Kenali Perbedaan Jenis Penyakit Hepatitis
Tanggal Posting : Rabu, 11 Mei 2022 | 09:28
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 104 Kali
Kenali Perbedaan Jenis Penyakit Hepatitis
Hepatitis sendiri terbagi dalam 5 jenis utama, yaitu hepatitis A, B, C, D, dan E.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Kasus hepatitis misterius yang pertama kali ditemukan di Inggris 5 April 2022 dan telah ditetapkan WHO sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) pada 15 April 2022 lalu makin membuat resah.

Ia menyerang anak usia 0-16 tahun, di mana beberapa di antaranya sampai harus membutuhkan transplantasi hati agar bisa sembuh. Persoalannya, belum diketahui penyebab pasti penyakit ini.

Namun dipastikan, penyebabnya bukan virus hepatitis A, B, C, D dan E. Akan tetapi, diduga berasal dari Adenovirus 41, SARS CoV-2, dan virus ABV. Sebelumnya, hepatitis sendiri terbagi dalam 5 jenis utama, yaitu hepatitis A, B, C, D, dan E.

Umumnya, ia disebabkan oleh infeksi virus, autoimun, infeksi cacing hati, dan konsumsi alkohol. Dilansir dari laman who.int, Senin (9/5/2022), berikut perbedaan utama antara hepatitis A, B, C, D, dan E. Cara Penyebaran, Gejala, Pencegahan

1. Hepatitis A

Virus hepatitis A (HAV) terdapat dalam tinja orang yang terinfeksi. Ia paling sering ditularkan melalui konsumsi air maupun makanan dan perilaku seks tertentu. Meski memang banyak pasien sembuh dari hepatitis A dan kemudian kebal pada virus ini, hepatitis A bisa mengakibatkan kondisi serius pada orang lansia, orang dengan riwayat sistem imun lemah, ODHA, dan orang yang memiliki penyakit hati.

2. Hepatitis B

Virus hepatitis B (HBV) ditularkan melalui cairan tubuh, seperti darah infektif dan air mani. Ia bisa pula ditularkan dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya saat proses melahirkan.

3. Hepatitis C

Virus hepatitis C (HCV) umumnya ditularkan melalui paparan darah infektif. Hal ini dapat terjadi melalui transfusi darah, suntikan yang terkontaminasi selama prosedur medis, dan melalui penggunaan narkoba suntikan.

Sayangnya, belum ada vaksin untuk hepatitis C. Adapun peningkatan risiko hepatitis C terjadi pada lansia, seseorang dengan kelamin laki-laki, alkoholik, dan pasien yang konsumsi obat imunosupresif.

4. Hepatitis D

Infeksi virus hepatitis D (HDV) hanya terjadi pada seeorang yang terinfeksi HBV. Infeksi ganda HDV dan HBV bisa menyebabkan penyakit yang lebih serius dan buruk. Untuk itu, lakukan vaksin hepatitis B guna melindungi tubuh dari infeksi HDV.

5. Hepatitis E

Umumnya, virus hepatitis E (HEV) ditularkan melalui konsumsi air atau makanan yang terkontaminasi. Untungnya, saat ini sudah tersedia pengembangan vaksin HEV yang aman dan efektif. (Sumber Berita: https://lifestyle.bisnis.com/read/20220509/106/1531271/simak-perbedaan-penyakit-hepatitis-a-b-c-d-dan-e ). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2022. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: