Khasiat Daun Anting-Anting Sebagai Antibakteri
Tanggal Posting : Senin, 22 November 2021 | 08:28
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 154 Kali
Khasiat Daun Anting-Anting Sebagai Antibakteri
Berikut ini cara memanfaatkan Daun Anting-Anting sebagai antibakeri.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Anting-Anting (Acalypha indica, L.) merupakan tumbuhan herba yang dapat dimanfaatkan sebagai antibakteri, karena mengandung senyawa metabolit sekunder salah satunya adalah flavonoid. Dibeberapa daerah tanaman anting-anting dikenal dengan nama: Anting-anting, lateng, akar kucing, rumput bolongbolong, rumput kokosongan.

Anting-Anting tumbuhan berhabitus tema menahun dengan tinggi mencapai 80 cm, batang berambut, biasanya tidak bercabang-cabang. Helaian daun tunggal, letak berseling, panjang tangkai daun 2-6 cm, bentuk daun bulat telur sampai belah ketupat, tepi bergerigi halus.

Permukaan atas tidak berambut atau jika berambut hanya terdapat pada ibu tulang daun, ukuran helaian daun 1-7 x 1-5 cm. Perbungaan berupa bunga majemuk bulir, ibu tangkai bunga tumbuh dari bagian ketiak daun, dalam satu ibu tangkai bunga terdapat 6-9 bulir bunga, 1-2 bunga jantan ada di bagian atas, 5-7 bunga betina berada di bagian bawahnya.

Bunga jantan: tersusun dalam suatu bulir, perhiasan bunga kecil berwarna putih, daun pelindung hijau dengan tepi bergerigi halus. Bunga betina: tersusun dalam suatu bulir, daun pelindung berwarna hijau seperti mangkuk, tepi daun pelindung bergigi, tidak berambut atau jika berambut tersebar, lebar daun pelindung 3-4 mm, panjang 7-10 mm.

Buah berbentuk kapsul kecil, terdiri atas 3 ruang ovarium, ukuran diameter buah 2-2,5 mm, setiap buah berisi 3 biji, berwarna coklat keabu-abuan. Berbunga sepanjang tahun, banyak tumbuh di dataran rendah, tepi jalan atau sawah.

Simplisia daun berbentuk belah ketupat, pangkal tumpul, ujung meruncing, tepi bergerigi, pertulangan daun menyirip, panjang 3-4 cm, lebar 2-3 cm, warna hijau kecoklatan, tangkai daun panjang, warna hijau tua sampai keabu-abuan. Bau lemah, tidak berasa.

Daun Anting-Anting memiliki kandungan kimia glikosida sianogenik; Akalapin (0,3%, turunan 3-sianopiridon); Tanin-Asam tri-o-metil elagat; Minyak atsiri; Flavonoid: Krisin dan galangin, mauritianin, klitorin, nikotiflorin dan biorobin.

Secara efek farmakologi Ekstrak heksan, kloroform, etil asetat dan metanol dari Daun Anting-Anting memberikan aktivitas antibakteri terhadap bakteri gram positif Sraphylococcus aureus, S.epidermidis, Bacillus cereus, Srreptococeus faecalis dan gram negatif Pseudomonas aerughiosa, dengan kadar hambat minimum (KHM) antara 0,156 - 2,5 mg/mL.

Penyiapan dan Dosis: Dekokta: 100 g dalam 1 L air, dosis tunggal harian 15-3 ml. Ekstrak: 1000 g dalam 1 L etanol 90%, dosis tunggal harian 0,3-2 ml. Infusa: 50 g dalam 1 L air, dosis tunggal harian 15-30 ml. Jus: 800 g dalam 800 ml air dan 200 ml etanol 90%, dosis tunggal 0,3-2 ml. Tingtur: 125 gram dalam 1 L etanol 90%, dosis tunggal 2-4 ml. (Sumber: Buku “Acuan Sediaan Herbal Volume Kelima Edisi Pertama”, Badan Pengawas Obat dan Makanan RI., Tahun 2010, Halaman: 10-11). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: