Gerakan Moral Dukung Obat Modern Asli Indonesia
Tanggal Posting : Selasa, 22 Desember 2020 | 06:17
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 206 Kali
Gerakan Moral Dukung Obat Modern Asli Indonesia
Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Badan POM, Reri Indriani.

JamuDigital.Com-PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Pengembangan Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) masih menghadapi banyak tantangan. Menteri Riset dan Teknologi (Menristek), Bambang Brodjonegoro mengatakan perlu gerakan moral untuk mendukung pengembangan OMAI.

"Secara moral dokter di Indonesia yang mempelopori pemakaian OMAI, ini harus jadi gerakan moral," jelasnya dalam "Dialog Nasional Efek COVID-19 Urgensi Ketahanan Sektor Kesehatan" yang diselenggarakan KompasTV, 21 Desember 2020.

Menurutnya, OMAI perlu masuk dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) agar dapat digunakan tenaga medis untuk meresepkan pengobatan pasien. "Jika OMAI masuk JKN, maka peluang dikenal dan dikonsumsi masyarakat sangat luas, sehingga minat produsen meningkat untuk memproduksi OMAI lebih banyak," lanjutnya.

Pasalnya saat ini pengembangan OMAI belum berjalan optimal. Padahal Indonesia kaya akan keragaman hayati yang dapat digunakan sebagai bahan baku obat. Kendala ini disebabkan minimnya industri farmasi tanah air yang berinvestasi mengingat riset obat herbal berbiaya tinggi dan memakan waktu lama.

"Saya yakin dengan masuk JKN, mereka akan aktif riset. Riset akan berkembang jika permintaan ada," jelas Menristek.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Oscar Primadi mengaku pihaknya tengah merumuskan formularium nasional obat herbal tersendiri, agar bisa masuk dalam JKN. Pihaknya terus bersinergi dengan lintas sektor termasuk Badan POM dan industri farmasi memajukan obat tradisional.

"Permenkes 54/2018 tentang Penyusunan dan Penerapan Formularium Nasional Dalam Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan bisa saja diubah," ungkapnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik (Deputi II) Badan POM, Reri Indriani mengungkapkan terus mendorong pengembangan OMAI. "Kita lakukan pendampingan riset dan uji klinik, percepatan dan fleksibilitas prioritas penilaian obat bahan alam yang sudah memiliki bukti empiris dengan mengedepankan aspek keamanan, manfaat, dan mutunya," ungkapnya.

Lebih lanjut Deputi II mengatakan pengawalan yang dilakukan Badan POM juga untuk meningkatkan kepercayaan dokter dalam meresepkan OMAI bagi pasiennya. Sayangnya pemanfaatannya masih minim karena belum masuk dalam formularium nasional. Padahal Badan POM melakukan pengawalan agar validitas dan kualitas uji klinis memberikan keyakinan kepada dokter dan pasien.

Berita Terkait: Dokter Pelopor Resepkan OMAI, Fornas OMAI Sedang Dikaji

Berita Terkait: Keunggulan Obat Modern Asli Indonesia

Deputi II mengungkapkan beberapa kendala yang masih dihadapi mencakup biaya pengujian dan kapasitas peneliti terkait permahaman cara uji klinik yang baik sehingga memengaruhi validitas dan kualitasnya. Meskipun kini sudah mulai banyak bantuan pembiayaan bagi peneliti dari Kemenristek. Kemudian konsistensi persyaratan mutu bahan baku sampai produk jadi. "Ini kendala yang harus dikawal bersama, sinergisme pentahelik perlu diperkuat," ajaknya.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr Ari Fahrial Syam, mengaku sebagai dokter praktik suka meresepkan obat herbal produk Indonesia. Dia berharap pengembangan OMAI sudah tepat dengan dukungan regulator.

Selain itu perlu dukungan Badan POM terus merazia produk herbal berbahan kimia obat yang membuat citra obat herbal jelek. "Tidak ada keengganan dokter meresepkan obat herbal karena yakin dapat menyembuhkan. Mereka lihat khasiatnya," tutupnya. (Sumber: https://www.pom.go.id/new/view/more/berita/20739/Gerakan-Moral-Dukung-Pengembangan-Obat-Modern-Asli-Indonesia.html). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL, MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: