Pemberdayaan Masyarakat dalam Mengonsumsi Suplemen Kesehatan
Tanggal Posting : Selasa, 22 Februari 2022 | 15:50
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 318 Kali
Pemberdayaan Masyarakat dalam Mengonsumsi Suplemen Kesehatan
Cerdas memilih Suplemen Kesehatan yang aman dengan Cek KLIK di website Badan POM.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Pemberdayaan dan edukasi kepada masyarakat adalah cara yang efektif agar terlindung dari Obat & Makanan yang berisiko terhadap kesehatan. Masyarakat adalah lapis terluar pengawasan Obat & Makanan selaku konsumen.

Demikian ditegaskan oleh Dra.  Asih Liza Restanti, Apt., M.Kes., Direktur Pemberdayaan Masyarakat dan Pelaku Usaha  Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Badan POM, pada webinar "FAKTA ATAU MITOS: IMUNITAS MENINGKAT DENGAN SUPLEMEN KESEHATAN", Jakarta, 21 Februari 2022.

Memaparkan makalah berjudul "Cerdas Memilih dan Mengonsumsi Suplemen Kesehatan yang Aman," Asih Lisa Restanti memberikan kiat: Cerdas Memilih Suplemen Kesehatan yang Aman dengan Cek KLIK.  Cek KLIK dapat diakses di website Badan POM.

Ikut memberikan kata sambutan Dra. Reri Indriani, Apt., M.Si, Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional Suplemen dan Kosmetik, Badan POM. Sedang pembicara lainnnya yang tampil adalah:

  • Prof. Dr. dr, Purwantyastuti, M.Sc, SPFK, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
  • Prof. Zullies Ikawati, Ph.D, Apt, Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada
  • Selebgram Ade Rai

Asih Lisa Restanti  menjelaskan langkah-langkah yang sudah dilakukan dalam membangun konsumen cerdas melalui Pemberdayaan Masyarakat menjadi Masyarakat Digital Cerdas Anti Hoax, yaitu:

  • Public warning Obat Tradisional mengandung BKO dan Kosmetik mengandung bahan dilarang/ berbahaya (13/10/21)
  • Siaran Pers Penghentian Produk Donasi Lianhua Qingwen Capsules (LQC) yang digunakan pada penanganan COVID-19
  • Webinar Series Stop Kosmetik Ber-Merkuri dengan teman "Jangan Salah Pilih Kosmetik: Katakan Tidak pada Merkuri" (30/10/21)
  • Partisipasi stakeholders melalui pembentukan Agent of Change (AoC) untuk Monitoring Efek Samping Kosmetik (11/10/21)
  • Pemberdayaan masyarakat Kampanye Nasional OT, SK dan Kosmetik Aman, melalui lomba dengan platform media sosial tiktok (Okt - Nov 2021)
  • Pembentukan Duta Jamu Aman dan Duta Kosmetik Aman dalam program Badan POM Goes to School/Campus, (02/03/21)
  • Talkshow Bijak Menggunakan Obat Tradisional yang Diedarkan Secara Online pada Masa Pandemi"
  • Pembuatan infografis untuk Komunikasi, Informasi dan Edukasi kepada masyarakat melalui media sosial

Prof. Dr. apt. Zullies Ikawati, Guru Besar Fakultas Farmasi UGM, dalam makalahnya "Peran Suplemen Kesehatan dalam Membantu Meningkatkan Daya Tahan Tubuh," memaparakan penyakit akibat virus umumnya merupakan "self-limiting disease", yang dapat sembuh sendiri dengan sistem imun yang baik, untuk itu diperlukan sistim imun yang kuat.

"Suplemen berupa multivitamin, mineral dan obat herbal dapat membantu meningkatkan sistim imun," jelas Prof. Zullies.

Pengolongan sistem imun, ada dua yaitu:

  • Innate immunity: Merupakan system imun bawaan sejak lahir, Bersifat tidak spesifik, Melibatkan proses fagositosis, dan lain-lai, Melibatkan sel-sel polimorfonuklear: eosinophil, neutrophil, makrofag, NK Cells, Berespon dalam satuan waktu jam.
  • Adaptive immunity: Merupakan system imun yang diperoleh selama perkembangan kehidupan, Bersifat spesifik melibatkan produksi antibody spesifik,Melibatkan sel-sel limfosit, dengan mekanisme humoral dan selular, Berespon dalam satuan hari.

Lantas bagaimana sistem imun bekerja melawan virus?

Prof. Zullies menguraikan bahwa pada respon imun humoral: Sel limfosit B akan mengenali virus sebagai musuh akan menghasilkan antibody terhadap virus,  Antibodi akan mengeliminasi virus dari tubuh.

Pada respon imun seluler: Virus yang masuk ke sel dendritik akan dipresentasikan terhadap sel limfosit T, baik T helper (Th) atau T sitotoksik (Tc), Limfosit Th akan mengenali antigen virus dan menghasilkan sitokin yang memicu sel limfosit B menghasilkan antibody dan mengeliminasi virus, Limfosit Tc akan mengeluarkan senyawa yang akan menghancurkan sel yang terinfeksi virus, maka virus akan tereliminasi

Pentingnya Penguatan Sistem Imun

Penguatan sistem imun menjadi sangat penting semasa pandemic COVID-19, Menguatkan system imun dapat berarti meningkatkan jumlah sel-sel imun dan meningkatkan aktivitasnya, Sistem imun dapat dipengaruhi oleh: Lingkungan, Makanan, Usia, Kondisi Kesehatan fisik dan mental, Konsumsi multivitamin/mineral.

Immunomodulator merupakan substansi yang dapat memodifikasi imunitas untuk mencapai respon imun tertentu:  Immunostimulan, Substansi (Obat atau Nutrisi) yang dapat menstimulasi sistem imun dengan mempengaruhi aktivasi atau meningkatkan aktivitas sistem imun atau masing-masing komponennya.

Immunosupressan, Substansi yang dapat memodulasi respon imun, dengan mempengaruhi aktivasi sistem imun atau di sisi lain menghambat respon imun berlebih.

Beberapa agen Immunomodulator yang berasal dari tanaman/herbal adalah Echinacea purpurea, black elderberry, meniran yang dilaporkan memiliki manfaat sebagai: Immunomodulator, Anti-inflammatory, Anti microbial

Sedangkan Prof. Purwantyastuti mengingtakan bahwa hingga saat ini belum ada obat anti virus COVID-19, maka tingkatkan daya tahan dengan vaksinasi lengkap dan memelihara sistim imun. Sistim imun yang baik perlu asupan makronutrien dan mikronutrien yang cukup.

"Hippocrates: the food is thy medicine. Makananmu adalah Obatmu. Makanan gizi seimbang setiap hari adalah yang terbaik, tetapi kondisi kurang vitamin tertentu harus diatasi dalam pandemi COVID-19," urai Prof. Tuti.

Kondisi pandemi COVID-19 adalah kondisi emergency, perlu cepat memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral yang selama ini kurang dalam bentuk suplemen.

Segera penuhi kebutuhan masyarakat akan vitamin tertentu yang terbukti penting untuk sistim imun dengan suplemen agar daya tahan optimal di masa pandemi, disertai pendidikan makan seimbang dan pola hidup sehat sehingga bisa menjadi gaya hidup selanjutnya.

Daya tahan tingkatkan juga dengan tidur cukup dan aktivitas fisik yang akan meningkatkan endorphin, Tetap optimis dan jangan lupa Bahagia, ajak Prof. Tuti. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2022. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: