Pentingnya Asupan Vitamin D Saat COVID-19
Tanggal Posting : Selasa, 6 Oktober 2020 | 08:47
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 1444 Kali
Pentingnya Asupan Vitamin D Saat COVID-19
Audrey Clarissa, Managing Director PT. Imedco Djaja saat memberikan edukasi kepada anak-anak sekolah tentang pola hidup sehat. Foto: website Imedco.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Para pakar kesehatan menyarankan agar masyarakat terus meningkatkan daya tahan tubuh, olah raga dan istirahat yang cukup, termasuk program berjemur pada pagi hari, sebagai bagian dari upaya pencegahan COVID-19.

Berjemur pada pagi hari, tentunya terkait dengan pembentukan Vitamin D, karena sinar matahari memiliki peran penting dalam proses kimia yang kompleks ini. Adalah sinar UV-B dari sinar matahari yang memiliki peran membantu proses pembuatan vitamin D di tubuh.

Lantas apa urgensi, dan manfaat asupan Vitamin D saat pademi COVID-19 ini?

Menurut Audrey Clarissa, Managing Director PT. Imedco Djaja- mengutip berbagai referensi- menyebutkan bahwa Vitamin D diperkirakan memiliki efek pada penekanan faktor CD26, molekul adhesi yang digunakan untuk  invasi sel inang COVID-19.

Vitamin D juga dapat melemahkan respon inflamasi interferon gamma (IFNγ) dan interleukin-6 (IL-6) sebagai marker kuat dari kondisi pasien dengan ventilasi yang buruk dan kritis seperti pada pasien COVID-19.

Kekurangan vitamin D, lanjut Audrey- apoteker alumni ITB ini- sembari menyebutkan referensi lain- berkontribusi pada peningkatan risiko infeksi pernapasan termasuk pada pasien COVID-19.  Direkomendasikan untuk semua orang dewasa, terutama lansia, pasien rawat inap di rumah sakit, penghuni panti jompo dan kelompok rentan lainnya, seperti petugas kesehatan- dilengkapi dengan asupan minimal Vitamin D3 20-50 μg/hari (800-2.000 IU/hari) atau mencapai kadar minimal Vitamin D tubuh untuk meningkatkan ketahanan terhadap infeksi COVID-19.

Vitamin D adalah hormon imunomodulator dengan efek anti-inflamasi dan antimikroba dengan profil keamanan yang baik. Studi klinis memuat korelasi signifikan antara kadar Vitamin D yang cukup dan penurunan resiko gangguan nafas.

Banyak pasien terinfeksi COVID-19 mengalami gejala gangguan pernapasan akut (ARDS), yang dapat menyebabkan kerusakan banyak organ lainnya.

Vitamin D dapat menurunkan resiko kejadian infeksi COVID-19 terutama terkait dengan peranan pada ACE2, penekanan sitokin inflamasi dan mekanisme cathelicidin-defensin sebagai antimikroba untuk menurunkan mortalitas dan tingkat keparahan pasien COVID-19.

Vitamin D menurunkan resiko infeksi COVID-19 dengan beberapa mekanisme, salah satunya dengan menginduksi cathelicidins dan defensins yang dapat menurunkan replikasi virus dan mengurangi konsentrasi sitokin pro-inflamasi untuk pencegahan terjadinya cytokine storm.

Berita Terkait: GeNose UGM Deteksi COVID-19 dengan Cepat 

Dosis Asupan Vitamin D

Rekomendasi dosis Vitamin D3 untuk mengurangi resiko infeksi dan kematian COVID-19 adalah dengan secepatnya mencapai target kadar optimal [25(OH)D] yaitu 40-60 ng/mL, dapat menggunakan suplementasi Vitamin D3 sebesar 10.000 IU/hari untuk beberapa minggu dan diikuti dengan 5.000 IU/hari.

Target optimal kadar Vitamin D tubuh adalah 40-60 ng/mL. Rencana terapi yang baik direkomendasikan untuk cepat mencapai kadar optimal tersebut adalah Vitamin D3 50.000 IU; 2 x dalam seminggu kemudian diikuti dengan 6000 IU/hari sampai tercapai target optimal sehingga resiko terjangkit COVID-19 dapat dicegah. Acuan dosis pada 3 minggu pertama sangat penting untuk tercapainya target optimal.

Rekomendasi dosis Vitamin D3 yang dianjurkan ini terutama pada individu yang beresiko tinggi COVID-19 sehingga terjadi pemulihan serum yang cepat dan berkelanjutan akan menjaga kadar vitamin D tubuh secara optimal, dengan demikian berpotensi memicu perbaikan status klinis dan prognosis yang lebih cepat.

"Perlu diberikan edukasi mengenai vitamin D ini, sebagai terapi adjuvan pasien dengan atau tanpa COVID-19," Audrey Clarissa yang juga menjabat sebagai President AYPG ini menegaskan.

Megingat pentingnya asupan Vitamin D saat pandemi COVID-19, Imedco Djaja juga memiliki produk unggulan High Doses Vitamin D, yaitu: Hi-D. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: