3 Pilihan Tepat Obat Herbal Untuk Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah
Tanggal Posting : Minggu, 3 Juli 2022 | 22:09
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 60 Kali
3 Pilihan Tepat Obat Herbal Untuk Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah
RS Jantung Harapan Kita memilah pengobatan herbal berkhasiat berdasarkan dengan bukti kuat klinis.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Tanaman dan tumbuhan sejak lama dijadikan terapi beberapa penyakit pada kedokteran timur tradisional. Di Indonesia kekayaan aneka  ragam tanaman dipakai leluhur sebagai obat dan kearifan lokal yang terus diteruskan ke generasi-generasi baru hingga kini.

Pengobatan herbal yang sudah lama dipakai leluhur kini menjadi pilihan bagi kalangan masyarakat. Karena pengobatan obat herbal dinilai lebih alami sehingga diasumsikan lebih aman dikonsumsi secara jangka panjang.

Sekarang obat herbal telah diakui pemerintah dalam golongan fitofarmaka yang dapat dipakai di rumah sakit dan klinik Indonesia. 

Namun tidak semua pengobatan herbal memiliki manfaat karena bisa berbahaya untuk dikonsumsi, sehingga dr. Bagas Adhimurda Marsudi, M.Sc di laman RS Jantung Harapan Kita memilah pengobatan herbal berkhasiat berdasarkan dengan bukti kuat klinis. 

Bawang Putih (Alium Sativum)

Bawang putih adalah salah satu obat herbal paling terkenal dan memiliki banyak khasiat untuk penyakit jantung seperti hipertensi.

Penelitian meta-analisis yaitu jenis penelitian yang menggabungkan sampel dari studi-studi sebelumnya menemukan suplementasi bawang putih menurunkan tekanan darah sebanyak 4.4mmHg pada penderita hipertensi 

Pada meta-analysis yang lain, bawang putih dapat menurunkan kandungan kolesterol total dan low density lipoprotein (LDL) darah.

Dari kumpulan-kumpulan studi ditemukan bawang putih memiliki toleransi yang baik dengan dosis yang paling optimal berada di 400-480 mg/hari.

Perbaikan pada parameter klinis yang diamati terlihat setelah mengkonsumsi bawang putih lebih dari dua bulan

Ginseng (Panax ginseng)

Khasiat ginseng lama dikenal di negara Cina dan Korea. Di Korea tanaman ginseng dipakai dalam formulasi krim dan suplemen untuk kulit dan khasiat anti-aging (penuaan).

Berdasarkan banyak uji klinis yang meneliti efek konsumsi ginseng mempengaruhi beberapa faktor resiko penyakit jantung seperti darah tinggi, penyakit gula, dan kolesterol.

Secara khusus konsumsi ginseng merah di Korea sebanyak 5 gram/hari menurunkan dan menstabilkan gula darah pasien diabetes yang baru.

Selain itu, ginseng menurunkan kolesterol dan LDL tetapi tidak menurunkan trigliserida dan tidak meningkatkan high density lipoprotein (HDL).

Khasiat ginseng merah terhadap tekanan darah ternyata kurang bermakna ketika dikonsumsi dengan sendirinya.

Efek penurunan tekanan darah ditemukan ketika konsumsi ginseng digabungkan dengan obat-obatan konvensional.

Jamur Lingzhi (Ganoderma Lucidum)

Selama hampir 2000 tahun jamur liar ini dipakai pengobatan tradisional Cina karena konon dapat memberikan umur yang panjang.

Era modern ini khasiat-khasiat jamur tersebut telah dibuktikan dengan penelitian uji klinis.

Secara umum jamur lingzhi memiliki efek hepatoprotektif (melindungi liver), anti-hipertensi, hipo-kolesterolemik (menurunkan kolesterol), anti-histamin (menurunkan radang), dan anti-kanker.

Jamur ini diteliti efeknya terhadap penyakit jantung koroner.

Penelitian uji acak konsumsi jamur lingzhi selama 12 minggu  ternyata meringankan gejala nyeri dada, sesak nafas, menurunkan tekanan darah, dan kolesterol darah. 

Tetapi efek ini tidak terlihat pada pasien berpenyakit gula dan sindroma metabolik.

Dosis harus yang diperhatikan karena konsumsi lebih dari 3gr/hari selama lebih dari 3 bulan menyebabkan efek samping seperti sakit kepala, lemas, dan gangguan pencernaan

Karena itu dr. Bagas Adhimurda Marsudi, M.Sc menjelaskan poin yang perlu dipegang ketika konsumsi herbal sebagai berikut.

Pertama, jika ingin pengobatan herbal, konsumen harus memakai herbal yang standar bukan hasil pengolahan sendiri.

Sering kali masyarakat mengkonsumsi obat herbal dengan hasil preparasi sendiri.

Hal ini kurang ideal karena hasil ekstraksi bahan aktifnya kurang baik dan tidak terukur dosisnya.

Kedua, konsumsi obat-obatan herbal harus sesuai dengan anjuran konsumsi, karena meskipun alami, konsumsi yang berlebih dapat menyebabkan efek samping ke berbagai macam organ seperti halnya dengan obat konvensional.

Ketiga, pemakian obat herbal sebagai tambahan ke obat konvensional untuk penyakit jantung dan pembuluh darah.

Sebelum berencana pemakaian obat herbal, pastikan konsultasi dulu dengan dokter karena ada beberapa obat herbal yang bermanfaat ketika digabungkan dan ada yang tidak memberikan manfaat pada kondisi penyakit tertentu. (Sumber Berita: https://www.obatnews.com/herb/pr-4463801486/tepat-pilihan-obat-herbal-untuk-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah?page=4 ). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2022. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: