Kacang Hijau Kaya Akan Vitamin
Tanggal Posting : Senin, 30 November 2020 | 08:42
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 274 Kali
Kacang Hijau Kaya Akan Vitamin
Kacang Hijau memiliki sifat antioksidan, antisterilitas, antitrombotik, antiproliferatif, immunomodulator, stabilisasi membran, dan antivirus.

JamuDigital.Com- PIONER MEDIA ONLINE & MARKETPLACE JAMU INDONESIA. Kacang hijau (Vigna radiata) termasuk famili leguminosae dan sub famili phapilonaceae, genus phaseolus dan spesies radiatus.

Kacang hijau banyak mengandung protein, dan vitamin A, B, C, D, E dan K, mineral yang dibutuhkan tubuh seperti Fe dan Zn. Serta komponen antioksidan fenolik potensial.

Kacang hijau dan produk olahannya mengandung cukup banyak protein, vitamin, mineral dan antioksidan yang penting untuk menjaga imunitas dan mencegah penyakit.

Komponen aktif berupa antioksidan dari golongan flavonoid dan tokoferol dari ekstrak kecambah kacang hijau memiliki kemampuan sebagai antivirus dan antimikroba. Seiring dengan berkembangnya alternatif olahan masyarakat, kacang hijau diolah menjadi tauge dengan nilai gizi yang penting bagi tubuh.

Kacang hijau juga diolah lebih lanjut menjadi produk intermediate menjadi tepung sehingga lebih mudah diolah menjadi aneka produk.

Komponen aktif dan Manfaat
Komposisi kacang hijau dipengaruhi oleh varietas dan kondisi pertanaman. Secara umum komposisi kacang hijau per 100 gram bahan terdiri dari 62,9 gram karbohidrat, 22,2 gram protein, lemak 1,2 gram, kalsium 125 mg, fosfor 320 mg, besi 6,7 mg, vitamin A 20 SI, vitamin C 6 mg, vitamin B1 0,64 mg, dan air 10 gram.

Kacang hijau juga kaya akan vitamin B, D, E, K dan mineral Zn. Dalam bentuk tauge, kacang hijau memiliki kadar protein, vitamin C, α- tokoferol dan komponen fenolik yang lebih tinggi. Asam amino esensial yang terdapat pada kacang hijau yaitu isoleusin 6,95%, leucin 12,90%, lysin 7,9 4 %, methionin 0,84%, phenylalanin 7,07%, thereonin 4,50%, valin 6,23%, dan asam amino nonesensial.

Proses pengolahan mempengaruhi kualitas dari komponen aktif yang terdapat dalam kacang hijau. Kadar protein kacang hijau mentah sebesar 22,90 % akan menurun menjadi 8,70 % pada saat mengalami proses perebusan, demikian halnya kandungan vitamin dan mineral.

Kacang hijau memiliki zat antinutrisi yaitu tripsin inhibitor, hemaglutinin dan asam fitat. Zat antinutrisi tersebut dapat hancur dalam proses pemanasan. Proses pengolahan yang tepat akan menghasilkan kadar komponen aktif yang optimal serta bermanfaat untuk menjaga imunitas tubuh.

Kacang hijau sebagai pangan fungsional dapat mencegah beberapa penyakit seperti beri-beri, memiliki sifat antioksidan, antisterilitas, antitrombotik, antiproliferatif, immunomodulator, stabilisasi membran, dan antivirus.

Berita Terkait: Wortel Kaya Vitamin A

Berita Terkait: OMAI HerbaPAIN, Bebaskan Nyeri Sakit Kepala


Selain itu kacang hijau juga diketahui dapat mencegah penyakit degeneratif, meningkatkan daya tahan tubuh serta mempercepat pemulihan kondisi pasca sakit. Vitamin dalam kacang hijau berfungsi sebagai zat pengatur berperan aktif sebagai prekursor untuk antioksidan dalam tubuh.

Sedangkan kandungan mineralnya berperan aktif dalam menstimulasi kinerja beberapa enzim dan mekanisme metabolisme dalam tubuh. Sebagai antivirus, vitamin C yang terdapat pada kacang hijau dapat menginaktivasi RNA atau DNA virus.

Komponen antioksidan berupa flavonoid dan tokoferol banyak terdapat pada kecambah kacang hijau yang memiliki aktivitas sebagai antivirus. Ekstrak dari kecambah kacang hijau berperan sebagai profilaksis terhadap virus syncytial pernapasan (respiratory syncytial virus (RSV)) dan antivirus herpes simpleks -1 (Herpes Simplex virus -1 (HSV-1) secara in vitro.

Aktivitasnya terhadap virus HSV-1 kemampuannya sebanding dengan acyclovir. Mekanisme penghambatan virus dari ekstrak kecambah kacang hijau adalah dengan cara mencegah replikasi virus. Hal ini terkait dengan kemampuannya untuk menginduksi sitokin antivirus yang terdapat pada sel manusia.

Pembuatan Produk
Kacang hijau dapat diolah menjadi berbagai makanan tradisional antara lain kue onde-onde, bubur kacang hijau, kolak, dan campuran ronde. Produk olahan kue kering maupun basah seperti bakpia dan sagon kacang hijau sudah sejak lama berkembang menjadi kudapan khas lokal.

Kacang hijau dapat diolah dalam bentuk produk intermediate menjadi tepung kacang hijau, sebagai bahan baku untuk makanan bayi maupun olahan lainnya seperti kue kering, es krim, dan campuran mi.

Secara komersial, kacang hijau telah diproduksi sebagai minuman siap konsumsi, tepung kacang hijau, makanan bayi, biskuit, tepung kecambah dan aneka kue olahan tradisional yang sudah menjadi brand khas daerah tertentu seperti di Yogyakarta yang terkenal dengan bakpia kacang hijau.

Konsumsi kacang hijau dalam bentuk alami akan memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi karena terkait dengan fungsinya sebagai pangan fungsional, dibandingkan dikonsumsi dalam bentuk ekstrak dengan menggunakan bahan kimia tertentu.

Dosis dan Efek Samping
Kacang hijau yang diolah menjadi produk siap konsumsi dapat diklasifikasikan sebagai pangan fungsional.

Sebagai pangan fungsional yang tidak melalui tahapan ekstraksi dan langsung dikonsumsi selayaknya makanan, kacang hijau tidak memiliki batasan dosis sebagaimana komponen aktif yang dipergunakan untuk produk obat maupun herbal.

Ketersediaan komponen aktif yang terintegrasi dengan komponen lainnya pada pangan fungsional akan memberikan manfaat yang saling mendukung dan melengkapi untuk memberikan manfaat bagi tubuh.

(Sumber: Dikutip dari BUKU SAKU Bahan Pangan Potensial untuk Anti Virus dan Imun Booster, Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Pascapanen Pertanian, Cetakan Pertama Juni 2020, Halaman 43-45). Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL, MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2021. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: