Dukungan Pemanfaatan Obat Herbal di Yankes Melalui ForNas
Tanggal Posting : Jumat, 2 Juli 2021 | 06:40
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 323 Kali
Dukungan Pemanfaatan Obat Herbal di Yankes Melalui ForNas
Perlu segera langkah strategis pemanfaatan Obat Herbal berbasis evidence based di Pelayanan Kesehatan.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Ketua Komisi Nasional Saintifikasi Jamu, Dr. Drs. Budiman Gunawan, Apt.,MARS mengungkapkan langkah strategis pengembangan obat herbal dengan memberikan dukungan pemanfaatan obat herbal di Pelayanan Kesehatan (Yankes) melalui Formularium Nasional (ForNas).

Perlu adanya komitmen dari penentu kebijakan (Presiden atau Menkes), agar memanfaatkan herbal asli Indonesia- yang sudah teregistrasi di Badan POM untuk dimanfaatkan di Fasyankes dengan masuk dalam sistem BPJS.

Hal tersebut dikemukakan saat menyampaikan makalah berjudul  "Peran Komnas SJ Dalam Kestraindo, Menuju Ketahanan Kesehatan Bangsa" pada webinar Perkumpulan Paricara Usada Indonesia (PPUIN), bertema "Usada Nusantara sebagai Bagian dari Ketahanan  Kesehatan Bangsa," pada Jumat, 25 Juni 2021.

Untuk itu, Budiman Gunawan mengharapkan hal-hal berikut ini:

  • Akselerasi 12 formula ramuan jamu SJ B2P2TOOT menjadi ekstrak/dapat menjadi OHT atau Fitofarma
  • Komnas SJ mengawal penelitian berbasis pelayanan. Saat ini masih untuk Penelitian Pelayaan Jamu. Ke depan dapat dilakukan di Griya Sehat atau RS integrasi terhadap pelayanan keterampilan, baik tunggal/komplemen dengan pelayanan konvensional. Ini perlu Permenkes baru.

Langkah lainnya adalah Pemanfaatan Jamu berbasis evidence based di Pelayanan Kesehatan, Mengajak stakeholders meningkatkan pemanfaatan Jamu, termasuk oleh Pengobat Tradisional, Penguatan Brand Jamu Indonesia.

Upaya terobosannya, antara lain: PerMenkes No. 003 Tahun 2010: sebagai "upaya terobosan" untuk "memasukkan jamu" dalam pelayanan kesehatan (agar tidak menyalahi UU Praktik Kedokteran).

KepMenkes No.1334/2010: Komisi Nasional Saintifikasi Jamu sebagai kendaraan untuk mencapai tujuan, Jamu: perlu mendapatkan pengakuan dari profesi kedokteran sebagai alternatif metoda pelayanan kesehatan (promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif).

"Komnas SJ Mendukung Kestraindo dalam Ketersediaan Ramuan Jamu Saintifik, Menyusun Regulasi, & SDM. Sumbangan Komnas SJ untuk Pengobat Tradisional sejumlah Ramuan Jamu Saintifik yang sudah memiliki bukti ilmiah untuk dapat dipraktikkan.

Tersedianya Ramuan Saintifik, Mendukung Yankestrad menuju Ketahanan Kesehatan Bangsa,"  tegas Budiman Gunawan- yang sebelumnya pernah menjabat- Kepala Lembaga Farmasi DITKESAD, Kepala Lembaga Biologi Vaksin DITKESAD, dan Direktur Pembinaan Materiil Kesehatan PUSKESAD.

OMAI Mendunia

Pada webinar PPUIN ini, sebagai seynote speech Dr. I Gede Made Wirabrata, S.Si, Apt, M.Kes, MM (DIRYANKESTRAD). Menampilkan narasumber: Kolonel Inf Aji Mimbarno S. AP., M. Han (Dewan Penasehat PPUIN), Kol. Arm. Abdi Wirawan, S.H., M.I.Kom., M.Tr (Han) (Dewan Penasehat PPUIN), Dr. Drs. Budiman Gunawan, Apt.,MARS. (Ketua Komisi Nasional Saintifikasi Jamu). Juga ada sesi pengenalan JAMUPRENEURSHIP oleh PT. Oesodo Alam Mandiri (Apt. Ihya Nurul Islam M. S. Si.).

Mengawali presentasinya Budiman Gunawan memaparkan arahan Presiden RI untuk Pengembangan Jamu Indonesia pada Munas GP Jamu 2007 dan Gelar Kebangkitan Jamu Indonesia 2008, yaitu:

  • Peningkatan produksi, mulai dari bahan baku hingga produk akhir
  • Meningkatkan peran jamu dalam Kesehatan, kebugaran, dan kecantikan
  • KemenKes dan BPOM melakukan bimbingan dan kemudahan hal-hal terkait standarisasi mutu jamu serta produksi dan distribusi jamu berkualitas
  • Dilakukan pengawasan atas produk-produk jamu
  • Bersama Kadin dilakukan promosi dan pemasaran jamu Indonesia
  • Ristek dan perguruan tinggi mengembangkan penelitian dan pengembangan jamu
  • Integrasikan sistem Kesehatan medis dan komplementer berbasis jamu, sebagai "sistem ganda". Kedua sistem jangan dikotak-kotakkan
  • Masukkan "Jamu ’brand" Indonesia" dalam ’mainstream’ strategi pemasaran Indonesia
  • Kembangkan dan manfaaatkan berbagai fasilitas untuk usaha mikro, kecil, dan menengah jamu

Sedangkan Saintifikasi Jamu, tercantum pada Peraturan Menteri Kesehatan No. 003/2010. Tentang Saintifkasi Jamu dalam penelitian berbasis pelayanan Kesehatan. Memberikan landasan ilmiah (evidence based) penggunaan Jamu, Mendorong terbentuknya jejaring tenaga kesehatan sebagai pelaku "Yankes Jamu" dan "Penelitian Jamu", baik promotif, preventif, kuratif, dan paliatif, Meningkatkan penyediaan Jamu yang aman, berkhasiat dan bermutu, Mengatur penyediaan data & informasi tentang Jamu untuk mendukung Jamu evidence based decision making dalam upaya pengintegrasian Jamu dalam Yankes. Redaksi JamuDigital.Com

Webinar PPUIN


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: