![]() |
| Ekstrak Daun Sukun potensial dikembangkan sebagai Antinefrolitiasis. |
JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Dr. apt. Jatmiko Susilo, M.Kes meraih gelar Doktor dari Universitas Sebelas Maret Surakarta setelah meneliti Ekstrak Daun Sukun Sebagai Antinefrolitiasis.
Hasil risetnya dipresentasikan pada 24 Januari 2022. Sebagai Promotor: Prof. Dr. Bambang Purwanto., dr., SpPD(K) KGH, FINASIM, sedangkan sebagai Ko-Promotor: Prof. Dr. Muchsin Doewes, dr. SU. AIFO.,MARS, dan Dono Indarto, M.Biotech. St, PhD,AIFM.
Jatmiko Susilo kini menjabat sebagai Dosen Tetap Prodi Farmasi Fakultas Kesehatan Univeritas Ngudi Waluyo. Sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Direktur Umum RS Roemani. Adapun Riwayat pendidikannya: S1- Fakultas Farmasi UGM (1986), Program Apoteker UGM (1987), S-2 Ilmu Biomedik Universitas Diponegoro, S-3 Ilmu Kedokteran Universitas Sebelas Maret.
Kesimpulan penelitian Jatmiko Susilo saat menyampaikan hasil risetnya adalah sebagai berikut: Ekstrak etanol daun Sukun 400 mg/kg bb per hari secara bermakna menurunkan kadar MDA, oksalat, kreatinin, BUN, dan hipertrofi ginjal, dan tingkat kerusakan jaringan ginjal pada model tikus nefrolitiasis yang diinduksi etilen glikol.
Berikut ini, latar belakang, tujuan, metodologi penelitian dan hasil penelitiannya:
Nefrolitiasis atau urolitiasis merupakan penyakit multifaktor, berulang dan seumur hidup, dengan prevalensi meningkat dari tahun ke tahun, seiring peningkatan usia dan secara ekonomi merupakan kondisi urologis paling mahal. Patogenesis batu kalsium oksalat (CaOx) dimulai cedera sel epitel ginjal oleh toksisitas CaOx, dan paparan terus menerus senyawa oksigen reaktif (ROS).
Angiotensin II mendorong respon inflamasi dan mempercepat stres oksidatif dengan mengaktifkan NADH oksidase (NOX), memediasi sintesis sitokin pro-inflamasi. Paparan sel epitel ginjal oleh oksalat (Ox)/kristal CaOx kadar tinggi meng-upregulasi produksi osteopontin (OPN). Peningkatan ekspresi OPN ginjal secara simultan meningkatkan deposisi kristal CaOx, mengakibatkan penyumbatan pengeluaran matrik urin.
Deposisi kristal CaOx, cedera ginjal dan paparan stres oksidatif menyebabkan kerusakan ginjal ditandai peningkatan kadar kreatinin-BUN, hipertrofi dan kerusakan jaringan ginjal, berakhir pada penyakit ginjal tahap akhir.
Terapi ekspulsif medis tidak memberikan hasil yang memuaskan, bersifat simptomatis dan memiliki efek samping. Pemanfaatan lithotripsy untuk memperkecil ukuran batu agar lebih mudah dikeluarkan bersama urin, namun penggunaan alat ini dapat mengkonversi batu CaOx menjadi kalsium fosfat (CaP) dengan peningkatan kekerasan.
Teknik pembedahan invasif telah dimanfaatkan (Tiselius et al, 2011) dan berhasil bail, namun kekambuhan masih menjadi masalah penting penatalaksanaan nefrolitiasis.
Hubungan dosis-respons merupakan hubungan antara peningkatan tingkat paparan dikaitkan dengan peningkatan atau penurunan risiko hasil. Demonstrasi hubungan dosis-respons dianggap sebagai bukti kuat untuk hubungan sebab akibat antara paparan dan hasil.
Hubungan dosis-respon penting karena konsentrasi obat di tempat kerja mengontrol efeknya, dan merupakan pengukuran hubungan antara dosis zat yang diberikan dan efek keseluruhannya (respon), baik terapeutik maupun toksik pada hewan percobaan, studi klinis pada manusia, ataupun sel (Faccenda et al, 2019).
Penelitian nefrolitiasis telah dilakukan menggunakan berbagai herbal, antara lain berkurangnya endapan kristal dalam ginjal hewan dengan ekstrak daun Vitis vinifera (Edla & Challa, 2018), persentase penghambatan pertumbuhan kristal antara 28,30-92,46% dalam ekstrak C. zeylanicum.
(Zaki et al, 2019), efek perlindungan terhadap urolitiasis oleh Bambusa nutans dan Cynodon dactylon (Sohgaura et al, 2019), Pedalium murex menurunkan dan mencegah pembentukan kristal struvit (Kaleeswaran, et al, 2019), Adonis aestivalis menghambat pembentukan batu (Parameshwar et al, 2011).
Pengobatan dengan ekstrak hidroalkohol akar Rosea althaea secara signifikan mengurangi deposit CaOx ginjal dan Ox urin (Ahmadi et al, 2012), efek profilaksis Ammi visnaga terjadi karena merangsang aktivitas antioksidan (Kachkoul et al, 2018), Taraxacum officinale mengurangi jumlah kalsium oksalat monohidrat (COM), dan meningkatkan kristal kalsium oksalat dihidrat (COD) (Yousefi et al, 2018).
Phaseolus vulgaris menormalkan parameter biokimia serum dan stres oksidatif (Prasad, 2018). Secara klinik Nigella sativa sebagai peluruh batu (Ardakani et al, 2019), dan pengurangan ukuran batu oleh ekstrak Cicer arietinum (Biglarkhani et al, 2019).
Sukun merupakan tanaman agroforesti dengan kandungan senyawa bioaktif (fitokimia) alami melindungi dari berbagai penyakit. Fitokimia terdiri dari metabolit primer (karbohidrat, protein dan asam amino) dan sekunder (antrakuinon, terpenoid, sterol, alkaloid, flavonoid dan senyawa fenolik serta tannin). (Saxena et al, 2013)
Penelitian membuktikan bahwa Sukun memiliki aktivitas antiaterogenik (Oluwatosin & Olubukola, 2014), agen pencerah kulit (Rao et al. 2013), agen antioksidan (Horng-Huey et al. 2013), α-amylase dan α-Glucosidase inhibitors (Telagari, & Hullatti, 2015), agen antimikroba (Pradhan et al. 2013), antihipertensi (Nwokocha et al. 2012), agen antiausterik (Nguyen et al. 2014), dan obat nyamuk (Jones et al. (2012).
Di rumah-rumah herbal, daun tanaman ini digunakan untuk pengobatan gangguan hati, hipertensi, dan diabetes. Kajian aktivitas biologis pemanfaatan daun Sukun sebagai antinefrolitiasis belum ditemukan dalam literatur, oleh karena itu pemanfaatan daun sukun merupakan kesempatan pengembangan novel therapeutic drug treatments untuk penyakit batu ginjal (nefrolitiasis).
Tujuan Penelitian. Untuk menganalisis dan membuktikan pengaruh ekstrak etanol daun Sukun terhadap kerusakan ginjal model tikus nefrolitiasis yang diinduksi etilen glikol dengan mengkaji kadar MDA, oksalat, kreatinin dan BUN, dan hipertrofi, dan jaringan ginjal dan memperoleh kadar optimal sebagai antinefrolitiasis.
Metoda Penelitian. Penelitian eksperimental pre-post tests control group design dan post tests control groups design menggunakan 30 tikus dibagi secara acak kedalam 5 kelompok, yaitu normal, induksi etilen glikol (EG), EA1 (EG + ekstrak 100), EA2 (EG+ ekstrak 200) dan EA3 (EG+ ekstrak 400 mg/kg bb). Tikus telebih dahulu diadaptasikan selama 7 hari, induksi EG 0,75% v/v ad libitum pada hari ke-1 hingga 28, dan ekstrak hari ke-14 hingga 28 secara oral.
Sampel darah diambil hari ke 14 (pre test) dan ke 28 (post test) untuk analisis kadar kreatinin, dan BUN, pada hari ke-28 tikus dimatikan setelah dianestesi. Darah jantung diambil untuk pemeriksaan kadar MDA, krearinin-BUN, dan nefrektomi guna pemeriksaan kadar oksalat, dan hipertrofi dan jaringan ginjal.
Kadar MDA ditetapkan secara spektrofotometri TBARs (λmaks.: 532 nm), kadar oksalat (Permanganometri), kadar kreatinin (metoda Jaffe, λmax 520 nm), dan BUN (metoda diacetyl monoxime, λmax 525 nm), hipertrofi (metoda Feyissa) dan kerusakan jaringan ginjal dianalisis secara mikroskopis dengan software J® image dalam media Xylene-eosin. Data dianalisis statistik dengan uji beda (t) dan uji Anova dan dilanjutkan LSD
Hasil Penelitian. Ekstrak etanol daun Sukun berpengaruh terhadap kadar MDA berbeda bermakna dengan kelompok normal dan EG (p<0,05), tetapi antara dosis 100, 200 dan 400 mg/kg bb menunjukkan perbedaan tidak bermakna (p>0.05). Dosis 400 mg/kg bb mempengaruhi kadar CaOx berbeda bermakna dengan kelompok uji lain (p<0,001).
Dosis 100, 200 dan 400 mg/kg bb menurunkan kadar kreatinin dan BUN secara bermakna (p< 0,001), antara dosis 100 dengan 200 mg/kg bb berpengaruh terhadap kadar kreatinin berbeda tidak bermakna.
Dosis 400 mg/kg bb mempengaruhi hipertrofi ginjal berbeda bermakna (p< 0,001) dan kerusakan jaringan ginjal. Dosis 400 mg/kg bb harian merupakan dosis optimal yang berpengaruh terhadap tingkat kerusakan jaringan ginjal model tikus nefrolitiasis yang diinduksi etilen glikol.
Kesimpulan. Ekstrak etanol daun Sukun 400 mg/kg bb per hari secara bermakna menurunkan kadar MDA, oksalat, kreatinin, BUN, dan hipertrofi ginjal, dan tingkat kerusakan jaringan ginjal pada model tikus nefrolitiasis yang diinduksi etilen glikol. Redaksi JamuDigital.Com








