimana kegiatan ini merupakan pertemuan lintas sektor pemerintah daerah di daerah P4TO yang kurang aktif ataupun daerah yang memerlukan peningkatan dukungan pemerintah daerah
  • Pelatihan dan pembinaan. Bagi SDM P4TO dan PED Pedoman Teknis Optimalisasi Pemanfaatan Fasilitas P4TO dan PED
  • Focus Group Discusion. Pertemuan lintas sektor yang melibatkan Pelaku Usaha, Peneliti, dan Pemerintah Daerah Memfasilitasi Health Business Forum dan Business Matching
  • Fasilitasi Peningkatan dan Pengembangan Kapasitas Produksi BBOT. Pendanaan terkait fasilitasi peningkatan dan pengembangan kapasitas produksi BBOT
  • Pengawalan dan Pendampingan. Pengawalan dan Pendampingan dalam rangka Percepatan Pengembangan Bahan Baku Natural
  • Sistem dan Promosi. Sistem Digitalisasi Portal Bahan Baku Natural Forum Nasional Kemandirian dan Pameran

Demikian disampaikan oleh Dr. Agusdini Banun S., Apt., MARS Direktur Produksi dan Distribusi Kefarmasian, Kementerian Kesehatan, pada Webinar dalam rangka HUT ke-76 RI. bertema "Perkembangan dan Pengembangan Bahan Baku dan Produk Jamu" akan diadakan pada Selasa, 31 Agustus 2021, oleh Komnas Saintifikasi Jamu, dan Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.

Agusdini menambahkan bahwa potensi alam (mega biodiversity) di Darat: 30.000 spesies tanaman, 9.600 berkhasiat, 300 sebagai BBO dan BBOT. Di Laut: 8.500 spesies ikan, 950 spesies biota terumbu karang, 555 spesies rumput laut, 32 dari 87 jenis mamalia laut di dunia. Potensi Penduduk (Populasi): Jumlah penduduk 270,20 jiwa (BPS, 2021), Pangsa pasar Daya beli masyarakat.

Media Jamu, Nomor Satu

Jamu Ramuan tradisional sejak zaman dahulu merupakan warisan tradisi budaya masyarakat Indonesia kearifan lokal (local wisdom). Proporsi Pemanfaatan Upaya Kesehatan Tradisional Pada Penduduk Semua Umur: Riskesdas 2018: 31,4% masyarakat memanfaatkan Yankestrad.

Pemanfaatan Obat Tradisional Saat Pandemi COVID-19.

Situasi. Pandemi COVID-19 telah menjadi penyakit pandemi yang menyerang seluruh dunia.  Adaptasi. Kebiasaan Baru Masyarakat Indonesia diimbau untuk menerapkan adaptasi kebiasaan baru agar tetap dapat hidup produktif dan terhindar dari penularan COVID-19.

Imunitas Tubuh. Di tengah pandemi COVID-19 dan situasi adaptasi kebiasaan baru, sangat penting menjaga sistem imun tubuh. Upaya yang dapat dilakukan a.l. melalui penerapan protokol kesehatan, serta konsumsi makanan dan minuman yang sehat, salah satunya Jamu.

Peluang. Kecenderungan masyarakat menggunakan obat tradisional meningkat. Adanya dukungan penelitian obat bahan alam. Inovasi obat dengan sumber bahan alam di dalam negeri untuk: Meningkatkan daya tahan tubuh, Membantu memelihara kesehatan dan kebugaran, Membantu meringankan gejala penyakit, Memelihara/memperbaiki sistem imun (immunodulator).

Studi penggunaan Jamu oleh masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuh selama pandemi COVID-19. Penggunaan Jamu oleh masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuh selama masa pandemi COVID-19 adalah sebanyak 79%.

Bahan baku menjadi aspek yang paling krusial dalam kegiatan produksi obat tradisional, baik pada industri skala besar maupun kecil. Tidak seperti industri obat konvensional di Indonesia yang bergantung pada bahan baku impor, industri obat tradisional di Indonesia masih dapat memenuhi sebagian kebutuhan produksi dalam negeri dengan memanfaatkan sumberdaya lokal yang ada.

Pemenuhan bahan baku untuk produksi obat tradisional di Indonesia banyak mengandalkan pengambilan tanaman liar atau suplai dari pengepul. Kondisi ini menyebabkan munculnya berbagai masalah antara lain: 1. Kualitas bahan baku yang tidak standar, mutu cenderung berubah-ubah 2. Kuantitas bahan baku yang masih terbatas, sulit mendapatkan bahan baku dalam jumlah besar ketika dibutuhkan 3. Kontinuitas produksi dan ketersediaan bahan baku yang bergantung pada musim 4. Harga bahan baku yang fluktuatif 5. Rantai distribusi yang panjang dari petani ke industri, memicu harga bahan baku yang lebih mahal daripada bahan baku impor. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: