Manfaat Antosianin Stroberi
Tanggal Posting : Rabu, 25 November 2020 | 10:30
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 237 Kali
Manfaat Antosianin Stroberi
Stroberi mengandung komponen penting bagi tubuh termasuk vitamin, mineral, folat, dan serat, dan senyawa fitokimia penting yang diwakili oleh senyawa polifenol.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Stroberi (Fragaria x sanannassa), merupakan buah yang populer di beberapa negara, termasuk di Indonesia. Varietas stroberi yang ditanam di Indonesia diantaranya Sweet Charlie, Oso Grande, Tristrar, Nyoho, Hokowaze, Rosa Linda, dan Chandler.

Konsumen biasanya tertarik terutama karena warna merah cerah dan aroma khas dari buah stroberi. Buah stoberi termasuk buah yang sangat penting secara ekonomi dan komersial, dan umumnya dikonsumsi segar atau dalam bentuk olahan seperti buah beku, bubuk minuman, selai, jus, nektar, sirup dan jeli.

Umumnya buah stroberi yang berkualitas baik dialokasikan untuk penjualan langsung sebagai buah segar, sedangkan kualitas dibawahnya diproduksi menjadi produk olahan.

Komponen Aktif dan Manfaat

Stroberi mengandung komponen penting bagi tubuh termasuk vitamin, mineral, folat, dan serat, dan senyawa fitokimia penting yang diwakili oleh senyawa polifenol.

Dalam 100 g buah stroberi memiliki: energi 32 Kkal, serat pangan 2 g, gula total 4,89 g (sukrosa 0,47 g, glukosa 1,99 g, dan fruktosa 2,44 g), vitamin C 58,8 mg, vitamin A 1 mikrogram, vitamin K 2,2 mikrogram, lutein+zeaxanthin 26 mikrogram, folat 24 mikrogram, thiamine, riboflavin, dan niacin.

Mineral yang terkandung dalam stroberi (per 100 g buah) yaitu: kalsium 16 mg, magnesium 13 mg, besi 0,41, fosfor 24 mg, kalium 153 mg, natrium 1 mg, zinc, dan mangan. Senyawa fitokimia penting pada buah stroberi diantaranya antosianin (ACn), ellagitannin (ET), senyawa flavonol (teridentifikasi sebagai senyawa turunan kuersetin dan kaempferol) dan flavanol (katekin).

Antosianin merupakan senyawa yang bertanggung jawab atas pigmen (warna) buah stroberi. Total ACn pada stroberi berkisar dari 150-600 mg/kg buah segar, bahkan bisa mencapai lebih dari 800 mg/kg buah segar. Pelargonidin dan sianidin merupakan jenis utama ACn yang ditemukan dalam stroberi. Kandungan ET dalam stroberi dari 25-59 mg/100 g pada buah segar.

Stroberi diketahui memiliki sifat antivirus dan meningkat system imun. Ellagitanin dan produk turunannya Ellagic Acid (EA) menunjukkan efek positif sebagai antivirus influenza virus A3 dan HRSV-A2 yaitu virus penyebab penyakit pernafasan pada manusia.

Sistem imun manusia dapat mencegah masuknya penyakit atau bibit penyakit berupa virus, bakteri, dan mikroorganisme berbahaya lainnya. Kandungan vitamin C dan antosianin dalam stroberi merupakan kombinasi antioksidan yang sangat kuat sehingga mampu meningkatkan sitem imun manusia.

Berita Terkait: Kegunaan Vitamin C Jambu Biji

Berita Terkait: OMAI Redacid: Obat Herbal Gangguan Lambung


Antosianin (ACn) merupakan antioksidan yang kuat dalam melawan radikal bebas. Konsumsi stroberi secara positif mengurangi risiko penyakit jantung atau cardiovascular disease (CVD) dengan menghambat inflamasi, memperbaiki profil plasma lemak, menghilangkan radikal bebas, dan meningkatkan lemak baik LDL (lowdensity lipoprotein).

Mikronutrien pada stroberi termasuk Vitamin A, C, E dan asam folat, serta prekursor vitamin, kalsium, selenium, serat pangan, dan antosianin dan polifenol telah menunjukan mekanisme menunjukkan pembentukan senyawa karsionogenik, stroberi juga diketahui dapat meningkatkan fungsi otak.

Penuaan pada manusia mengakibatkan penurunan daya ingat dan kemampuan kognitif otak. Penurunan fungsi otak biasanya diakibatkan oleh radikal-radikal bebas pada bagian otak, pemberian diet stroberi (peningkatan konsumsi antosianin dan flavonoid) pada manula dapat mencegah penurunan daya ingat.

Pembuatan Produk

Stroberi merupakan komoditi yang mudah rusak dengan umur simpan 3-4 hari pada suhu ruang. Agar dapat mengonsumsi stroberi kapan saja, diperlukan cara untuk mengolah stroberi menjadi bentuk olahan lainnya yaitu selai yang dibuat dengan penambahan gula pada pulp/bubur stroberi sambal dipanaskan dan diaduk terus menerus.

Serbuk buah stroberi dibuat dengan penambahan bahan pengisi seperti maltodekstrin pada jus stroberi kemudian dikeringkan dengan spray dryer. Buah beku dan buah kering dibuat dari buah stroberi yang telah diblansir kemudian dimasukkan freezer, untuk buah kering beku dikeringkan dengan mesin pengering beku.

Ekstrak buah stoberi dibuat dari buah yang diblansir kemudian diblender. Bubur stroberi dikemas menggunakan aluminium foil dan dibekukan dalam freezer (-10⁰C). Nektar dibuat dari puree stroberi (40%), dicampurkan dengan larutan gula dan asam sitrat. Kandungan akhir gula pada produk nektar stroberi 14⁰ Brix.

Cara Konsumsi dan Efek Samping
Untuk mendapatkan manfaat optimum stroberi, sebaiknya stroberi dikonsumsi dalam satu kali saji (a serving) sebanyak 8 buah ukuran sedang. Jumlah ini sudah dapat memenuhi kecukupan mineralmineral dan vitamin-vitamin yang diperlukan oleh tubuh. Dalam satu hari, stroberi sebaiknya dikonsumsi satu kali saji.

(Sumber: Dikutip dari BUKU SAKU Bahan Pangan Potensial untuk Anti Virus dan Imun Booster, Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Cetakan Pertama Juni 2020, Halaman 67-69). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL, MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: