Meriset OMAI: Dr. Raymond Peringkat 1, WORLD TOP 100 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES SCIENTISTS 2022
Tanggal Posting : Sabtu, 22 Januari 2022 | 12:00
Liputan : Redaksi JamuDigital.Com - Dibaca : 678 Kali
Meriset OMAI: Dr. Raymond Peringkat 1, WORLD TOP 100 MEDICAL AND HEALTH SCIENCES SCIENTISTS 2022
Eksistensi OMAI telah mendapat apresiasi dari banyak pihak: Internasional dan Nasional, sehingga berpotensi menjadi lokomotif kemandirian obat nasional.

JamuDigital.Com- MEDIA JAMU, NOMOR SATU. Dr. Raymond R. Tjandrawinata, Ph.D, MS, MBA, Pakar Farmakologi Molekuler yang kini menjabat Direktur Eksekutif Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS), dan Dosen Universitas Atmajaya Jakarta menempati Rangking 1 pada World Top 100 Medical and Health Sciences Scientists 2022,  berdasarkan penilaian AD Scientific Index (Alper-Doger Scientific Index) 2022, untuk Wilayah Indonesia.

Dr. Raymond R. Tjandrawinata, Ph.D, MS, MBA- sebagai Pakar Farmakologi Molekuler sangat terkenal dengan  riset-riset penemuan ’obat baru’ dari bahan alam Indonesia (OMAI), uji klinis obat kimia dan biologis.

Riset dari biodiversitas Indonesia tersebut kemudian diproduksi menjadi Obat Modern Asli Indonesia (OMAI), yang khasiatnya sudah terbukti melalui uji pra klinis dan uji klinis, sehingga diakui khasiatnya oleh para dokter di banyak negara dan para dokter Indonesia.

OMAI telah mendapat banyak penghargaan karena sebagai pioner untuk menuju kemandirian obat nasional berbasis SDA (sumber daya alam) Indonesia. Produk OMAI telah banyak dipasarkan di global market, dan tentunya di pasar nasional.

OMAI berpotensi besar untuk segera dimasukkan ke dalam sistem JKN BPJS Kesehatan, sebagai pilihan untuk menuju kemandirian obat nasional. Ada 15 Faktor Pembeda Keunggulan Pusat Riset OMAI DLBS. Apa saja faktor pembeda itu: Klik Disini.

Dikutip dari situs AD Scientific Index, disebutkan Indeks Ilmiah Alper-Doger dikembangkan oleh Prof. Dr. Murat ALPER (MD) dan Associate Prof. Dr. Cihan DOGER (MD) dengan menggunakan nilai total dan 5 tahun terakhir dari indeks i10, indeks-h, dan skor kutipan di Google Scholar.

Selain itu, digunakan rasio nilai 5 tahun terakhir terhadap total nilai indeks tersebut di atas. Menggunakan total sembilan parameter.

"AD Scientific Index" menunjukkan peringkat seorang ilmuwan individu berdasarkan 112 riset di bidang  : Pertanian & Kehutanan, Seni, Desain dan Arsitektur, Bisnis & Manajemen, Ekonomi & Ekonometrika, Pendidikan, Teknik & Teknologi, Sejarah, Filsafat , Teologi, Hukum/Ilmu Hukum dan Hukum, Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Sosial dan 256 cabang ilmu lainnya.

AD Scientific Index merupakan sistem analisa dan perankingan berdasarkan permorfa ilmu pengetahuan yang diproduksi peneliti.

Seorang peneliti harus memproduksi banyak publikasi ilmiah berupa jurnal dan buku dan pemikirannya dikutip dalam banyak penelitian untuk bisa masuk dalam AD Scientific Index.

Paten yang dihasilkan peneliti juga menjadi indikator penilaian. Indikator itu bisa ditinjau dalam Google Scholar, Scopus, Publons, Google Scholar dan laman ilmu pengetahuan lain. Nilai publikasi dari masing-masing sumber tersebut berbeda-beda.

Memiliki banyak publikasi mengindikasikan peneliti tersebut produktif. Indonesia memiliki banyak keunggulan di bidang kekayaan bahan alam yang dapat dijadikan bahan obat. Sehingga riset-riset  bahan alam untuk dijadikan obat tentuya sangat bermanfaat untuk bidang kesehatan.

Dr. Raymond DLBS

Dikutip dari laman AD Scientific Index, dua karya tulis DR. Raymond Tjandrwinata yang paling sering dikutip dua teratas, yaitu: "Olive (Olea europaea) leaf extract effective in patients with stage-1 hypertension: comparison with Captopril". Dikutip sebanyak 304.

Dan "Industri 4.0: Revolusi Industri Abad Ini dan Pengaruhnya pada Bidang Kesehatan dan Bioteknologi," Dikutip sebanyak 266.

Pemeringkatan Alpher-Doger Scientific Index (AD Scientific Index) Tahun 2022 merilis daftar peneliti terbaik dunia. Berikut ini salah satunya:

Top 100 Scientist

Penghargaan Internasional dan Nasional

Berikut ini jejak digital penghargaan hasil riset OMAI dan kiprah Dr. Raymond bersama DLBS, Klik link berikut ini:

Selamat untuk Dr. Raymond Tjandrawinata, DLBS Dexa Group, Universitas Atmajaya Jakarta yang telah menghasilkan riset berkelas dunia, dan dijadikan produk obat dan obat herbal dari bahan alam Indonesia (OMAI) untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dunia.

Tentunya juga riset-riset uji klinis obat kimia dan biologis, sehingga makin memperluas pengembangan obat di Indonesia. Redaksi JamuDigital.Com


Kolom Komentar
Berita Terkait

JAMU DIGITAL: MEDIA JAMU NOMOR SATU

Tentang Kami

@ Copyright 2022. All Right Reserved.  www.jamudigital.com

  Link Media Sosial Jamu Digital: