Khasiat Sambiloto untuk Penanganan COVID-19
Tanggal Posting : Senin, 22 Februari 2021 | 06:57
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 209 Kali
Khasiat Sambiloto untuk Penanganan COVID-19
Sambiloto memiliki potensi untuk penanganan pasien COVID-19 karena memiliki sifat antiradang dan antivirus.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Tanaman obat Sambiloto yang memiliki nama ilmiah Andrographis paniculata serta memiliki rasa pahit ini ternyata memiliki khasiat sebagai pencegahan dan perawatan tambahan Covid-19.

Sambiloto dibeberapa daerah memiliki sebutan Sambiloto (Jawa), Ampadu (Minang), Pepaitan (Melayu), Ki Oray (Sunda). Sambiloto memiliki karakteristik sangat pahit. Bagian tanaman yang sering digunakan herbanya (semua bagian di atas tanah).

Sambiloto memiliki khasiat dalam pencegahan dan perawatan tambahan pasien COVID-19 diantaranya: membantu menurunkan demam, mencegah kerusakan sel, meringankan peradangan, merangsang sistem imun, dan menjaga kebugaran tubuh.

Menurut penelitian potensi Sambiloto pada penanganan COVID-19: meringankan peradangan (antiradang), menghambat aktivitas virus SARS-CoV2 secara in silico (antivirus). Dalam hal ini khasiat Sambiloto sebagai antiradang dan antivirus SARS-CoV2 masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Berikut ini ramuan Sambiloto untuk menurunkan demam dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Ramuan untuk Penurun Demam:

Bahan: 5 gram herba segar. Penyiapan: seduh dengan 1 liter air mendidih kemudian saring dengan penyaring non logam menjadi 2 gelas. Penyajian: minum 2 X sehari, pagi dan sore hari.

Ramuan untuk Meningkatkan Imun:
Bahan: 2-5 gam herba kering/5-10 gram herba segar. Penyiapan: rebus 1 liter air hingga mendidih. Masukan herba dan rebus selama 15 menit dengan api kecil. Angkat, diamkan hingga dingin, saring dengan penyaring non logam menjadi 2-3 gelas. Minum 2-3 kali sehari pada hari yang sama. (Gunakan panic tanah liat/enamel).

Peringatan penggunaan:

  • Tidak disarankan pada ibu hamil dan menyusui.
  • Tidak diberikan pada anak tanpa pengawasan tenaga medis.
  • Tidak diberikan dalam bentuk injeksi.
  • Dapat menimbulkan alergi pada pasein yan sensitif. (Sumber: Infografis Instagram b2p2toot_kemenkes). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL, MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: