Kabar dari Brunei: Menelisik Potensi Pasar Herbal, Siapa Saja Pesaingnya
Tanggal Posting : Senin, 23 Januari 2023 | 05:33
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 746 Kali
Kabar dari Brunei: Menelisik Potensi Pasar Herbal, Siapa Saja Pesaingnya
Lisha (kiri)-owner Toko Herbal di Brunei Darussalam saat berbincang dengan Karyanto-Founder JamuDigital di toko herbalnya di kawasan kota Brunei Darussalam.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Warga Brunei Darussalam memiliki tradisi menggunakan obat tradisional dari herbal, ini menjadi peluang untuk memasarkan produk herbal di negara yang masuk rumpun Melayu ini.

Mengingat 80% produk yang beredar di Brunei berasal dari impor- yang berasal dari berbagai negara, sehingga potensi produk-produk Indonesia untuk dipasarkan di Brunei cukup besar peluangnya.

Dengan daya beli masyarakat Brunei yang relatif tinggi, peluang memasarkan produk herbal di sini, cukup tinggi. Lantas, siapa pesaing produsen produk herbal di pasar Brunei?

Dalam kunjungan saya di Brunei pada 9-15 Januari 2023, saya sempatkan bertemu beberapa pihak untuk mencari informasi peluang pasar herbal di Brunei Darussalam.

Saya sempat berbincang-bincang dengan Lisha, owner Toko Herbal- dibawah bendera Perusahaan Nur Alisha Jaya Brunei Darussalam, yang berada satu kawasan dengan hotel Alafiah- dimana saya menginap- berada di Bangunan Begawan Pehin Dato Hj Md Yusof Simpang 88, Kiulap BE1518, Brunei Darussalam pada Kamis, 12 Januari 2023.

Toko Herbal Nur Alisha terbilang cukup lengkap, kendati ukuran tokonya tidak terlalu besar. Sebagian besar produk herbal yang dijual adalah produk herbal buatan Malaysia, dan beberapa saja yang berasal dari Indonesia.

Ini tentu peluang besar, bagi obat herbal Indonesia untuk dipasarkan di Brunei Darussalam. Di kawasan ini, ada 5 toko yang menjual aneka herbal- berjejer satu deret dengan Hotel Alafiah.

Menurut Lisha yang sudah lebih 5 tahun membuka Toko Herbal ini, pasar herbal di Brunei cukup menjanjikan.

Sekedar pembanding, harga obat herbal di Brunei secara umum hampir tiga kali harganya dibandingkan dengan harga herbal sejenis di Indonesia. Nilai kurs mata Brunei dibandingkan Indonesia, pada saat saya berada di Brunei (9-15 Januari 2023), 1 Ringgit Brunei/Dolar Brunei= sekitar Rp.11.800.

Dan tentunya, pengaruh dari daya beli masyarakat Brunei yang lebih tinggi dari daya beli masyarakat Indonesia. Harga makanan di Brunei, juga sekitar 3 kalinya dengan harga makanan di Indonesia.

Inilah potensi pasar yang patut dipertimbangkan, kendati memang populasi negara Brunei-jumlah penduduk pada tahun 2019, hanya sebanyak 459.500 orang (244.500 laki-laki dan 215.000 perempuan).

Pada Sabtu pagi, 14 Januari 2023, saat saya bertemu dengan Duta Besar Republik Indonesia untuk Brunei Darussalam, Dr. Sujatmiko- saat bermain bulutangkis bersama Diaspora Indonesia (MBCI-Majelis Badminton Cinta Indonesia) di Brunei- saya memperkenalkan produk herbal inovasi Indonesia yaitu Kapsul NOSTEO dan Minyak Boreh NOKILIR.

Ditemani Ustadz Al Hatak, saya menjelaskan profil produk herbal NOSTEO dan NOKILIR- yang diluncurkan di Indonesia pada Desember 2021. Kini sudah diresepkan pada dua rumah sakit di Indonesia, yaitu di Surakarta dan di Grobogan. Keduanya berada di Jawa Tengah.

Kepada Duta Besar Republik Indonesia di Brunei, Dr. Sujatmiko saya sampaikan "Semoga teman-teman diaspora Indonesia di Brunei dapat membantu menguruskan ijin pemasaran NOSTEO dan NOKILIR di Brunei dan kemudian memasarkannya."

Ketika di Brunei, saya juga sempat berkunjung di Kantor Darusysyfa Warrafahah (DSR)- Komunitas Terapis Perubatan Nabi yang berlokasi di Kampong Sungai Matan , Jalan Kota Batu, BD1917, Negara Brunei Darussalam.

Saat saya berkunjung di DSR, sedang ada anak kecil yang sedang diterapi diantarkan oleh Bapak dan Ibunya. Di Kantor DSR juga dijual aneka herbal.

 

Salam sehat dan bahagia.

Karyanto, Founder JamuDigital


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU, NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2023. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: