Terapi Kesehatan dari Kurma Sang Pohon Kehidupan
Tanggal Posting : Kamis, 16 Januari 2020 | 09:45
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 12776 Kali
Terapi Kesehatan dari Kurma Sang Pohon Kehidupan
Beragam manfaat pohon kurma (Phoenix dactylifera). Foto: www.paktanidigital.com.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Dikenal sejak puluhan ribu tahun lalu, pohon kurma telah mampu bertahan hidup di tanah gersang, tandus, dan kerap dihantam badai gurun yang dahsyat. Daya tahannya yang hebat ternyata sebanding dengan manfaat dan khasiatnya yang berlimpah bagi kesehatan manusia.  

Kurma telah dikenal umat manusia sejak 50.000 tahun lalu. Meski pada sekitar tahun 6.000-4.000 Sebelum Masehi (SM), buah ini masih dijumpai sebagai tanaman liar di Mesir, Iran, dan Pakistan.

Baru pada tahun 4.000 SM, tanaman yang buahnya mengandung gula kristal ini mulai dibudidayakan di Arab bagian Timur.Menurut klasifikasi ilmiah, kurma dengan nama ilmiah Phoenix dactilifera, tergolong kingdom Plantae, divisi Magnoliophyta, kelas Liliopsida, ordo Arecales, famili Arecaceae, dan genus Phoenix.

Kurma berbuah sekali setahun dan dipanen setiap bulan Juni/Oktober. Proses pematangan buah memakan waktu sekitar 7 bulan melalui 5 tahapan atau stadium.

Yakni, stadium Hababoukatau setelah fertilisasi (4-5 minggu), stadium Kimri atau tekstur buah yang keras (9-14 minggu), stadium Khalalatau matang secara fisiologi (6 minggu), stadium Rutab atau kurma segar (2-4 minggu), dan stadium Tamar atau kurma masak.

Masyarakat Arab menjuluki kurma sebagai pohon kehidupan (nakhla). Salah satu alasannya karena seperti halnya pohon kelapa, semua bagian pohon kurma juga memiliki banyak manfaat (multimanfaat).

Buahnya memiliki banyak nutrisi dan khasiat (multinutrisi dan multikhasiat). Bijinya dapat diolah menjadi bahan baku krim dan produk kosmetik lainnya, dibuat kopi atau pakan ternak (unta dan keledai).

Jantung pokok kurma (jummar) berkhasiat menyembuhkan penyakit kulit, menghentikan perdarahan, mengatasi sakit perut, sakit kuning, serta hipertensi. Kayunya bisa dibuat bahan baku kerajinan, tiang rumah, konstruksi-struktur bangunan, membuat perahu, jembatan, kayu bakar.

Nira atau getah pohon untuk membuat gula palma, minuman, bahkan mengobati diare. Daun muda serta jantung pohonnya lezat dibuat sayur, sabutnya dibuat tenunan atau anyaman, akarnya untuk mengobati sakit gigi.

Tak heran, kalau kurma juga dijuluki sebagai buah penakluk penyakit karena khasiatnya yang berlimpah bagi kesehatan manusia.

Beberapa khasiat kurma yang diketahui manusia adalah, antiaging (antipenuaan dini alias obat awet muda), mencegah sakit kepala, mencegah darah membeku, hingga melancarkan buang air besar.

Kurma juga dapat dijadikan beragam resep dan terapi. Untuk konsumsi harian, kurma baik sebagai alternatif terapi defisiensi yang berkaitan dengan penyakit, seperti anemia, gondok/gangguan hormon tiroid, gangguan pertumbuhan tulang, perlunakan tulang, dan sebagainya.

Untuk berbuka puasa, cukup 3 butir kurma dengan segelas air putih atau teh hijau hangat. Untuk menambah stamina dan obat awet muda, buatlah jus kurma, misalnya 7 butir kurma dicampur 1 buah apel atau buah lain sesuai selera.

Ramuan ini juga mampu menaklukkan insomnia (sulit tidur) dengan cara 5 buah kurma (tanpa biji) bersama 1 buah pisang, di jus dengan air secukupnya. Untuk pemanis jangan diberi gula pasir atau gula batu, namun tambahkan 2-3 sendok makan madu.

Untuk menurunkan kolesterol darah, makanlah 5-6 butir (100 gram) kurma setiap hari. Untuk mencegah stroke, konsumsilah 7 butir kurma setiap hari.

Suplemen penderita demam berdarah dengue, dapat diberikan jus kurma dengan cara 500 gram kurma yang telah diambil bijinya, dicampur 5 gelas air lalu dijus. Minumlah 1 gelas per 1 jam selama sehari.  *Artikel ini ditulis oleh Dito Anurogo dengan judul "Terapi Kesehatan dari Kurma Sang Pohon Kehidupan," dimuat di MediaKom Kemenkes RI. Edisi 94. Redaksi JamuDigital.Com.


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU, NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2024. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: