Karanganyar Potensi Menjadi Sumber Bahan Baku OT
Tanggal Posting : Jumat, 9 Oktober 2020 | 06:52
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 219 Kali
Karanganyar Potensi Menjadi Sumber Bahan Baku OT
Menko PMK, Muhadjir Effendy saat berkunjung di B2P2TOOT Tawangmangu didampingi Kepala Badan POM, Penny K. Lukiot, Kamis, 8 Oktober 2020.

JamuDigital.Com-PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Kebutuhan masyarakat terhadap Jamu makin meningkat, menjadi peluang meningkatkan suplai bahan baku Jamu oleh petani dan UMKM Obat Ttadisional (OT)- salah satunya bersumber dari Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Hal ini mengemuka saat rangkaian kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pembangungan Manusia Dan Kebudayaan (Menko PMK) di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) Tawangmangu, Jawa Tengah.

Ikut mendampingi kunjungan ini, Kepala Badan POM- yang sekaligus menilik potensi pengembangan tanaman obat dan berdialog dengan petani bahan Jamu dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) OT, pada Kamis, 8 Oktober 2020, sebagaimana dimuat di website Badan POM.

Indonesia termasuk lima besar negara megabiodiversitas di dunia yang kaya akan potensi bahan baku Obat Tradisional (OT).  Salah satu potensi tersebut dapat ditemukan di Kecamatan Tawangmangu yang banyak dikelilingi oleh tanaman obat rintisan.

Saat berdialog dengan petani jamu dan UMKM OT, Menko PMK, Muhadjir Effendy mengamanatkan Badan POM, agar mempercepat proses perizinan OT supaya kedepannya dapat terealisasi iklim kemudahan berusaha dan perluasan lapangan pekerjaan di seluruh daerah, bahkan hingga ke berbagai daerah terpencil di Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayati.

"Namun percepatan ini tentunya harus diiringi dengan pengawasan dan pembinaan dari Badan POM," pesan Muhadjir Effendy.

Selain Menko PMK, Bupati Karanganyar, Juliyatmon menyampaikan harapannya, agar Badan POM memudahkan percepatan proses izin edar untuk UMKM di Kabupaten Karanganyar yang memiliki potensi besar dalam membangun penemuan obat baru di Indonesia.

"Mohon agar Kepala Badan POM dapat memudahkan dan mempercepat izin edar, kalau perlu hari itu mendaftar hari itu juga diberikan izin edar," ujar Juliyatmon berkelakar yang disambut gelak tawa dari seluruh peserta dialog.

Berita Terkait: Intensifikasi Pembinaan UMKM Obat Tradisional 

Berita Terkait: Apa Kabar Kafe Jamu Pasar Nguter Sukoharjo 

Dalam sambutannya, Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito memberikan pujiannya terhadap keindahan dan potensi tanaman herbal yang ada di Kabupaten Karanganyar. Menurutnya, jamu yang dibuat dari keanekaragaman hayati Indonesia mencerminkan kearifan lokal sehingga menjadi warisan budaya yang harus terus dilestarikan dan dikembangkan.

Saat ini tren konsumsi obat herbal dan jamu di masyarakat semakin meningkat seiring bertambahnya kesadaran masyarakat terhadap manfaat dan khasiatnya di tengah pandemi.

"Pandemi COVID-19 memberikan hikmah pentingnya kesehatan dan daya tahan tubuh, salah satunya dengan mengonsumsi herbal dan jamu," ujar Kepala Badan POM.

"Kebutuhan masyarakat ini tentunya menjadi peluang untuk meningkatkan suplai bahan baku jamu dan OT oleh petani jamu dan UMKM OT yang salah satunya bersumber dari Kabupaten Karanganyar ini," lanjutnya. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

Copyright 2020. All Right Reserved. @ www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: