![]() |
| Labu kuning mengandung berbagai komponen penting yaitu berbagai jenis vitamin terutama vitamin A, vitamin C, E dan K. |
JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Tanaman labu kuning merupakan suatu jenis tanaman sayuran menjalar dari family Cucurbitaceae, yang tergolong dalam jenis tanaman semusim.
Labu kuning relatif awet dibanding buah-buahan lainnya karena kulitnya sangat tebal sehingga menghambat lajurespirasi. Diversifikasi olahan labu kuning telah cukup banyak. Labu kuning memiliki manfaat untuk kesehatan yang di masa pandemi Covid-19 ini dapat meningkatkan imunitas tubuh.
Komponen Aktif dan Manfaat
Labu kuning mengandung berbagai komponen penting yaitu berbagai jenis vitamin terutama vitamin A, vitamin C, E dan K, serta berbagai mineral penting seperti kalsium, besi, magnesium, fosfor, kalium, natrium, zink dan selenium.
Komponen terpenting dalam labu kuning yaitu beta karoten seperti lutein, zeaxanthin, dan karoten selain memberikan warna kuning pada labu kuning, juga bermanfaat melindungi sel dan jaringan tubuh dengan cara menetralisir molekul oksigen jahat yang disebut radikal bebas atau disebut mekanisme antioksidasi.
Beta karoten memiliki pengaruh imunomodulator dan mengontrol respon interselular melalui celah diantara membran sel sehingga meningkatkan imunitas serta dapat mencegah penyakit jantung dan kanker.
Beta karoten adalah salah satu jenis senyawa hidrokarbon. Karotenoid merupakan senyawa golongan tetra terpenoid. Adanya ikatan ganda menyebabkan beta karoten peka terhadap oksidasi. Oksidasi beta karoten lebih cepat dengan adanya sinar, katalis logam, khususnya tembaga, besi dan mangan.
Oksidasi akan terjadi secara acak pada rantai karbon yang mengandung ikatan rangkap. Labu kuning yang lebih matang memiliki kandungan karotenoid dan Vitamin C yang lebih tinggi. Karotenoid utama dari labu kuning adalah alfa karoten, beta karoten, dan lutein.
Kadar beta karoten daging buah labu kuning segar adalah 19,90 mg/100 g. Beta karoten dapat berfungsi sebagai immune booster karena di dalam tubuh karotenoid akan diproses menjadi vitamin A. Vitamin A dapat meningkatkan system imun dan membantu melawan infeksi.
Demikian pula dengan kandungan vitamin C dan vitamin E nya. Labu kuning juga kaya serat pangan dan rendah kalori sehingga menjadi pilihan tepat untuk diet.
Berita Terkait: Khasiat Tanaman Salam untuk Kesehatan
Berita Terkait: OMAI Redacid: Obat Herbal Gangguan Lambung
Pembuatan Produk
Labu kuning dapat diolah menjadi berbagai produk seperti sari buah, sirup, saus, dodol, keripik, puree, bakso, mie, biskuit, puding dan pie labu kuning. Pie labu kuning warnanya menarik, lezat, praktis dan mudah pembuatannya sehingga sangat disukai olah anak-anak, dewasa dan orang tua.
Pie labu kuning dibuat dengan mengukus daging labu kuning yang telah dicuci dan dipotong-potong hingga matang atau dapat juga direbus dengan air sampai matang dan dihaluskan hingga diperoleh bubur labu kuning.
Bubur labu kuning kemudian dicampur dengan telur, susu kental manis dan tepung maizena kemudian disaring dan dituang diatas adonan kulit pie. Pie kemudian dimasak diatas kompor dengan api kecil hingga matang.
Dosis dan Efek Samping
Dosis konsumsi beta karoten yang dianjurkan untuk orang dewasa adalah sebesar 6-15 mg/hari, sedangkan untuk anak-anak diperlukan beta karoten sebesar 3-6 mg/hari. Konsumsi suplemen beta karoten dengan dosis terlalu tinggi dapat menyebabkan kulit menjadi kuning atau oranye.
Jika berlebihan, beta karoten dapat menimbulkan gangguan kesehatan. Ada dugaan bahwa suplemen beta karoten yang dikonsumsi dengan multivitamin dalam dosis tinggi dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker prostat pada pria.
Kelebihan beta karoten dapat dihindari dengan mengutamakan asupan beta karoten dari sumber alami seperti sayuran dan buah-buahan dibandingkan beta karoten dalam bentuk suplemen. Sangat sedikit orang yang mengalami alergi setelah mengonsumsi labu kuning.
Namun, labu kuning juga dianggap memiliki efek diuretik, yaitu konsumsi dalam jumlah besar akan mengakibatkan peningkatan buang air kecil. (Sumber: Dikutip dari BUKU SAKU Bahan Pangan Potensial untuk Anti Virus dan Imun Booster, Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Cetakan Pertama Juni 2020, Halaman 70-71). Redaksi JamuDigital.Com








