Yankestrad Optimalkan Herbal Indonesia
Tanggal Posting : Selasa, 8 September 2020 | 11:43
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 361 Kali
Yankestrad Optimalkan Herbal Indonesia
Webinar Peluang Herbal Asli Indonesia untuk Membantu Pengobatan Sendi Tulang dan Otot, pada Selasa, 8 September 2020.

JamuDigital.Com-PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Ada tiga Pelayanan Kesehatan Tradisional yaitu: Pelayanan Kesehatan Tradisional Empiris, Komplementer, dan Integrasi. Pelayanan ini dapat menjadi salah satu upaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan herbal Indonesia.

Demikian diungkapkan dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes., Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. saat menjadi pembicara pada seminar online Webinar "Peluang Herbal Asli Indonesia untuk Membantu Pengobatan Sendi Tulang dan Otot", oleh RS. Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso- Surakarta pada Selasa, 8 September 2020.

Narasumber yang tampil adalah:

  • dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes, Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kemenkes RI.
  • Dr. dr. Pamudji Utomo, Sp.OT(K), Direktur Utama RS. Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta.
  • Akhmad Saikhu, SKM, MSc.PH, Kepala B2P2TOOT.
  • Bambang Yunianto, SKM, M.Kes, Dosen Jurusan Jamu Poltekkes Kemenkes Surakarta.

Sebagai moderator: dr. B. Dwi Yulianto, M.Pd.

dr. Wiendra Waworuntu menjelaskan bahwa Yankestrad Empiris diselenggarakan di masyarakat dengan SDM berupa penyehat tradisional maupun pemanfaatan di masyarakat dalam bentuk asuhan mandiri Kesehatan tradisional.

Sedangkan Yankestrad Komplementer diselenggarakan di fasilitas pelayanan Kesehatan tradisional dan dilakukan oleh tenaga Kesehatan tradisional. Adapun Yankestrad Integrasi diselengarakan di Fasyankes dan dilakukan secara bersama  oleh Nakes dan Nakestrad.

Berdasarkan PP Nomor 103 tahun 2014, tentang Pelayanan kesehatan tradisional, Cara pengobatan/perawatan  Yankestrad menggunakan Ramuan/herbal dan Keterampilan (baik secara manual, olah pikir maupun terapi energi) yang dilakukan dalam rangka promotif dan preventif.  Sehingga terwujud Kesehatan tradisional yang aman, bermanfaat dan bermutu, dr. Wiendra Waworuntu menambahkan.

Berita Terkait: Buku Obat Modern Asli Indonesia 2020

Optimalkan Potensi Herbal Indonesia

Dr. dr. Pamudji Utomo, Sp.OT(K) dalam sambutannya menjelaskan bahwa webinar ini, untuk memberikan pemahaman dan sosialisasi bahwa herbal asli Indonesia mempunyai suatu khasiat yang luar biasa.

"Bukan hanya sebagai Jamu yang dipakai sehari-hari. Namun kita juga akan membedah apa khasiat-khasiat yang dapat digunakan," tegasnya.

Terutama di dalam kasus dibidang ortopedi, lanjut Doktor Pamudji Utomo, bahwa dalam kasus ortopedi itu meliputi tulang, sendi dan otot, termasuk seluruh ektremitas (anggota gerak), baik ektremitas (anggota gerak) atas maupun ektremitas bawah dan tulang belakang termasuk sendi dan otot yang melekat disitu.

Jadi hampir separuh dari organ di dalam tubuh itu adalah ruang lingkupnya ortopedi. Dan ini sering menjadi keluhan masyarakat banyak. Baik berupa rasa nyeri, kemudian juga merasa berkurangnya fungsi. Obat herbal asli Indonesia ini sebenarnya sudah banyak digunakan mungkin dari nenek moyang ini sudah mulai atau sampai sekarang ini sudah kita pakai.

Sebagian menganggap tidak ada efek samping, atau sebagian menganggap tidak boleh dicampur dengan obat lain. Atau jangan menggunakan ini karena merugikan. "Acara pada hari ini, suatu permulaan untuk membedah, memahami herbal asli Indonesia itu- apa kelebihannya, apa kekurangannya. Dan bagaimana kita dapat memanfaatkan sebaik-baiknya, tambah Doktor Pamudji Utomo.

Tentu saja dalam fase pandemi ini, impor obat, impor bahan-bahan obat dari luar negeri terhambat. Ini adalah kesempatan kita untuk memberdayakan potensi anak bangsa, potensi kita menjadi sebesar-besarnya yang kita miliki dan dapat kita manfaatkan, Doktor Pamudji Utomo mengakhiri sambutannya.

Flyer RSO

Tinggi Minat Masyarakat

Dibagian lain presentasinya, dr. Wiendra Waworuntu mengutarakan bahwa Indonesia terdiri dari 34 provinsi, 514 Kab/Kota dengan penduduk lebih dari 270 juta jiwa Dengan lebih dari 1300 suku. Berdasarkan data Kemendagri tahun 2018, Indonesia memiliki 16,056 Pulau.

Berdasarkan hasil RISTOJA tahun 2017 terdapat 2,848 spesies yang berhasil diidentifikasi sebagai tanaman obat. Berdasarkan hasil RISKESDAS tahun 2018, 44,30% Masyarakat menggunakan Yankestrad baik melalui praktisi kestrad maupun upaya sendiri

"Semua hal tersebut menunjukan  minat masyarakat yang semakin tinggi untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan tradisional dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan," dr. Wiendra Waworuntu menegaskan.

PELAYANAN KESEHATAN. Suatu sistem pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh dokter dan/atau tenaga kesehatan lainnya berupa mengobati gejala & penyakit dengan menggunakan obat, pembedahan, dan/atau radiasi. YANKES KONVENSIONAL

Pengobatan dan/atau perawatan dengan cara dan obat yang mengacu pada pengalaman dan keterampilan turun temurun secara empiris yang dapat dipertanggungjawabkan dan diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat. YANKESTRAD (UU NO.36/2009 TTG KESEHATAN). 17 UPAYA KESEHATAN DALAM BENTUK PROMOTIF, PREVENTIF, KURATIF, REHABILITATIF (UU No.36/2009 Pasal 47, dan 48).

Prinsip kerja YANKESTRAD: Merevitalisasi Fungsi Tubuh, Tubuh dapat bekerja secara optimal, Kemampuan tubuh dalam beradaptasi terhadap lingkungan menjadi baik.

Pelayanan kesehatan tradisional sebagai bagian dari upaya kesehatan yang menurut sejarah budaya dan kenyataan hingga saat ini banyak dijumpai di Indonesia bersama pelayanan kesehatan konvensional diarahkan untuk menciptakan masyarakat yang sehat, mandiri dan berkeadilan.

Pelayanan kesehatan tradisional dapat menjadi pilihan masyarakat dalam meningkatkan derajat kesehatannya melalui upaya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan paliatif.

Pelayanan kesehatan konvensional adalah suatu sistem pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh dokter dan/atau tenaga kesehatan lainnya berupa mengobati gejala & penyakit dengan menggunakan obat, pembedahan, dan/atau radiasi.

Adapun pelayanan kesehatan tradisional adalah Pengobatan dan/atau perawatan dengan cara dan obat yang mengacu pada pengalaman dan keterampilan turun temurun secara empiris yang dapat dipertanggungjawabkan dan diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, pelayanan kesehatan tradisional merupakan salah satu dari 17 kegiatan dalam upaya kesehatan yang harus diselenggarakan secara komprehensif dan berkesinambungan.

Prinsip kerja cara Pengobatan Kesehatan Tradisional yaitu: Merevitalisasi fungsi tubuh agar Tubuh dapat bekerja secara optimal sehingga Kemampuan tubuh dalam beradaptasi terhadap lingkungan menjadi semakin baik.

Penyelenggaraan pelayanan kesehatan tradisional di Indonesia telah memiliki payung hukum yang diatur melalui berbagai regulasi terkait antara lain:

  • WHO Strategy on Traditional Medicine (2014-2023): 3 Sasaran Strategi T&CM
  • Perpres No. 72 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Nasional
  • UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
  • UU No. 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan
  • PP No. 103 Tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional, dengan Permenkes turunannya

Pemanfaatan Herbal utamanya sebagai upaya :

  • Peningkatan daya tahan tubuh agar tidak mudah sakit
  • Mencegah penyakit atau resiko Kesehatan
  • Mengatasi keluhan Kesehatan ringan
  • Pemulihan dan perawatan Kesehatan, meningkatkan Kesehatan dan kebugaran
  • Dalam pemanfaatan Obat Herbal, dapat dalam bentuk: Sediaan segar, Sediaan Jadi.

Selain pemanfaatan dengan menggunakan sediaan segar, dapat juga menggunakan sediaan jadi/modern yang sudah memiliki izin edar dari BPOM. Berupa Obat Herbal Terstandar yang berfungsi untuk mengurangi nyeri sendi.

Penyelenggaraan yankestrad integrasi di Fasyankes dilakukan secara bersama oleh tenaga Kesehatan dan tenaga Kesehatan tradisional.

Saat ini sudah ada 5 modalitas Yankestrad  yang dapat diintegrasikan di Fasyankes yaitu akupresur, akupunktur, pijat baduta, hipnoterapi dan juga OHT serta Fitofarmaka dimana modalitas tersebut efektif untuk mengatasi gangguan Kesehatan ringan seperti mengatasi atau meredakan nyeri.

Prinsip Pemanfaatan Obat Tradisional di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Mengacu kepada Kepentingan Terbaik Pasien. Informed Consent. Pimpinan Fasyankes berwenang menetapkan jenis Obat Tradisional  yang akan digunakan. Diutamakan sebagai promotif & preventif, harus aman, berkhasiat, & bermutu.

Menggunakan Obat Tradisional yang teregistrasi di BPOM. Obat Tradisional  yang bersumber dari hewan harus memiliki sertifikat halal. Tidak dalam bentuk simplisia, kecuali dalam rangka penelitian berbasis pelayanan. Tidak boleh digunakan dalam keadaan kegawatdaruratan & keadaan yang potensial membahayakan jiwa. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: