![]() |
| Daun Salam merupakan pohon, bertajuk rimbun yang memiliki khasiat dapat mencegah diabetes. |
JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Daun Salam biasa dijadikan bahan penyedap dalam masakan. Namun ternyata daun tersebut memiliki banyak khasiat, salah satunya mampu mencegah diabetes.
Daun Salam mempunyai nama latin Syzygium polyanthum. Dibeberapa daerah Daun Salam dikenal dengan meselangan, ubar serai (Melayu), salam, kastolan (Jawa). Daun Salam merupakan pohon, bertajuk rimbun, tinggi sampai 25 m.
Daun tunggal, bila diremas berbau harum, bertangkai pendek, panjang tungkai daun 5 mm-10 mm. Helai daun berbentuk jorong memanjang, panjang 7 cm-15 cm, lebar 5 cm-10 cm. Ujung dan pangkal daun meruncing, tepi rata.
- Berita Terkait: Rahasia Sains Islam Tumbuhan Obat
- Berita Terkait: Ragam Khasiat Daun Sembung
- Berita Terkait: Potensi Jamu Indonesia
Permukaan atas berwarna cokelat kehijauan, licin, mengkilat. Permukaan bawah berwarna coklat tua. Tulang daun menyirip dan menonjol pada permukaan bawah. Tulang cabang halus. Perbungaan berupa malai, keluar dari ranting, berbau harum. Kelopak bunga berbentuk cangkir yang lebar dengan ukuran lebih kurang 1 mm.
Mahkota bunga berwarna putih, panjang 2,5 mm-3,5 mm. Benang sari terbagi dalam 4 kelompok, panjang lebih kurang 3 mm, berwarna kuning lembayung. Buah buni, berwarna merah gelap, bentuk bulat dengan garis tengah 8 mm - 9 mm, pada bagian tepi berakar lembaga sangat pendek.
Daun Salam memiliki kandungan kimia meliputi saponin, triterpen, flavonoid, tanin, polifenol dan alkaloid. Minyak atsiri Daun Salam terdiri dari seskuiterpen, lakton dan fenol. Menurut efek farmakologi ekstrak air Daun Salam yang tidak larut etanol (fraksi n-heksan) dengan dosis 700 mg/kg bb terhadap mencit putih jantan galur ddY menunjukkan efek menurunkan konsentrasi glukosa darah pada mencit normal.
Penyiapan dan Dosis: Sebanyak 20 g Polyanthi folium direbus dengan 400 mL air dalam panic infuse selama 15 menit, diminum 2 kali sehari, tiap kali 200 ml cairan. Dosis Antidiabetes: Dosis 700 mg/kg bb. (Sumber: Buku “Acuan Sediaan Herbal Volume Kedua Edisi Pertama”, Badan Pengawas Obat dan Makanan RI., Tahun 2006, Halaman: 51). Redaksi JamuDigital.Com








