Khasiat Lada Hitam Sebagai Antioksidan
Tanggal Posting : Kamis, 25 Februari 2021 | 09:53
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 310 Kali
Khasiat Lada Hitam Sebagai Antioksidan
Lada Hitam yang memiliki khasiat sebagai antioksidan ternyata memiliki efek sebagai antiinflamasi, antitumor dan antikanker.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Lada hitam diketahui memiliki banyak aktivitas hayati bermanfaat. Kandungan senyawa fenolik, alkaloid, dan minyak atsiri lada hitam berpotensi sebagai antioksidan. Lada Hitam memiliki nama latin Piper nigrum L.

Dibeberapa daerah Lada Hitam dikenal dengan lada (Aceh), leudeu pedih (Gayo), lada (Batak), lada (Nias), raro (Mentawai), lada keik (Bengkulu), lade ketek (Minangkabau), lada (Lampung); Jawa: lada, pedes (Sunda), merica (Jawa), sakang kambang (Madura).

Piper nigrum L. merupakan tema berkayu, memanjat, tinggi 5 -15 m, kulit batang berwarna hijau tua, berakar pada buku-bukunya. Bentuk daun bermacam-macam, dari bundar telur sampai lonjong, bagian pangkal bundar, tumpul atau berbentuk biji.

Sedangkan ujung lancip, permukaan atas berwarna hijau gelap, panjang 8-20 cm, lebar 5-15 cm, terdapat bintik-bintik kelenjar yang rapat, panjang tangkai 7,5 - 8 cm. Perbungaan berupa bulir yang menggantung, dengan panjang sampai 25 cm. Buah buni, bulat atau agak elips, buah muda berwarna hijau tua kemudian menjadi merah dan akhirnya hitam, gundul, panjang lebih kurang 4 mm.

Lada Hitam memiliki kandungan kimia minyak atsiri 1-3,5% yang sebagian besar merupakan senyawa monoterpenoid. Senyawa utama adalah piperin, yaitu suatu senyawa amida yang terbentuk dari piperidin dan asam piperat juga terdapat senyawa amida lain dengan inti piperidin (piperanin, pipperetin), pirolidin (piperilin) dan isobutilamin.

Menurut efek farmakologi hasil uji fraksi larut metanol dari ekstrak air dengan sitokrom P450 (CYP3A4 dan CYP2D6) mampu menghambat 91,7% aktivitas CYP3A4 dengan IC50, 25 ng/ml.3). Hal ini terjadi karena adanya senyawa-senyawa alkil amid yang bertanggungjawab terhadap aktivitas penghambatan terhadap aktivitas sitokrom P450 2D6 (CYP2D6).

Penelitian secara in vitro terhadap kandungan utama piperin menunjukkan piperin bersifat kemopreventif karena mampu menghambat keija enzim-enzim yang berperan pada pertumbuhan tumor (NADPH-C reductase, Cyt-p450 dan cyt-b5) dan mengkatalisa kerja enzim-enzim metabolisme glutatione (GPx, GR dan G6PDH) yang mengindikasikan adanya efek antiinflamasi, antitumor dan antikanker.

Penyiapan dan Dosis: Dosis tiap hari, pemakaian sekali antara 0,3-0,6 gram, atau 1,5 gram/hari. (Sumber: Buku “Acuan Sediaan Herbal Volume Empat Edisi Pertama”, Badan Pengawas Obat dan Makanan RI., Tahun 2008, Halaman: 48-50). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL, MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: