Kegunaan Vitamin C Jambu Biji
Tanggal Posting : Senin, 26 Oktober 2020 | 10:48
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 892 Kali
Kegunaan Vitamin C Jambu Biji
Jambu biji memiliki kandungan vitamin C yang sangat tinggi, sehingga dapat digunakan sebagai immune booster.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MAKETPLACE JAMU INDONESIA. Jambu biji (Psidium guajava L), adalah tanaman asli Meksiko atau Amerika Tengah yang kemudian menyebar ke daerah tropis dan sub tropis lainnya.

Jenis-jenis jambu biji yang cocok untuk buah segar antara lain: jambu biji Getas (dari Lembaga Penelitian di Jateng, hasil silangan jambu biji Pasar Minggu dengan jambu biji merah, bobot hingga 400 g per buah, warna kulit hijau hingga kekuningan, daging buah merah tebal, warna merah, rasa manis-harum segar).

Jambu biji Kmer (bentuk bagian tangkai seperti berbuntut, warna hijau kekuningan daging merah, berat 450 g), jambu biji Pasar Minggu (dari kebun rakyat, ada warna putih dan warna merah dagingnya, merah kurang disukai, berat 150-200 g).

Jambu biji Susu (berwarna putih seperti susu, kurang manis, berat 300 g, kulit buah berwarna hijau muda hingga kekuningan, runcing dibagian tangkai), jambu biji Kristal dan Mutiara merupakan jambu introduksi dari Taiwan (Kristal lebih kecil dan biji sedikit krunci seperti apel, Mutiara lebih besar bentuk lebih lonjong daging lebih lunak termasuk bijinya).

Jambu biji Sukun putih dan merah (yang putih hampir seperti jambu Kristal, yang merah serupa hanya berwarna merah, berat 300 g), jambu biji Bangkok (besar hingga 500-1200 g, daging tebal, biji sedikit).

Jambu biji Tukan (hampir sama dengan jambu biji Bangkok, hanya kulitnya seperti berkurap, bila matang kurang enak). Jenis-jenis jambu biji ini cocok untuk buah segar, maupun diolah seperti pure dan sari buah.

Selain itu juga terdapat jambu biji kecil, biasa untuk tanaman pot (warna hijau, daging putih, ukuran 12 g), jambu biji Australia (batang buah daun berwarna merah, lebih untuk tanaman hias), jambu biji Brasil (buah kecil 5-7 g).

Jambu biji Variegata (berat 15-18 g, daun dan buah belang hijau putih atau hijau merah, rasa buah kurang manis). Jenis-jenis ini bisa ditanam untuk diekstrak baik buah maupun daunnya karena tidak megnhasilkan buah yang yang bermutu komersial.

Komponen Aktif dan Manfaat
Jambu biji memiliki kandungan vitamin C yang sangat tinggi, hingga mencapai 288,3 mg per 100 g, dan kandungan asam folat yang cukup. Kandungan vitamin C yang tinggi menyebabkan buah ini bisa digunakan sebagai immune booster saat kondisi fisik diperlukan untuk melawan penyakit termasuk virus.

Komponen bioaktif pada daun jambu biji yaitu karotenoid dan polipenol seperti gallokatekin dan leukosianidin. Kulit dan daging buah juga mengandung lebih banyak polifenol dan karotenoid. Buah jambu biji mentah digunakan untuk obat tradisional seperti diare, disentri, gastroenteritis, hipertensi, diabetes, gigi berlubang, dan koordinasi loko motor.

Sedangkan ekstrak daun digunakan untuk batuk, diare, obat maag minum, dan gusi bengkak. Buah matang kaya akan vitamin A, C, zat besi, fosfor dan kalsium serta mineral. Buah ini mengandung konten organik dan anorganik yang tinggi seperti metabolit sekunder, yaitu antioksidan, polifenol, senyawa antivirus, dan antiinflamasi.

Senyawa fenolik dalam jambu biji membantu menyembuhkan sel kanker dan mencegah penuaan kulit sebelum waktunya, sedangkan terpene, caryophyllene oxide dan p-selinene menghasilkan efek relaksasi.

Daun jambu biji mengandung banyak senyawa agen fungistatik dan bakteriostatik. Kuersetin adalah antioksidan paling aktif dalam daun jambu biji dan memiliki aktivitas spasmolitik, dan ekstrak etil asetatnya dapat menghentikan infeksi kuman dan produksi timus.

Berita Terkait: Manfaat Minyak Atsiri untuk Kesehatan

Berita Terkait: OMAI ASIMOR, Suplemen ASI Booster


Jambu memiliki aktivitas antivirus, antiinflamasi, antiplak dan antimutagenik. Ekstrak jambu biji menunjukkan aktivitas antinosiseptif dan efektif dalam peradangan kerusakan hati dan produksi serum.

Ekstrak etanol jambu biji dapat meningkatkan sperma sehingga dapat digunakan untuk pengobatan pria infertil. Kuersetin pada ekstrak daun dapat menghambat perbanyakan sel virus dengue penyebab demam berdarah dan menyegarkan sel darah yang terserang.

Ekstrak daun jambu biji dengan air dapat menghambat perkembangan virus dengue secara in vitro, mencegah pendarahan serta penurunan trombosit. Ekstrak daun juga berfungsi sebagai penghambat sel kanker usus. Konsentrasi vitamin C dalam sel plasma dan leukosit menurun dengan cepat selama manusia mengalami infeksi dan stres.

Suplementasi vitamin C telah terbukti meningkatkan komponen system kekebalan tubuh manusia seperti aktivitas sel antimikroba dan natural killer, proliferasi limfosit, kemotaksis, dan hipersensitivitas tipe lambat.

Vitamin C berkontribusi dalam pemeliharaan integritas redoks sel dan dengan demikian melindunginya terhadap reactive oxygen species (ROS) yang dihasilkan selama ledakan pernapasan dan dalam respon inflamasi.

Pembuatan Produk
Ada 2 jenis produk yakni basis buah segar, dan basis daun. Basis buah segar bisa dikonsumsi langsung, bentuk puree, atau jus siap minum dengan diberikan madu. Buah yang merah lebih berkhasiat karena mengandung lebih banyak antioksidan.

Cara pembuatan produk puree adalah melalui proses pencucian, pemotongan, pembuburan, penyaringan, pencampuran dan penambahan bahan tambahan pangan bila diperlukan, pasteurisasi dan pengemasan.

Penyaringan bias dilakukan beberapa kali tergantung kelembutan yang diinginkan, namun bila terlalu banyak disaring maka rendemen otomatis menurun. Setelah itu dilakukan pasteurisasi menggunakan suhu 90oC selama beberapa menit.

Ekstrak daun dapat dibuat menggunakan berbagai jenis pelarut seperti air, etanol, serta etil asetat. Ekstrak daun dengan air, ekstrak metanol dan kloroform memiliki efek antibakteri seperti Staphylococcus aureus. Ekstrak metanol dan kloroform memiliki efek antimikroba yang lebih kuat.

Dosis dan Efek Samping
Konsumsi jus jambu biji merah terbukti meningkatkan jumlah trombosit pada pasien demam berdarah. Konsumsi buah jambu biji segar 100 g sudah bisa memberikan vitamin C sebanyak hampir 200 mg, dan dengan pemberian buah segar, maka tidak banyak vitamin C yang terbuang.

Terlalu banyak makan buah jambu biji akan menyebabkan rasa kenyang karena mengandung serat pangan, sehingga asupan gizi yang lain harus dikurangi. Sari buah segar bisa dikonsumsi sebagai makanan diantara waktu makan. Kandungan vitamin C pada puree sudah menurun, namun kandungan anti oksidannya masih tinggi.

(Sumber: Dikutip dari BUKU SAKU Bahan Pangan Potensial untuk Anti Virus dan Imun Booster, Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Cetakan Pertama Juni 2020, Halaman 52-54). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: