![]() |
| DR. Kintoko, M.Sc, Apt-Saintis, Praktisi Herbal dan Direktur Kantor Urusan Bisnis dan Inovasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. |
JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Badan POM mengadakan ajang berskala Nasional yaitu: Bursa Hilirisasi Inovasi Herbal 2020 yang berlangsung di Jakarta pada 19-20 Februari 2020- mendapat sambutan atusias dari periset di seluruh Indonesia.
Salah satu periset yang mengikuti kegiatan diatas adalah DR. Kintoko, M.Sc, Apt-Saintis, Praktisi Herbal dan Direktur Kantor Urusan Bisnis dan Inovasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, yang menampilkan hasil ristenya berjudul: Pengaruh Kondisi Diabetes pada Pemberian Topikal Fraksi Daun Binahong dalam Proses Penyembuhan Luka.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Badan POM, Penny K. Lukito pada Rabu, 19 Februari 2020, meliputi seminar ilmiah, panggung edukasi, dan pameran penelitian. Pada event ini, Badan POM juga menyelenggarakan kompetisi penelitian, dengan kategori penelitian paling berpotensi, peneliti muda berpotensi, booth favorit pilihan pengunjung, serta poster terbaik.
Kegiatan yang diselenggarakan Badan POM ini berlangsung selama dua hari (19-20 Februari 2020), ditujukan untuk menjadi wadah bagi para akademisi dan peneliti untuk menginformasikan serta mempromosikan hasil penelitiannya di bidang herbal kepada pelaku usaha dan masyarakat.
Riset DR. Kintoko, M.Sc, Apt., Fakultas Farmasi- Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta. Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik yang menjadi problem kesehatan nomor 1 di Indonesia berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar Kementrian Kesehatan tahun 2013. Salah satu komplikasi akibat DM adalah luka diabetes akibat tingginya kadar glukosa darah dengan jumlah 85% kasus yang berakhir dengan amputasi akibat penanganan yang kurang tepat. Pengobatan herbal dapat menjadi alternatif pengobatan luka diabetes, salah satunya ialah tanaman binahong. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan kemampuan ekstrak etanolik daun binahong dalam mempercepat penyembuhan luka diabetes.
Penelitian ini menjadi penelitian lanjutan untuk menguji 5 jenis fraksi daun binahong menggunakan pelarut dengan tingkat polaritas yang berbeda dalam penyembuhan luka diabetes. Parameter kesembuhan luka yang diamati berupa persentase penyembuhan luka dari pengecilan diameter luka. Uji diawali dengan fraksinasi ekstrak etanolik daun binahong menghasilkan fraksi heksan (FHDB), fraksi kloroform (FKDB), fraksi etil asetat (FEADB), dan fraksi etanol (FEDB). Fraksi air (FADB) didapat dari residu maserasi ekstrak etanolik daun binahong.
Berita Terkait: Para Juara Pada Bursa Hilirisasi Inovasi Herbal 2020
Masing-masing fraksi diuji aktivitasnya secara topikal 2x sehari pada punggung hewan uji yang dibuat luka dengan punch biopsy berdiameter 5 mm. Pengelompokkan hewan uji dibagi menjadi 13 kelompok dengan kelompok kontrol normal (non diabetes), kontrol negatif (diabetes + aplikasi topical biocream), kontrol positif (diabetes + aplikasi topikal madecassol), dan 10 kelompok diabetes dengan aplikasi topikal 5 jenis fraksi daun binahong dengan konsentrasi masing-masing 5% dan 10% dengan biocream sebagai pembawa.
Parameter diabetes yang diukur meliputi kadar glukosa darah (KGD) dan persentase penyusutan berat badan (PB%) di hari ke 1 dan 10 selama perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh KGD pada kondisi diabetes terhadap penyembuhan luka tikus diabetes yang diberi fraksi daun binahong. FADB 10% memiliki potensi yang signifikan dalam penyembuhan luka dengan mempercepat penutupan luka tikus pada kondisi diabetes secara makroskopis dibandingkan dengan kelompok kontrol negatif dan positif (p<0,05).
Penyakit diabetes mellitus (DM) ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa dalam darah akibat adanya gangguan metabolisme glukosa dalam tubuh. Organ pankreas penderita DM memiliki kelemahan dalam memproduksi hormon insulin. Akibatnya, distribusi glukosa darah ke organ tubuh lainnya terhambat sehingga kadar glukosa dalam darah meningkat (Zychowska et al., 2013). Komplikasi luka diabetes pada penderita DM cukup banyak ditemukan di Indonesia, yang termasuk dalam 10 besar negara dengan pengidap DM terbanyak yang mencapai 8,5 juta jiwa (Anonim, 2014).
Kadar glukosa darah yang tinggi di dalam darah menyebabkan penderita DM mengalami penyembuhan luka yang lebih lama dibanding dengan manusia normal. Hal ini karena luka pada kondisi DM termasuk dalam luka kronis (Nagori and Solanki, 2011) akibat perpanjangan fase penyembuhan luka yaitu haemostasis, inflamasi, proliferasi, dan remodeling (Enoch and Leaper, 2008). Penanganan yang tidak tepat pada luka kronis pada DM akan mengakibatkan infeksi yang umumnya diatasi dengan amputasi (Jeffcoate and Harding, 2003; Karri et al., 2015). Oleh karena itu, perlu adanya alternatif dalam perawatan luka diabetes yang dapat dilakukan dengan tanaman obat (Leung, 2007).
Tanaman binahong (Anredera cordifolia (Tenore) Steen) dari suku Basellaceae memiliki pengaruh dalam mempercepat penyembuhan luka kulit dilihat dari efek proliferasi sel (Takahashi et al., 2012). Pemberian daun segar tanaman binahong yang dihaluskan pada luka kelinci dapat mempercepat penyembuhan luka (Ariani, 2014). Ekstrak etanoliknya juga dapat mempercepat proses penutupan luka pada luka diabetes tikus yang diinduksi aloksan (Kintoko and Desmayanti, 2016).
Ekstrak etanolik daun binahong masih memiliki kandungan kimia yang kompleks sehingga perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan proses fraksinasi untuk melihat pengaruh setiap fraksi dalam proses penyembuhan luka pada kondisi diabetes dengan parameter diabetes berupa kadar glukosa darah dan berat badan. Penelitian ini menggunakan senyawa diabetogenik streptozotocin (STZ) yang dapat merusak sel β pankreas secara permanen (Islas-Andrade et al., 2001).
Kesimpulan. Percepatan penyembuhan luka yang secara makroskopis terlihat dari persentase penutupan luka dipengaruhi oleh penurunan kadar glukosa darah (KGD). Peningkatan KGD memperlambat penyembuhan luka. Penyusutan berat badan (BB) menjadi penanda terjadinya DM tipe 1 akibat induksi STZ 45 mg/kgBB i.p. dosis tunggal yang secara tidak langsung berkaitan dengan penyembuhan luka.
Namun, adanya penurunan BB tidak mempengaruhi perlambatan penyembuhan luka. Fraksi air daun binahong 10% (FADB 10%) memiliki efek dan potensi tertinggi dalam mempercepat penutupan luka dibandingkan dengan kontrol negatif (biocream) dan kontrol positif (madecassol). Redaksi JamuDigital.Com.








