Pengembangan Toga Empon-Empon Di Kalimantan Tengah
Tanggal Posting : Jumat, 23 Oktober 2020 | 08:11
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 2506 Kali
Pengembangan Toga Empon-Empon Di Kalimantan Tengah
Tim Balittro mulai melaksanakan pendampingan budidaya komoditas TOGA kepada petani di Desa Belanti Siam, Jum’at, 2 Oktober 2020 di areal Food Estate Kalimatan Tengah.

JamuDigital.Com-PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) mulai melaksanakan pendampingan budidaya komoditas TOGA (Tanaman Obat Keluarga) yaitu 3 jenis empon-empon (Jahe, Kunyit dan Temulawak) pada Jum’at, 2 Oktober 2020, berlokasi di areal Food Estate Kalimatan Tengah.

Kegiatan ini secara langsung diberikan kepada petani di Desa Belanti Siam (Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau) dan Terusan Karya (Kecamanatan Betaguh, Kabupaten Kapuas), Provinsi Kalimantan Tengah.

Kegiatan yang dilaksanakan mulai dari persiapan benih dan pengolahan lahan yang berlanjut pada penanaman. Benih yang dikembangkan di kedua wilayah tersebut merupakan varietas unggul Balittro, diantaranya jahe merah varietas Jahira 2, kunyit varietas Turina 1 dan 2 dan temulawak varietas Cursina 1 dan 2.

Penanaman dilakukan dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan milik petani yang hanya digunakan sebagai lahan penjemuran padi saat panen tiba. Selama kegiatan tersebut, petani dipandu langsung oleh Bapak Entjep.

Berita Terkait: Asuhan Mandiri Lansia, Melalui Kesehatan Tradisional dan TOGA

Berita Terkait:
OMAI HerbaVOMITZ, Obat Herbal Redakan Kembung Sukses di Pasar Global

Selain itu penyelenggaraan kegiatan bimbingan teknis di kawasan Center of Excellence (CoE) Food Estate Desa Belanti Siam, Kab. Pulang Pisau dengan tema "Budidaya Komoditas Perkebunan Mendukung Program Food Estate di Kalimantan Tengah" dilaksanakan oleh Puslitbang Perkebunan pada tanggal 8 Oktober 2020.

Balittro telah berperan dengan mengutus para peneliti dibidangnya, diantaranya Dr. Ir. Ireng Darwati, M.S dan Ir. Octavia Trisilawati, M.Sc. Narasumber menjelaskan tentang tanaman-tanaman obat keluarga serta teknik budidayanya, mulai dari persiapan hingga pasca panen.

Para petani sangat antusias dalam memperhatikan pemaparan dari narasumber karena petani mendapatkan pengetahuan baru tentang toga yang sejatinya mereka tunggu-tunggu.

Diharapkan dengan adanya bimtek kali ini, petani memiliki pandangan tentang bercocok tanam komoditas toga dan mempunyai pengetahuan akan manfaat toga sebagai obat tradisional serta dapat meningkatkan penghasilan petani. (Sumber: http://balittro.litbang.pertanian.go.id/?p=7969). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU, NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2024. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: