![]() |
| Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berdiskusi dengan Ketua GP. Jamu NTB, Nasrin membahas potensi herbal di NTB. |
JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Peran Ahli Farmasi dalam pengembangan obat herbal Indonesia sangat penting, mengingat sumber daya alam untuk bahan baku obat herbal di Indonesia- tersedia berlimpah.
Potensi biodiversitas ini dapat semakin dioptimalkan jika para anggota PAFI ikut berpartisipasi mengembangkan obat herbal dengan inovasi produk secara terus-menerus dan meningkatkan model pemasarannya.
Hal ini juga dapat mewujudkan kemandirian obat nasional, yang mana sampai saat ini- untuk memenuhi kebutuhan obat nasional masih lebih 90 persen importasi bahan baku obat kimia.
Pada era new normal, diprediksi banyak pakar akan mengubah pola hidup untuk lebih sehat, antara lain dengan menggunakan produk yang berbasis dari bahan biodiversitas.
1.Musda dan Seminar Hadirkan Pakar Kompeten
Berdasarkan informasi yang beredar di medsos, Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI), PD Nusa Tenggara Barat (NTB) akan mengadakan Seminar Nasional dan Musyawarah Daerah pada 18-19 Juni 2022 di Hotel Lombok Raya dengan tema: Developing Pharmacy Independence with Traditional Medicine.
Sejumlah pakar yang kompeten, akan menjadi narasumber, yaitu:
• Ketua Umum PP PAFI, apt.Maryani Hadi, S.Farm., MKM, dengan tema: "Peran Tenaga Kefarmasian dalam Pengembangan Obat Tradisional".
• Kepada Balai Besar POM Mataram, dra.apt.I Gusti Ayu Adhi Aryapatni, dengan tema: "Sertifikasi dan Registrasi Obat Tradisional."
• Guru Besar Farmasi UGM, Prf.apt.Zullies Ikawati, Ph.D., dengan tema: "Peluang dan Tantangan Pengembangan Obat Herbal di Indonesia."
• Ketua GP. Jamu NTB, Nasrin, S.Adm., dengan tema: "Kiat Sukses Usaha Obat Tradisional"
2.Mengangkat Potensi Local Wisdom
Menurut Nasrin, perkembangan bisnis Herbal NTB cukup menjanjikan dengan tumbuh dan berkembangnya produk herbal berbasis kearifan lokal dan meningkatnya generasi melenial yang memproduksi Jamu.
- Berita Terkait: GP Jamu Jajagi Peluang Distribusi Penjualan Berbasis Platform Digital
- Berita Terkait: Inovasi NOSTEO dan NOKILIR Dikupas di Webinar Nasional ISMAFARSI
- Berita Terkait: 12 Manfaat Mengonsumsi Jus Buah dan Sayuran
"Sejauh ini kendala yang dihadapi tidak terlalu signifikan, mengingat kemitraan dengan BPOM,PEMDA dan Kampus berlangsung bagus. Namun kendalanya hanya pada pemasaran," ungkap Nasrin kepada Redaksi ObatNews pada, Rabu, 15 Juni 2022.
Saat ini, lanjut Nasrin, pihaknya memproduksi herbal Kelor. Kami meulainya dari KEGAGALAN saat dikirim ke Jerman, sehingga terlintas untuk memproduksi herbal Kelor sejak tahun 2016," urai Nasrin- yang juga sebagai Owner Tri Utami Jaya ini lebih lanjut.
Ke depan, harapannya produk Kelor dapat diekspor karena pasarnya ekspornya menjanjikan. (Sumber Berita: https://www.obatnews.com/figure/pr-4463664945/musda-pafi-ntb-2022-kupas-peran-tenaga-kefarmasian-kembangkan-herbal?page=2 ). Redaksi JamuDigital.Com








