Badan POM Dukung Peningkatan Ekspor Jamu dan Obat Herbal Indonesia
Tanggal Posting : Rabu, 1 September 2021 | 11:36
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 246 Kali
Badan POM Dukung Peningkatan Ekspor Jamu dan Obat Herbal Indonesia
Dexa Medica sukses memasarkan obat herbal OMAI ke pasar global, dengan Strategi 4 Pilar Ekspor Produk Herbal.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU.  Potensi Jamu dan Obat Herbal Indonesia untuk pasar global terus digalakkan dengan sinergi lintas lembaga, agar peluang ini dapat diwujudkan segera dengan meningkatkan nilai ekspor.

Gabungan Pengusaha (GP) Jamu mencatat data, saat ini nilai pasar dunia untuk produk obat alam berkisar Rp. 1.936,9 trilliun, dan nilai tersebut akan terus meningkat. Namun demikian, penguasaan Jamu terhadap pasar dunia tersebut masih sangat rendah, yaitu sekitar Rp. 16 triliun atau hanya 0,8% dari total pasar dunia.

Untuk itu, diperlukan langkah strategis untuk mendorong ekspor Jamu dan obat herbal Indonesia ke pasar manca negara. Untuk mengakselerasi itu, Badan POM menggelar Forum Komunikasi Pemangku Kepentingan Untuk Percepatan Ekspor Jamu, dengan tema "Akselerasi Ekspor Jamu sebagai Media untuk Menyehatkan Masyarakat dan Perekonomian Nasional".

Kegiatan diselenggarakan secara online dan diikuti oleh lintas sektor terkait baik pemerintah, pelaku usaha, dan akademisi, pada Selasa, 31 Agustus 2021. FGD ini dibagi menjadi dua sesi, yang dipandu oleh Direktur Pengawasan Obat Tradisional dan Suplemen Kesehatan Badan POM, Irwan.

Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito dalam sambutannya menyatakan di tengah peningkatan permintaan back to nature di seluruh dunia saat ini, jamu sangat berpotensi menjadi komoditas andalan ekspor. "Keinginan mewujudkan jamu agar dapat bersaing dengan obat herbal negara lain membutuhkan komitmen, strategi, dan kerja keras semua pihak, termasuk Badan POM," ungkapnya.

Penny Lukito menambahkan tantangan percepatan ekspor jamu terkait aspek kualitas jamu, baik keamanan, kemanfaatan, dan mutu produk, termasuk kemampuan penetrasi pasar di negara tujuan. Produk jamu harus memenuhi standar Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB).

Upaya ini yang terus didorong Badan POM melalui pemberian bimbingan teknis pemenuhan standar CPOTB internasional dan percepatan perizinan kepada pelaku usaha. Terlebih mayoritas 90% produsen jamu adalah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Badan POM juga aktif melakukan pendampingan bagi pelaku usaha, termasuk UMKM, agar mampu memenuhi persyaratan ekspor. Selain itu, juga dengan memperbarui digitalisasi pelayanan publik untuk berbagai sertifikasi perizinan, misalnya Surat Keterangan Ekspor (SKE).

"Saat ini, Badan POM tengah mengusulkan penurunan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) untuk pelayanan publik terkait ekspor," kata Penny K. Lukito.

Forum Komunikasi ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk memahami tantangan dan peluang ekspor jamu. Kepala Badan POM berharap diskusi ini dapat menemukan solusi dan strategi komprehensif untuk mendorong akselerasi ekspor jamu. "Saya optimis dengan jamu berkualitas dan berdaya saing, akan memberikan kontribusi positif mewujudkan Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh," Penny Lukito mengakhiri sambutannya. 

Irwan dan Ranny

Ketua Umum GP. Jamu, Dwi Ranny Pertiwi Zarman mengatakan, hingga saat ini, ada 13 industri Jamu yang mengekspor produknya ke mancanegara. Dari 58 negara penerima ekspor jamu, masih ada 15 negara yang belum dimasuki Indonesia. Dia menyebut ada lima kendala yang kerap dihadapi yaitu mulai dari aspek regulasi, perizinan, pembiayaan, legalitas, dan promosi. Terutama bagi mereka produsen UMKM jamu.

Ranny berharap pemerintah dapat memfasilitasi sejumlah bantuan seperti percepatan legalisir dokumen ekspor dan diplomasi dengan negara tujuan ekspor. Selain itu, perlu harmonisasi standardisasi Good Manufacturing Practices (GMP) internasional dan keringanan pembiayaan pengiriman sampel produk. Pendampingan legalitas perusahaan dan pengembangan promosi juga penting untuk meningkatkan peluang ekspor di berbagai negara.

Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Badan POM, Reri Indriani menegaskan bahwa keberadaan produk Jamu dan obat herbal Indonesia yang mampu menembus pasar global akan memberikan nilai tambah dan kebanggan kepada bangsa dan negara. "FGD ini, kita harapkan dapat menjadi ajang komunikasi untuk mewujudkan peningkatan ekspor," harapnya.

Irwan dan Anddy

Direktur Dexa International Business, Anndy Sinarta Sembiring yang menjadi salah satu pembicara mengungkapkan tentang strategi Dexa Medica yang sukses memasarkan produk herbalnya OMAI (Obat Modern Asli Indonesia) ke pasar global dengan mengimplementasikan Strategi 4 Pilar Ekspor Produk Herbal. yaitu; 

Export Strategies for Herbal Products:

  1. Selection of marketing strategy (promote as Ethical, OTC or OTX)
  2. Registering products according to regulation in designated country: As Medicine, As Supplement
  3. Selecting country with lower barrier on regulation for herbal medicines
  4. Local partner selection:  highly experienced in herbal product is preferable. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: