Bahan Alam Kearifan Lokal Kaltim untuk COVID-19
Tanggal Posting : Sabtu, 13 Maret 2021 | 12:53
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 1210 Kali
Bahan Alam Kearifan Lokal Kaltim untuk COVID-19
Zingiber montanum berpotensi besar dikembangkan sebagai produk alami mencegah risiko kematian akibat COVID-19.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Bahan alam dari Kearifan Lokal Kaltim, antara lain:  Zingiber montanum (Bangalai) sebagai herbal penurun kolesterol untuk mengurangi risiko pasien COVID-19 dengan penyakit penyerta.

Demikian dikemukakan oleh Dr. dr. Swandari Paramita, M.Kes. pada event "Borneo Islamic International Conference KAIB Online 2", Universiti Teknologi Mara Malaysia, 11 Maret 2021.

Dosen Fakultas Kedokteran, Universitas Mulawarman, dan Pengurus PDHMI ini, memaparkan pula tentang OMAI (Obat Modern Asli Indonesia) yang mana daftar obat herbal yang sudah uji pra klinis (OHT) dan uji klinis (Fitofarmaka) sudah diterbitkan dalam bentuk buku Informatorium OMAI oleh Badan POM terkait dengan pandemi COVID-19.

Disebutkan pula daftar tumbuhan obat pencegah COVID-19 yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yaitu: Temulawak (Curcuma xanthorrhiza), Kunyit (Curcuma longa), Jahe (Zingiber officinale), Meniran (Phyllanthus niruri), Sambiloto (Andrographis paniculata), Jambu biji (Psidium guajava) untuk meningkatkan imun tubuh,  ungkap Doktor Swandari Paramita- yang juga Ketua Panitia PIT PDHMI 2021.

Zingiber montanum (Bangalai)

Bangalai secara tradisional digunakan suku Dayak di Kalimantan Timur untuk membantu masalah kesehatan, yaitu: menurunkan kolesterol tinggi. Dengan nama lain- Zingiber cassumunar, dikenal di tempat lain di Indonesia (Jawa) sebagai Bangle/Bengle.

Efek anti-hiperkolesterolemia dari ekstrak Zingiber montanum. Model Eksperimental:

  • Untuk percobaan, 30 ekor tikus Wistar jantan.
  • Percobaan dibagi secara acak menjadi 6 kelompok, yaitu; Kelompok 1 (tanpa pengobatan, kontrol), Kelompok 2 (diet tinggi lemak, kontrol), Kelompok 3 (diet tinggi lemak dengan simvastatin), dan Kelompok 4-6 (diet tinggi lemak). Dengan dosis terpisah ekstrak Z. montanum; 100, 200, dan 400 mg/kg, masing-masing).
  • Dalam semua pengobatan, diet tinggi lemak diberikan untuk semua subjek uji selama 4 minggu.

Analisis Biokimia:

  • Setelah 4 minggu pengobatan, sampel darah diambil dari setiap kelompok perlakuan secara terpisah.
  • Kemudian, konsentrasi plasma trigliserida, kolesterol total, lipoprotein densitas tinggi (HDL), dan lipoprotein densitas rendah (LDL) diukur dengan menggunakan sistem analisa otomatis (BiOLis 24i; Boeki, Tokyo, Jepang).

Zingiber montanum memiliki potensi besar di masa depan untuk dikembangkan sebagai produk alami untuk mencegah risiko kematian akibat COVID-19. Universitas Mulawarman menerima Grant Research tahun 2020 dari Konsorsium COVID-19 Kementerian Riset dan Teknologi untuk pengembangan Zingiber montanum sebagai herbal penurun kolesterol untuk mengurangi risiko COVID-19 pasien dengan penyakit penyerta. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2022. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: