Mengembalikan Keseimbangan Sistem Tubuh Selama Ramadhan
Tanggal Posting : Sabtu, 16 Mei 2020 | 09:56
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 397 Kali
Mengembalikan Keseimbangan Sistem Tubuh Selama Ramadhan
dr. Meity Elvina, SpOG, M. Ked pada saat menyampaikan materi di Webinar Kajian Nasional Series Iman dan Imun, Rabu, 13 Mei 2020.

JamuDigital.Com -PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Pada Webinar Kajian Nasional Series Iman dan Imun yang dilakukan oleh Internasional Islamic Medicine Forum (IIMF) pada, Senin - Jum’at, 11-15 Mei 2020 dengan jumlah 100 peserta yang dimoderatori oleh Ust. Hakimudin dan beberapa orang narasumber:

  • Ust. Kathur Suhardi (Fiqih Puasa dan Puasa Sebagai Nutrisi Ruh Dalam Pandangan Islamic Medicine)
  • Dr. dr. Sagiran, Sp.B(K)KL, M.Kes (Membedah Mukjizat Shalat Untuk Meningkatkan Imunitas)
  • Dr. Retno Anggraini, M. Si., M. Psi (WFH: Bagaimana Fsikologi Ibu?)
  • dr. Susilorini, Sp. PA, M. Si. Med (Tanhik Sebagai Metode Imunitas Terbaik Dalam Pandangan Islamic Medicine)
  • dr. Meity Elvina, SpOG, M. Ked (Mengembalikan Keseimbangan Sistem Makro & Mikro Tubuh Selama Ramadhan)
  • dr. Zaidul Akbar (Puasa Sebagai Iman Booster)
  • Dr. Wahyudi Widada, S. Kp, M. Ked (Stimulasi Imunitas Dengan Bekam)
  • Dr. Joko Suswito, S. Kp, M. Kes (Keajaiban Al-Fatihah Dalam Mengurangi Sakit)
  • Aris Setyawan, S. Kep, MHPe (Corona Strees Dan Islamic Medicine Menjawab)
  • Prof. Dr. dr. Rifki Muslim, Sp. B, Sp. U (Islamic Medicine Sebagai Solusi Menghadapi Pandemi COVID-19)

Berikut ini cuplikan pendapat dr. Meity Elvina, SpOG, M. Ked pada saat berlangsungnya webinar, Rabu, 13 Mei 2020 dengan tema "Mengembalikan Keseimbangan Sistem Makro & Mikro Tubuh Selama Ramadhan":

Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh berkah. Allah memberikan satu bulan penuh bagi manusia untuk melakukan Overhaul tubuh setelah dipergunakan selama 365 hari. Semua sistem tubuh yang mulai error karena ketidak istiqomahan manusia kepada perintah Allah terhadap siang dan malam, diperbaiki.

"Siang ketika itu manusia beriman disuruh berpuasa. Dan ketika malam diperbolehkan makan lagi. Ramadhan ini untuk membongkar sistem-sistem tubuh yang tumpang tindih di sebelas bulan awal," ujar dr. Meity Elvina, SpOG, M. Ked.

Namun diingatkan katanya ketika berbuka maupun sahur, janganlah sampai makan minum berlebih-lebihan, menu makannya juga harus seimbang dan harmoni.  "Ingat ada 10 kali lebih banyak dari 100 triliyun sel tubuh manusia, yaitu microbiota yang harus juga berbuka puasa. Microbiota ini hanya mau makan resistant starch atau serat sayur, buah dan biji bijian.  Untuk itu saat sahur dan bukan, konsumsi makanan harus sesuai tuntunan sunnah," tandasnya.

dr. Meity Elvina, SpOG, M. Ked itu mengingatkan makan kurma saat sahur dan buka sangat baik.  "Saat perut kosong maka Metabolisme microbiota menghasilkan SCFA (Short chain fatty acid) sangat optimal," paparnya.

Dikatakannya, sumber energi kehidupan adalah matahari. Energi itu ditangkap semua makhluk, bahkan daun juga punya stomata untuk menangkap cahaya matahari, untuk fotosintesisnya. "Bukan hanya manusia, hewan, namun microbiota juga daun juga tumbuhan fitrahnya bangun dan bekerja saat matahari memancarkan cahayanya di siang hari. Malam semuanya tidur, namun di sepertiga malam sudah harus bangun lagi," paparnya.

Sebagaimana puasa satu bulan itu sebagai sistem perbaikan overhaul 365 hari sistem tubuh bekerja. Matahari merupakan sumber cahaya dari Allah, sebagaimana tertuang dalam Al Quran surat An-Nur ayat 35 dan Surat An-Naml ayat 86 yang disebutkan "Bagi orang yang beriman, Allah pemberi cahaya kepada langit dan bumi. Perumpamaannya adalah seperti lubang yang tak tembus, yang didalamnya ada pelita besar".

Ini persis sama seperti riset ilmiah. Cahaya ditangkap satu titik di belakang bola mata, lalu diteruskan ke satu titik di dalam otak.  Lalu mengatur sistem tubuh manusia. Termasuk tiga yang utama yakni, sistem saraf pusat dan perifer, sistem hormon dan sistem kekebalan tubuh (imunitas).

Di malam hari, Ritme sirkadian jam biologis manusia dimulai. Namun banyak manusia menyalahinya, digunakan untuk makan malam berlebihan, begadang, melamun tidak tentu arah memikirkan hal-hal yang membuatnya was-was dan tidak bisa tidur. Alhasil, Ritme sirkadian atau jam biologis fitrah tubuhnya menyalah dan mulai error. Di malam hari, Microbiome tubuh yang jumlahnya 10 kali jumlah sel tubuh (10× 100 triliyun) juga harus istirahat. Redaksi JamuDigital.Com.

 


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: